Wonopringgo, Wartadesa.– Ratusan warga Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar aksi demo menuntut transparansi pihak desa dalam mengelola dana konpensasi galian C di desa tersebut.
Aksi massa yang dipicu oleh penggunaan dana konpensasi galian C yang dinilai kurang transparan. Pengelolaan dana konpensasi dinilai tidak pernah dilaorkan secara terbuka kepada warga, dan tidak tersistem dalam perencanaan maupun penggunaan dana tersebut.
Warga mensinyalir, ada beberapa kegiatan perangkat desa yang tidak sepatutnya dibiayai oleh dana konpensasi galian C, seperti kegiatan studi banding perangkat desa ke Klaten.
Baca: Paguyuban sopir dump truck Wonorejo gerudug rumah Sekdes, tolak pengecoran jalan
Demo yang dimotori oleh Eko Sulistiyo, Koordinator Aksi, membawa dua tuntutan yakni transparansi penggunaan dana konpensasi galian C di desanya dan pembagian hak 50 persen dana konpensasi tersebut kepada warga dusun Wonokeri Desa Wonorejo.
Baca Juga: Audiensi paguyuban sopir dumptruck dan Pemdes Wonorejo deadlock
“Kami menuntut laporan penggunaan dana konpensasi galian C secara terbuka, sehingga bisa diketahui oleh segenap masyarakat biasa,” pekik Sulis, disela-sela aksi, yang digelar Kamis (10/8) pukul 10.00 wib.
Sulis menambahkan, “Sebagai masyarakat terdampak langsung, kami warga dukuh Wonokeri meminta hak sebesar 50 persen dari dana tersebut dikembalikan dan dikelola secara mandiri oleh warga dusun Wonokeri,” lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan perangkat desa Wonorejo, Sekretaris Desa setempat meminta waktu satu minggu, untuk duduk bersama membicarakan tuntutan warga.
“Kami akan mengundang perwakilan warga terdampak beserta koordinator aksi untuk duduk bersama membicarakan tuntutan tersebut. Dalam waktu satu minggu, kami akan mengundang perwakilan aksi,” ujar Sekdes Desa Wonorejo.
Aksi demo berlangsung damai, setelah peserta aksi berorasi sambil membentangkan spanduk tuntutan, selesai. Peserta aski kembali dan membubarkan aksi. (Bono)










