close
Hukum & Kriminal

Tipu 500 guru Wiyata Bakti, oknum Kemenag Batang terima suap empat milyar

tipu wb kemenag

Batang, Wartadesa. – Sejumlah oknum pegawai Kementrian Agama Kabupaten Batang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Batang, Rabu (26/4) oleh 500 guru wiyata bakti yang berada di bawah Kemenag Batang. Para oknum Kemenag Batang ini diadukan lantaran 500 guru WB merasa ditipu. Mereka sudah menyetorkan sejumlah uang sebagai pelicin pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jumlah uang pelicin bervariasi, tergantung status lama pengabdiannya. Semakin lama semakin banyak pungutannya. Untuk guru yang masuk K2 ditarik 3-6 juta. Sedang yang masuk K1 ditarik 10-30 juta. Sekitar 500 guru WB yang kena, bisa terkumpul kira-kira 4 milyar,” ujar Musbihin, guru MTs Wonotunggal.

Praktik korup ini sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Tiap kecamatan ada pengepulnya. “Kasus penipuan ini sudah sejak 2010, guru WB mendapatkan tawaran dari sejumlah oknum yang menjanjikan bisa meloloskan jadi PNS, dengan uang pelicin,” tambah Musbihin.

Jadi setiap Kecamatan ada pengepulnya, lanjut Musbihin, mereka bertugas merekrut dan mengumpulkan uang pelicin dari guru WB untuk selanjutnya diserahkan kepada oknum pegawai Kemenag. Ada 12 orang pengepul, tuturnya.

Daryono, Kepala MTs Agung Alim Blado  juga tertipu 17,5 juta. “Awalnya kami percaya namun hingga dua kali masa kepemimpinan Kemenag Batang berganti, janji mereka tak dipenuhi.” Ujarnya.

Sejak tahun 2013 korban penipuan melakukan mediasi dengan korban, namun mereka, para oknum tetap menjanjikan bisa meloloskan menjadi PNS. Hingga akhirnya pada 2016, setelah guru WB ke Kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jakarta, setelah dicek nama-nama korban penipuan tidak ada dalam database BKN. Tambah Daryono.

Dengan didampingi ketua tiga LP Ma’arif di Batang,8 orang yang melaporkan oknum pegawai Kemenag tersebut membawa daftar nama oknum yang diduga terlibat dalam  kasus tersebut.

“Oknum Kemenag yang saya laporkan diantaranya, Mutmainah Kepala Urusan Pegawai, Muhammad Bisri Kepala Kemenag Tahun 2010 yang berperan sebagai penaggung jawab, serta Slamet Siswadi Kasi Urais dan 12 orang pengepul uang dari para guru WB,” lanjut Daryono.

Daryono menambahkan, ke 12 pengepul tersebut yaitu, Rohimah Kepala MI Darul Ulum Batang, Makhfud guru MI Kalangsono Banyuputih, Alex Sitkon guru MTs Nur Anom Gringsing, Saefudin pegawai KUA Wonotunggal, Nur Sidiq guru MANU Limpung, Priyosuharto Kepala MI Pucanggading Bandar, Wahyudin Kemala MI Candi Bandar, Fauzi Kepala MTs NU 1 Gringsing, Sunardi Kepala MTs Tolahudin Masin, dan Triyono guru MI Delisen Limpung.

“Dua orang pengepul lainnya, saya tidak hapal, pokoknya total ada 12 orang. Ada salah satu pengepul yang memiliki bukti fisik breupa kwitansi bukti pembayaran sejumlah 190 juta, yakni Sunardi,” ujar Daryono.

Kanit Intel Kejaksaan Batang, Arfan Hanif membenarkan adanya laporan tersebut. Dia berjanji akan mempelajari laporan tersebut. “Akan kita pelaari dulu, baru laporan,” ujarnya. (WD, Radar Pekalongan)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : oknum pegawai Kemenag Batangtipu WB