Pemalang, Wartadesa. – Menjaga lisan memang sudah menjadi keharusan. Karena akibat lisan bisa jadi berbahaya. Seperti yang menimpa RF, warga Keboijo Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang ini kepalanya dibenturkan ketiang listrik, saat pengeroyokan dirinya. Hingga kini dia harus dirawat di rumah sakit.
Pengeroyokan yang menimpa RF terjadi pada hari Ahad (25/03) lalu. Saat itu sekitar pukul 00.00 WIB, RF sedang nongkrong di Mall Sirandu bersama lima orang rekannya. Kemudian datang AP, FW, dan Icha yang merupaka adik FW.
Icha meminjam motor RF untuk mengambil tas yang tertinggal di Pantai Widuri. Karena lama ditunggu Icha tidak kembali, RF kemudian menyusul Icha ke Pantai Widuri. Dalam perjalanan ke Pantai Widuri RF bertemu Icha dan O sedang ngobrol dengan rombongan pemuda.
Karena sudah ketemu, RF kemudian meminta kunci motor yang dipinjam Icha. Mereka bertiga kembali ke Sirandu Mall, meninggalkan rombongan pemuda tersebut.
Namun saat ketiga orang ini sampai di jalan umum depan JNT Exres, mereka dihentikan rombongan pemuda yang sebelumnya nongkrong bareng tersebut. RF yang berboncengan dengan Icha ditarik dari motor kemudian dipukuli hingga jatuh.
“Korban ditarik dari motor, kemudian dipukuli oleh rombongan pemuda hingga jatuh. Bahkan ada yang menggunakan alat bantu dan membenturkan kepala korban ke tiang listrik yang ada di pinggir jalan,” tutur Kanit reskrim Ipda Edi.
Warga yang melihat aksi pengeroyokan tersebut akhirnya melerai, namun rombongan pelaku kabur. Korban yang menderita luka parah dilarikan oleh FW dengan motor ke RSUD dr. Ashari Pemalang.
Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan oleh keluarga korban ke Mapolsek Pemalang. “Kejadian pengeroyokan ini terjadi karena tersangka merasa tersinggung dengan perkataan korban, dan Icha yang saat itu bersama rombongan tersangka, ikut pulang bersama korban. Kasusnya saat ini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Pemalang, ” pungkas Ipda Edi. (Eva Abdullah)










