close
unbk smp
Ilustrasi. Pelaksanaan UNBK SMP/MTs hari pertama terkendala oleh server yang down. Senin (23/04)

Pekalongan, Wartadesa. – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di beberapa wilayah di Jawa Tengah terkendala oleh server pusat yang maintenis (maintenance) alias down. Saat sesi pertama dimulai, kondisi server pusat sempat standby dan tidak konek dengan server lokal (sekolah). Sesi pertama server sempat tidak bisa diakses hingga satu jam sepuluh menit.

Di Kabupaten Pekalongan, beberapa sekolah tidak bisa mengakses soal Bahasa Indonesia, seperti di SMP N 1 Tirto yang menumpang di ruangan SMK Ma’arif Tirto dan SMP N 1 Wiradesa serta SMP N Sragi. Akibatnya siswa tidak bisa mengerjakan soal ujian pada hari tersebut.  Senin (23/04).

Di sesi kedua, server pusat sempat down sekitar 30 menit di beberapa sekolah. Hingga proktor dan teknisi harus melakukan beberapa kali restart komputer server lokal untuk mengatasi hal tersebut. Sementara untuk sesi ketiga pelaksanaan UNBK berjalan cukup lancara.

Menurut Bupati Pekalongan, secara keseluruhan pelaksanaan UNBK dan UNKP (Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil) berjalan lancar dan baik.

“Secara keseluruhan, hari pertama ini cukup baik, namun memang ada kendala soal tidak bisa dibuka karena server di pusat atau nasional ada masalah. Untuk siswa yang terkendala soal tak bisa diakses, diberikan waktu sesuai yang ada atau tidak dipotong waktunya,”  ujar Asip.

Sebanyak 67   SMP/MTS Negeri dan Swasta yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ada sebanyak 9.093 siswa mengikuti UNBK tersebut yang dibagi menjadi tiga termin yaitu pagi siang dan sore .

Sedangkan untuk ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) ada 56 SMP/MTS dengan jumlah yang mengikuti ada 4.774 siswa. Mereka melaksanakan Ujian Nasional mulai Senin ini hingga empat hari ke depan atau Kamis (27/4/2018).

Kota Pekalongan

Pelaksanaan UNBK di Kota Pekalongan juga mengalami permasalahan serupa, server pusat sempat tidak bisa diakses hingga beberapa waktu. Seperti terjadi di SMP 4 Kota Pekalongan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso mengungkapkan bahwa 5.012 siswa mengikuti UNBK. “Di hari pertama penyelenggaraan UNBK mengalamj sedikit kendala, namun tidak mengganggu keberlangsungan UNBK,” ujarnya, Senin (23/04).

Adanya kendala tersebut, siswa yang mengikuti jadwal pada sesi kedua dan ketiga harus mundur dari jadwal sebelumnya.  “Hanya saja nanti pengaturan jadwal siftnya saja yang harus mundur sebab ada kendala tadi. Dan kami beri waktu hingga pukul 18.00 WIB, jadi jika ada kendala demikian siswa tetap bisa mengerjakan secara maksimal,” jelas Soeroso.

Sementara itu, dikutip dari CNN Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut bahwa masalah server dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi akibat akses yang membludak.

“Ya, namanya mesin. Siapa yang bisa mengontrol mesin? Kalau yang akses banyak, server jadi crowded dan ada yang bisa tersambung maupun tidak,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, di kantornya, Jakarta, Senin (23/4).

Hamid menyebut ketika server down maka soal tidak bisa diakses. (Eva Abdullah, dan dari sumber CNN Indonesia)

Tags : server unbk downserver unbk maintenisUNBKunbk smp