Batang, Wartadesa. – Antusiasme warga Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang mengikuti gelaran Nyadran Gunung yang digelar sejak 23 Januari 2019 sangat tinggi. Terlihat, meski hujan mengguyur, Kirab Kebo Bule dan Gunungan Hasil Bumi yang dihelat pada Kamis (24/01) tak menyurutkan warga untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Nyadran Gunung Silurah dimulai dengan kolaborasi pertunjukan seni tradisional dan kontemporer berupa gamelan Silurah, tari Jaran Gribig (sejenis dengan Jaran Kepang), Jatimrajak, musikalisasi puisi, tari kontemporer dan angklung, pada Rabu (23/01).
Hari selanjutnya, Kamis (24/01), warga melakukan kirab Kebo Bule dan gunungan hasil bumi dengan mengelilingi desa, selama kirab diiringi dengan iringan sholawat Nabi.
Kepala Desa Silurah, Kodirin mengungkapkan bahwa acara Nyadran Gunung Silurah merupakan acara tahunan dan puncak acara tiap tahun ketujuh dengan penyembelihan kebo bule untuk dilarung.
” Ini merupakan ritual budaya rutin tahunan, namun kali ini berbeda kalau setiap tahun hanya kambing yang disembelih, karena setiap tujuh tahun sekali menyembelih Kebo Bule setelah diarak keliling desa yang selanjutnya dilarung di Gunung Rogo Kusumo,” ujar Khodirin.
Khodirin menambahkan bahwa acara nyadran tersebut merupakan bentuk syukur warga atas hasil bumi yang berlimpah dan menolak wabah atau pagebluk selama tujuh tahun.
“Larungan sesaji ini memiliki tujuan yang konon dulunya secara turun-temurun dipercaya dapat menambah keberkahan warga masyarakat desa, sehingga rezekinya lancar, warganya sehat dan menolak bala bencana.” lanjut Khodirin. (WD)










