Bojong, Wartadesa. – Beberapa demo terkait dengan buruknya dampak pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang digelar di wilayah Kabupaten Pekalongan dalam minggu ini. Hari ini, Jum’at (19/5) warga Desa Ketitangkidul Kecamatan Bojong menggelar aksi unjuk rasa rusaknya jalan akibat pembangunan jalan tol tersebut.
Aksi yang digelar sejak pagi Pukul 09.30 WIB, sempat memblokade dump truck pembawa material tanah urugan tol dari dua arah. Beberapa armada pembawa material tanah tol dari dua arah ‘dipaksa-hentikan’ oleh massa. Namun pengguna jalan lain diperkenankan untuk melewati jalan.
Ada insiden kecil, saat salah satu dump truck material tanah tol nekat melewati blokade. Massa hampir terpancing emosi. Namun Koordinator Aksi melalui megaphone meminta agar massa tidak terpancing dengan aksi tersebut.
“Kita menyikapi dari dampak tol ini sangat meresahkan dan berlarut-larut dan pihak pengembang nampaknya tidak ada perhatian, hampir setiap hari ada kecelakaan, itu tidak ada sama sekali perhatian dari pengembang, apakah kita akan diam,” kata Bagus Koordinator aksi demo asal Desa Ketitang Kidul ketika diwawancarai di lokasi aksi.
Aksi massa yang dimotori kaum muda ini menjadi perhatian para penguna jalan, aksi demo di lakukan dengan orasi dan mengelar spanduk.
Kendati disertai dengan aksi blokade jalan, aksi di jalan Raya Bojong – Kajen ini tidak menyebabkan jalan lumpuh total.
Selang beberapa waktu kemudian pihak kepolisian mendatangi para peserta aksi, tak menunggu lama mereka (Polisi-masa aksi_red) nampak bernegosiasi untuk membuka jalan.
“Kami tidak melarang warga berdemo, tapi tolong jangan mengangu jalan karena tidak hanya kendaraan proyek tol yang lewat jalan ini, silahkan aksi dilanjutkan dengan mediasi, atau bisa disampaikan dengan tertulis kepada Pak Kades atau Bupati,” kata Kapolsek Bojong Akp I Wayan Suandi di depan masa aksi demo.
Masukan dari Kapoksek bisa diterima oleh para peserta aksi, peserta aksi kemudian membuka blokade dan mengadakan diskusi disalah satu depan toko, tak jauh dari lokasi aksi.
Hadir dalam diskusi Kades Ketitang Kidul, Chaer Khamdi, dia mengatakan dalam waktu dekat akan ada pertemuan yang mewakili dari 12 desa dan akan membahas tentang dampak tol.
Khamdi juga mengajak warganya untuk turut memberikan masukan. “Rencananya malam minggu nanti akan ada pertemuan perwakilan dari 12 desa yang akan membahas dampak Tol,” ucap Chaer Khamdi didepan peserta aksi. (Eva abdullah)










