close
nobar

Kajen, Wartadesa. – Seluruh siswa SMK Muhammadiyah Kajen (Muhamka) menggelar nonton serentak Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI atau biasa dikenal dengan G30S/PKI di seluruh ruang kelas gedung utama dan gedung F SMK Muhamka, Sabtu (30/9).

Menggunakan layar proyektor, siswa menonton film yang diproduksi tahun 1984 itu diruang kelas masing – masing dengan didampingi guru.

Kepala SMK Muhamka, M. Rustam Aji,  mengatakan menonton film G30S/PKI memiliki makna pembelajaran agar siswa memahami sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Tepat pada tanggal 30 September, siswa SMK Muhamka menonton serentak Film Pemberontakan G30S/PKI dikelas masing – masing dan didampingi oleh guru. Guru menjelaskan apa yang terjadi pada adegan – adegan yang ada di film tersebut, sehingga pesan positif dalam film tersebut tersampaikan. Dan tentunya, harapan kami setelah menonton film ini siswa semakin tumbuh rasa nasionalisme dan cinta negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“ ujar pria yang biasa disapa Pak Aji ini.

Sementara itu, Gusmadi yang didampingi Sumaji dari Koramil Kajen, dihadapan siswa menyampaikan inti dari penayangan film ini adalah anak–anak sebagai generasi penerus bangsa jangan sampai terputus pemahaman tentang pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah terjadi sebanyak 3 kali, yaitu tahun 1920, 1938 dan 1965.

“Anak–anak tidak boleh putus pemahaman sejarahnya, bahwa PKI telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia dengan ingin mengganti ideologi Pancasila menjadi Komunis. Dan pada puncaknya terjadi penculikan disertai pembunuhan terhadap beberapa jenderal, yang kemudian disebut sebagai pahlawan revolusi.” Jelas Gusmadi.

Gusmadi menambahkan, kita harus bersama sama mewaspadai kebangkitan PKI gaya baru, paham komunis bisa disusupkan melalui propaganda–propaganda melalui media sosial dan perbuatan negatif lainnya seperti peredaran narkoba, pergaulan bebas yang bisa muncul sewaktu–waktu.

Ahmad Affandi bersama teman sekelasnya turut menyaksikan pemutaran film G30S/PKI mengatakan dirinya bersama teman – temannya baru pertama kali menonton Film G30S/PKI, “Saya lahir tahun 2002 dimana film itu dilarang peredarannya dan kini saya bisa menonton di sekolah dengan didampingi guru sejarah, jadi paham sejarah Pengkhianatan PKI di Indonesia setelah nonton kemudian ada penjelasan oleh Pak Zabidin (Guru sejarah – red).” Kata siswa kelas XII jurusan Teknik Elektronika itu. (Rudi Widianto)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : nobarnonton bareng