close
Lingkungan

Selamatkan hulu Kali Kupang, Forum Kolaborasi Pengelolaan Hutan Petungkriyono gelar aksi konservasi

petung

Petungkriyono, Wartadesa. – Perhutani KPH Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan 4 Jawa Tengah dan SwaraOwa, menginisiasi aksi konservasi hutan dengan menanam pohon di Dusun Lindon, Desa Tlogohendro, Petungkriyono. Para pihak yang terkait dan peduli pembangunan dan kelestarian hutan Petungkriyono berkolaborasi dalam Forum Kolaborasi Pengelolaan Hutan Petungkriyono.

Gelaran acara bertema “Penyelamatan hulu Sungai Kupang, untuk Pencegahan Banjir dan Longsor” juga merupakan bentuk kampanye penyadar-tahuan tentang pentingnya kawasan hulu sungai Petungkriyono sebagai Kawasan tankapan air untuk wilayah dibawah, dan sarana edukasi untuk mengajak siapapun untuk menanam dan merestorasi kawasan hutan. Pohon-pohon penting secara ekologis untuk melindungi tanah dan air, menyediaka pilihan-pilihan komoditas ekonomi, dan juga tempat berlindung bagi berbagai hidupan liar.

Aksi penanaman pohon di hulu Kali Kupang, Dusun Lindon ini membutuhkan effort yang luar biasa. Karena geografis yang bergunung, dan jalan berliku yang kanan-kirinya jurang dan tebing batu. Menjadi semangat semua perserta yang belum pernah berkunjung ke desa di pelosok pegunungan Kabupaten Pekalongan.

Selain menanam pohon, forum mempertemukan seluruh anggota dan warga desa Tlogohendro, setidaknya untuk mengenalkan personal dan juga selanjutnya dapat mengkomunikasikan kebijakan masing-masing lembaga dalam mensinergikan tata kelola hutan yang menjadi habitat Owa Jawa, dan satwa-satwa endemik Jawa lainnya.

Acara dihelat pada 4 Maret 2021 dengan diikuti oleh 120 orang. Sebagian besar  warga Desa Tlogohendro, dan tamu undangan dari anggota forum kolaborasi pengelolaan hutan Petungkriyono.

Acara dibuka oleh Kaslam, Kepala Desa Tlogohendro. Ia mengajak warga Tlogohendro khususnya untuk terus menjaga alam, karena alam juga sudah memberikan manfaatnya untuk kita sehari-hari, seperti udara bersih, menjaga dari bencana, dan tidak menebang pohon-pohon yang ada di hutan. “Kegiatan seperti ini harusnya dapat di teruskan atau dapat di lakukan secara berkelanjutan, agar hutan juga terus lestari dan aman”, harap Kaslam.

Sementara itu, Sugiharto dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah berharap kegiatan tersebut menjadi  momentum untuk melestarikan fungsi penting DAS Kupang. Ia mengajak warga sekitar menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan penting di Petungkriyono.

Sedikitnya 1.250 batang pohon ditanam dalam gelaran tersebut, terdiri dari Bambu petung, dan Aren, yang secara ekologis penting untuk pelestarian tanah dan air, namun juga dari sisi ekonomi sangat berarti bagi warga Petungkriyono. Jenis yang lain adalah tanman buah Nangka, Sirsak, dan Petai dan Jengkol.

Pemilihan jenis pohon yang di tanam sudah melalui survey awal terhadap lokasi tanam, berada di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut, kondisi tegakan yang masih hidup, keinginan warga dan fungsi ekologis tanaman itu sendiri. Bambu Petung ( Dendrocalamus asper) merupakan tanaman pencegah longsor yang baik, bambu petung ini biasanya tumbuh di tepi-tepi sungai kecil yang berkontur curam.

Bambu petung juga merupakan komoditas bahan pangan yang memanfaatkan rebungnya. Untuk bahan konstruksi dan kebutuhan penanaman sayuran ( ajir), juga sudah banyak di manfaatkan oleh petani-petani di bagian atas Petungkriyono, khususnya Tlogohendro.

Nangka ( Arthocarpus heterophyllus), merupakan komoditas bahan pangan yang utama untuk di Pekalongan, karena nasi megono, kuliner khas Pekalongan ini menggunakan nangka muda sebagai bahan bakunya. Meskipun belum ada data mengenai kebutuhan nangka untuk megono, namun produsen nangka untuk megono ini salah satunya berasal dari Kecamatan Petungkriyono.

Jenis-jenis tanaman buah yang di tanam juga merupakan komoditas tanaman pangan sekaligus untuk fungsi ekologis tutupan hutan dan perbaikan habitat satwaliar.

Kopi Arabica Jawa, varian typica dan pohon Aren (Arenga pinnata) menjadi salah satu komoditas unggulan warga di Tlogohendro dan umumnya warga di Petungkriyono, dan menjadi keinginan warga untuk memperbanyak tegakan kopi muda yang di tanam di lahan-lahan milik warga.

Pohon aren selain berfungsi untuk mencegah longsor dan vegetasi penahan air hujan, aren ini menjadi sumber bahan baku untuk Gula aren dan Kolang-kaling yang sudah sejak dahulu di kelola warga di Petungkriyono.

Tasbin, Ketua LMDH Tlogohendro, mengungkapkan kalau potensi kopi di Desa Tloghendro ini sangat besar, namun masih belum dikelola dengan baik, tanaman-tanaman kopi sudah banyak yang tua dan kurang produktif. Dengan adanya regenerasi tanaman kopi ini, diharapkan dapat menyediakan kopi-kopi istimewa dalam waktu 4 tahun mendatang.

Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan oleh tim Swaraowa juga telah membuat semai kopi dan aren  di dusun Sokokembang. Bersama warga khusunya ibu-ibu di Sokokembang, tahun ini telah berhasil memproduksi kuranglebih 15.000 batang bibit kopi arabica dan 500 batang bibit aren. Bibit siap tanam dari kebun bibit di dusun, Sokokembang ini yang digunakan untuk penanaman di hulu Sungai Kupang. (Sumber: Swaraowa)

Terkait
Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi Read more

Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Pemalang, Wartadesa. - Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup Read more

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

Petungkriyono, Wartadesa. - Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Read more

Tags : hulu kali kupangPekalonganPetungkriyonotanam pohon