Kedungwuni, Wartadesa. – Jalan Raya Gembong – Kedungwuni (Pasar Kedungwuni_red) Jum’ at (14/7), pagi di hebohkan oleh kegiatan penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di daerah tersebut.
Masyarakat sekitar dan para pengguna jalan nampak serius melihat pelaksanaan “penggusuran” tersebut.
Kusbi, salah satu pedagang yang lapaknya kena gusur, berharap penertiban jangan tebang pilih, “Saya berharap kalau mau digusur ya semuanya, jangan pilih-pilih,” cetus Kusbi.
Sementara, Pemerhati lingkungan, Islah saat ditemui di lokasi berharap ketegasan penegakan Perda jangan tajam ke masyarakat kecil saja.
“Saya sepakat peraturan itu harus ditegakan, tapi untuk ketegasan jangan tebang pilih, kalau rakyak kecil sih mudah diajak ngomong bahkan ada kecenderungan lebih patuh, jangan yang kali lima saja, itu yang “kaki seribu” (toko modern ilegal) kapan di eksekusi! ” seru Ketua Lsm Forlindo ini.
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan Melalui Kasi Operasi dan Pengendalian, Iratra Tri Santoso mengatakan, sebelum penertiban pihak Satpol sudah melalui mekanisme yang ada.
” Sebelumya kami sudah memberikan pemberitahuan, pedagang pernah dikumpulkan di kelurahan dan diberi sosialisasi,” ucap Iratra. ( Eva abdullah )










