Pemalang, Wartadesa. – Umat Kristiani di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batang, Ahad (25/03) melaksanakan upacara Minggu Palma. Upacara tersebut merupakan rangkaian peringatan Paskah.
Minggu palma merupakan minggu yang diperingati sebagai pembukaan sebelum memasuki pekan suci Perayaan Paskah.
Dilansir dari Wikipedia, perayaan ini merujuk pada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19. Perayaan ini mengenang masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum akhirnya dia disalib.
Hal ini menjadi istimewa karena masuknya Yesus ke kota suci Yerusalem itu terjadi sebelum ia mati dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut sebagai pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem.
Seperti dilakukan oleh jemaat Gereja Santo Lukas di Pemalang, 700 orang sejak pukul 07.00 WIB mulai mendatangi Gereja untuk melaksanakan Minggu Palma. “Misa Minggu Palma merupakan peringatan masuknya Yesus ke kota Yerusalem, serta sebelum sengsara dan wafatnya Yesus,” tutur Romo Frans Kristi Adi Prasetyo.
Perayaan Minggu Palma di Gereja Katholik Santo Yusuf di Batang juga dihadiri oleh 500 jemaat. Misa Minggu Palma dipimpin oleh Romo Joseph Ohoiledwarin.
Sementara itu, jemaat misa Minggu Palma di Gereja Paroki Limpung, Leonardus Mahendra Tri Setiawan mengungkapkan bahwa perayaan Minggu Palma merupakan rutinitas ibadah dan acara perarakan (arak-arakan).
Menurut Hendra, Paroki Limpung membawahi wilayah Stasi Subah,Kuripan ,Kedawung,Plelen ,Bawang dan Limpung sehingga dalam acara tertentu seluruh jamaah dari Stasi di bawah naungannya turut hadir dalam peribadatannya. (Eva Abdullah)










