close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Blokir jalan warga Duwet Bojong, akhirnya dibuka kembali

demo duwet

Bojong, Wartadesa. – Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh warga Desa Duwet Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Kamis (11/5) akhirnya dibuka pada hari yang sama. Aksi ini dipicu karena sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang licin dan becek karena tumpahan material tanah urugan tol yang tercecer yang tidak dibersihkan.

Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, warga Desa Duwet melakukan demo dengan memblokir jalan raya Bojong-Kajen di desa setempat karena salah satu warga tergelincir di Desa Kampir depan bengkel motor, Kamis (11/5) pagi.

Baca : Pemilik RM Ayam Bisbas tergelincir, warga Duwet demo tuntut konpensasi dampak tol

Warga melakukan pemblokiran jalan dan menghadang truk pengangkut material tanah urugan tol. Akibatnya jalan raya Bojong-Kajen macet total dari dua arah.

Pemblokiran jalan Raya Bojong di Desa Duwet tersebut bermula sekitar pukul 10.00 wib dimana warga, Tina Torita beserta kedua anaknya saat mengendarai kendaraan jatuh di jalan raya Bojong tepatnya di Desa Wangandowo sehingga menyebabkan luka parah pada Saudari Tina sedangkan kedua anaknya luka sedang hingga akhirnya mereka dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pekajangan.

Karena penyebab jatuhnya Tina ada kaitannya dengan tanah yang tumpah di jalan yang di bawa truck untuk pengurukan jalan tol, maka keluaraga  Tina mendatangi kantor Qwarry PT. SMJ yang berada di Desa Wangandowo dengan tujuan agar ada bantuan perawatan akan tetapi tidak mendapat tanggapan seperti yang di harapkan.

Sejak mulai adanya Galian C di wilayah Desa Wangandowo warga Desa Duwet sudah protes karena dampak banyaknya tanah yang jatuh di jalan raya, licin saat hujan dan berdebu saat kering dan sebenarnya warga dan Pemerintahan Desa Duwet sudah menempuh berbagai jalan mulai dengan bantuan LSM, melalui surat resmi pada aparat dan pihak terkait serta dengan bantuan DPRD Kab. Pekalongan akan tetapi tidak ada tanggapan dan tindaklanjut yang baik dari PT pengelola qwarry/galian C yang ada di wilayah Bojong yaitu di antaranya PT. SMJ, PT. Dirgantara dan PT. LMA.

Dengan kondisi   seperti itu dan adanya kecelakaan warga, maka warga Desa Duwet sepakat untuk memblokir jalan raya Bojong. Pemblokiran yang dimulai sekitar pukul 13.00 wib  tersebut menyebabkan antrian truck dan kendaraan pribadi tampak munumpuk di jalan raya Bojong.

Mendengar ada aksi pemblokiran jalan, Polsek Bojong dibantu Polres Pekalongan akhirnya melakukan mediasi antara warga dengan pihak kontraktor pengurukan tanah proyek jalan tol di RM Ayam Bisbas Desa Duwet.

Warga menuntut konpensasi kepada pihak kontraktor (baca berita sebelumnya)  juga memberikan peringatan keras apabila sampai hari Ahad (14/5) pagi besok tidak juga ada tindakan dari ke tiga PT tersebut maka mereka akan memblokir jalan keluar truck mereka agar tidak bisa melewati jalan raya Bojong. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua tahun jalan rusak imbas pembangunan tol tak diperbaiki, warga ancam blokade jalan

Pemalang, Wartadesa. - Buruknya komitmen kontraktor pembangunan jalan tol ruas Pemalang untuk memperbaiki jalan yang rusak imbas mobilitas truk dam Read more

Ratusan warga Desa Petanjungan demo kontraktor tol

Pemalang, Wartadesa. - 150 warga Desa Petanjugan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menggelar aksi unjuk rasa, Jum'at (20/07). Aksi warga dipicu Read more

Hot News: Warga Babalanlor dan Wiradesa gelar demo

Wiradesa, Wartadesa. - Kekesalan warga Desa Babalanlor sampai pada puncaknya. Warga hari ini, Rabu (23/05) menggelar aksi demo terkait parahnya kondisi Read more

Video: Demo Forum Masyarakat Peduli Dampak Proyek Tol, tuntut perbaikan jalan.

Bojong, Wartadesa. - Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Dampak Proyek Tol menggelar aksi menuntut PT PBTR melakukan Read more

Tags : demo dampak toldemo tol