Bojong, Wartadesa. – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, Senin (25/9) malam membuat jalan raya Bojong Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah seperti kubangan lumpur. Licin dan jika tidak berhati-hati pengguna moda transportasi roda dua akan tergelincir jatuh. Demikian disampaikan Septian Frebrianto (27), warga Kedungjaran, Kecamatan Sragi usai melintas jalanan tersebut Selasa (26/9) kemarin.
Septian yang sehari-hari melewati ruas jalan tersebut mengaku sempat tergelincir beberapa kali saat hendak berangkat kerja. “Saya sempat jatuh beberapa kali, karena melewati jalan yang seperti kubangan lumpur tersebut,” tuturnya.
Septian mengungkapkan bahwa beberapa pengendara motor terpaksa harus menuntun motornya, agar tidak jatuh. “Banyak yang menuntun motornya, terutama ibu-ibu, karena takut tergelincir,” tambahnya.
Selain itu, Septian juga mengeluhkan ulah sopir truk dam (dump-truck) pembawa material tanah urugan tol yang ugal-ugalan dan sangat kencang di lokasi jalan tersebut. “Truk dam yang lewat malah ugal-ugalan, kenceng lagi, hampir membahayakan pengguna jalan lain. Selain itu cipratan lumpur dari truk tersebut mengenai pengguna jalan lain,” lanjutnya.
Menurut Septian, penguna jalan Bojong-Kajen harus ekstra hati-hati melewati jalan tersebut, utamanya disaat jalan becek karena hujan, “jalan Bojong-Kajen sangat sangat licin, bagi pengendara motor dan mobil mohon hati-hati, kecuali dumptruck, karena itu jalan proyek bukan lagi jalan umum. Kalau bisa mabur aja biar aman.” tuturnya kesal.
Hal yang sama diungkapkan oleh Reni (16), pelajar asal Desa Duwet, Kecamatan Bojong, “Iya mas … licin sekali jalannya, saya sempat hampir jatuh, gara-gara dipepet dumptruck yang ugal-ugalan dan kenceng jalannya,” tuturnya.
Menurut Rudi Widianto, pegawai di sebuah lembaga pendidikan di Kajen, dibutuhkan waktu lebih dari 15 menit untuk melewati jalan tersebut, “Lewat Kono 15 menit dewe bro,… Geal geol suwi ….” (lewat jalan disitu 15 menit bro, geal-geol licin, lama …) ujarnya. (Eva Abdullah)










