Kajen, Wartadesa. – Kemacetan parah yang kerap terjadi di pertigaan Surobayan setelah jembatan Pringgodani Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dikeluhkan warga. Warga Kota Santri menuangkan keluhan tersebut dalam info warga laman media sosial Warta Desa beberapa waktu lalu.
Seperti dikeluhkan oleh Eko Pratikno, Warga Bojong 24 April 2018 lalu, dia menulis,
#InfoWarga
Kemacetan ‘parah’ kembali terjadi di pertigaan Surobayan/jembatan Pringgodani, Selasa (24/04) siang. Kemacetan terjadi hingga lampu merah Sedayu. Mohon Satlantas Polres Kajen @satlantaskajen bisa menempatkan lampu merah/Traffic light untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi.
Pengirim: Eko Pratikno
Sebelumnya pada 23 April 2018, warga lainnya mengeluhkan hal yang sama,
#InfoWarga
Jembatan Pringgodani.Surobayan tadi jam 3-6 sore macet total.dari arah Bojong Surobayan.macet..
dari Wonopringgo ke Kedungwuni macet.
dari Podo ke Surobayan macet.
Tlng dinas yg terkait supaya memasang lampu bang jo (lampu merah/triffic light) dipertigaan Surobayan. supaya akses jln bisa normal.dan apa lagi ini mau masuk bln romadho.dan lebaran.klo ga di pasang lampu bang jo.bisa2+++++ macet parah
Pengirim: D’Miran Junior
Menjawab keluhan tersebut, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi membenarkan keluhan warga, menurut orang nomor satu di Kota Santri tersebut, setiap hari pertigaan Surabayan macet parah, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.
Hal demikian disebutkan karena pada saat Bupati mengecek langsung ke lokasi pertigaan Surobayan, kemacetan masih terjadi.
Pihaknya meminta kemacetan ditangani langsung tanpa menunda waktu, “Ini merupakan keluhan masyarakat, dan ternyata benar. Saya mengajak Bappeda Litbang, DPU Taru dan Perhubungan. Jadi saya perintahkan untuk langsung menangani, tidak perlu menunggu waktu lama, karena masyarakat sudah resah,” kata Asip, Rabu (25/04).
Asip meminta, hari ini (Kamis, 26/04) semua pihak untuk mengerjakan kebutuhan mengurai kemacetan di pertigaan Surobayan, “Besoklah, semua harus mulai dikerjakan, karena kan sebentar lagi juga masuk bulan puasa, juga lebaran. Masyarakat membutuhkan aktivitas yang baik, dan kenyamanan, sehingga permasalahan ini harus segera diselesaikan,” tandas Asip.
Asip mengaku akan mencari solusi yang cepat, taktis dan bisa mengatasi kemacetan yang kerap terjadi, “Juga Dishub harus melakukan rekayasa lalu lintas, kemudian melakukan penjagaan pada jam-jam pada kendaraan, sehingga kemacetan tidak parah, dan masyarakat aktivitasnya juga supaya lancar,” ungkap bupati. (Eva Abdullah)










