close
Sosial Budaya

Terkena angin duduk, petani meninggal mendadak di sawah

angin duduk

Simalungun, Wartadesa. –  KEHEBOHAN meledak di areal persawahan Dusun IX Bah Pamujian Desa Karang Anyer Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun lantaran kematian mendadak seorang petani, Jumi’in alias Jumi (39) warga Dusun IV Desa Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Senin (1/6/2020) sekira pukul 10.10 WIB.

Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung SH melalui Wakapolsek IPTU Darma Oktaviardi dalam rilis menjelaskan kronologi kematian petani ini. Menurut keterangan Wakapolsek. Sebelum kejadian, Saksi, Darwin (41), warga sekitar, hari itu sekitar pukul 09.00 WIB duduk minum kopi bersama rekan rekan termasuk Jumi di satu warung daerah itu.

Dalam obrolan, korban menceritakan keluhan, seluruh badannya terasa sakit akibat sakit asam lambung dan angin duduk yang diidapnya. Saksi lain, Ribut (60) juga warga setempat, sempat memijat badan korban yang selanjutnya dari warung itu mereka sama sama berangkat ke persawahan tidak jauh dari pemukiman warga untuk menanam jagung.

“Tidak lama. Baru berkisar 15 menit bekerja. Darwin melihat Jumi’in jatuh dan tergeletak di tanah. Spontan Darwin berlari mendekat dan melihat korban seperti tidak bernafas lagi.” Ujar Darma Oktaviardi sesuai keterangan saksi.

Melihat kondisi korban, Darwin mengabarkan ke pihak keluarga Jumi. Areal persawahan heboh dengan kerumunan warga. Mendapat laporan warga, Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung SH beserta jajaran dan personil dilengkapi APD langsung berangkat ke lokasi kejadian untuk melakukan cek serta olah TKP maupun mencari keterangan saksi saksi guna penyelidikan penyebab pasti kematian korban.

Dari keterangan pihak keluarga mengatakan, korban memang mengeluhkan penyakit asam lambung yang sangat tinggi dan angin duduk. Sebut Darma Ketika dikatakan Kapolsek agar jasad korban di bawa ke RSUD Jasamen Saragih kota Pematang Siantar untuk dilakukan otopsi/visum, pihak keluarga tidak menyetujui.

Akhirnya setelah berkoordinasi dengan pihak medis, jasad korban di evakuasi ke Puskesmas Bandar Malela untuk dilakukan pemeriksaan/visum luar.

Dari hasil visum luar oleh dr. Fitri, pada jasad korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan seperti aniaya benda tumpul maupun lainnya.

Akhirnya setelah membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban, pihak keluarga membawa jenazah Jumi’in ke rumah duka untuk disemayamkan dalam proses pemakaman. (wd-bay)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : angin duduk