Pemalang, Wartadesa. – Dua aksi nekat dilakukan dua pria berbeda di dua lokasi. Penyebabnya diduga depresi. Di Pemalang, seorang pria berusia 67 tahun mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sementara di Batang seorang pria mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke sungai.
Warga Desa Kebojongan Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang berinisial KSI (67) ditemukan tewas menggantung dengan tali plastik. KSI ditemukan kali pertama oleh istrinya Daryuni (65) saat hendak mengambil air wudhu untuk sholat subuh.
Kejadian bermula pada Rabu (25/04) saat Daryuni melihat suaminya tergantung, sekitar pukul 05.00 WIB. Dia sontak berteriak minta tolong kepada anaknya, Mutriati (35) yang tinggal satu rumah. Kontan saja, teriakan tersebut membuat tetangganya berhamburan datang untuk melihat kejadian tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis disimpulkan bahwa korban meninggal dunia sudah 6 (enam) jam yang lalu dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, “ini murni bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali plastik, dengan ciri : mengeluarkan air liur , mengeluarkan air mani , lidah menjulur kesamping karena terjerat oleh tali plastik yang melingkar keleher dengan lingkaran 35 cm”, kata dr. Yulianti Amanda.
Menurut Kapolsek Comal, AKP Tarhim korban meninggal dunia karena murni bunuh diri, ”korban meninggal dunia murni karena bunuh diri dengan cara mengantung diri dan tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban menggunakan tali yang diikat dileher sampai dengan kayu blandar sepanjang 160 cm, dari ujung kaki sampai lantai 43 cm, dari blandar sampai kelantai 233 cm, korban menggunakan kaos singlet warna putih, celana pendek kolor warna merah, fasilitas memanjat menggunakan kursi plastik,” Tuturnya
AKP Tahrim menambahkan bahwa korban melakukan aksi nekatnya karena depresi menghadapi persoalan rumah tangga, ”Menurut keterangan beberapa saksi dapat kami simpulkan korban mengalami depresi menghadapi persoalan rumah tangga” imbuhnya.
Di Batang Lelaki Nekat Terjun ke Sungai
Aksi nekat juga dilakukan pria tak dikenal dengan melompat dari jembatan di jalur Pantura di Desa Sengon Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Korban langsung tewas di lokasi kejadian karena paru-paru dipenuhi oleh air.
Petugas kepolisian langsung mengevakuasi jenazah dibantu warga ke Puskesmas Subah untuk dilakukan visum.
Saksi mata yang melihat kejadian tersebut menuturkan bahwa korban sebelumnya mondar-mandir di sekitar jembatan Desa Sengon, tiba-tiba dia langsung melompat terjun dari jembatan setinggi 15 meter.
Menurut petugas kepolisian, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Ciri-ciri korban menggunakan celana dan kaus warna hitam, rambut lurus dan kulit putih, diperkirakan korban berusia 35-40 tahun.
Jika ada yang mengenali korban dapat menghubungi Polsek Subah. (Eva Abdullah)










