close
PendidikanSosial Budaya

714 guru swasta yang mengabdi di sekolah negeri dapat tunjangan Rp. 500 ribu

tunjangan 500 rb
  • Bupati: Yang mengabdi di sekolah swasta sedang dikaji

Kajen, Wartadesa. – Sebanyak 714 guru non PNS (wiyata bakti) yang mengabdi di sekolah negeri mulai tahun ini mendapatkan tunjangan kesejahteraan (kesra) sebesar Rp. 500 ribu per bulan. Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 6 tahun 2017 tentang Pemberian Kesejahteraan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Pemkab Pekalongan.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Rabu (5/7) di Gedung Pertemuan Umum Kajen dalam acara Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan. Pemberian bantuan kesra ini merupakan bentuk dari penghargaan awal dan sebagai legalitas dari Pemkab Pekalongan kepada guru.

Pemberian tunjangan kesra sebesar Rp. 500 ribu perbulan tersebut diberikan kepada guru yang mengabdi di sekolah negeri minimal 8 tahun.

Bupati juga menyampaikan pesan agar para guru Non PNS ini tidak lelah dalam bekerja, tidak lelah mengabdi dan mendidik anak anak sehingga Insya Allah masa depan para pendidik wiyata bhakti ini akan lebih cerah.

“Bantuan sebesar 500 ribu rupiah perbulan ini diberikan mulai Januari 2017 sampai dengan Juni 2017. Teknisnya nanti ditransfer ke rekening pribadi masing-masing di Bank Jateng Cabang Kajen. Semoga ini menjadikan semangat dalam bekerja,” jelas Asip.

Asip menambahkan bahwa pemberian tunjangan kesra ini akan berdampak pada yuridis dan perhatian dari Pemkab. “Pengakuan dari Pemkab ini nanti akan mempunyai dampak yuridis dengan di-SK-kan oleh pejabat yang berwenang. Suatu saat bila ada perubahan regulasi, Saudara pasti akan diperhatikan,” ucapnya.

Asip mengungkapkan, meski tunjangan kesra tersebut belum sesuai dengan harapan, tetapi merupakan langkah awal dalam memperhatikan guru, “Apa yang kami berikan ini tentunya belum sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi setidaknya ini adalah langkah awal dari perhatian kami. Semoga dengan jumlah yang tidak seberapa ini akan meningkatkan motivasi Saudara dalam mengabdikan diri untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kab. Pekalongan ini,” ujarnya.

Terpisah, kabar tentang pemberian tunjangan kesra tersebut juga di posting di laman media sosial, mendapat tanggapan beragam dari warganet Kabupaten Pekalongan.

Abdul Majid, warga Paninggaran Kabupaten Pekalongan berharap Bupati Pekalongan juga memperhatikan guru yang bekerja di sekolah swasta,  Untuk yang di sawasta / madrasah (mi, mts, ma red) di bantu juga dong p as if Asip Kholbihi? Ben ada perhatian dari pusat g merhatikan,yo dari bupatine kito mben memperhatikan,,,,,” tulisnya.

Politisi yang juga pendidik asal Desa Wuled Kecamatan Tirto, Rosyid Ridho juga mengungkapkan hal senada, agar Bupati memberi perhatian yang merata, tidak hanya sekolah negeri saja.”Kayaknya biar jadi bupatine wong kalongan perhatiane harus merata yg ngabdi di sekolah / madrasah swasta juga di beri tunjangan itu.#semoga p.bupati kab.pekalongan (bpk.asip kholbihi) bisa tanggap. Barangkali bisa di pilah yang tidak dapat sertifikasi ngabdinya di S/M swasta bisa di data ngabdi minimal brp tahun 5 / 8 tahun. # aspirasi,” tulisnya.

Sementara itu, Nurul Mufidah, guru SD dari UPTD Dindik Kecamatan Kedungwuni mengaku, meski sudah mengabdi lebih dari delapan tahun, dirinya tidak mendapat tunjangan kesra. Padahal dirinya sudah mengumpulkan berkas yang diperlukan.

Sy WB sdh 8 th lbih tp kok blm dpt tunjangan apa2.. kmrin di suruh ngumpulin data,, dr 42 data gguru yg ada hny 17 guru yg dpt… kami dr wilayah UPT Dindik Kedungwuni... Yg jd pertanyaan kenapa tdk smuanya memperoleh tunjangan??? Ada apa dg wilayah Dindik Kedungwuni??? Apa ada yg kurang dg data kami??? Mohon jawabannya. Trimaksih…” tulis Nurul Mufidah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji pemberian tunjangan untuk guru swasta, “Utk guru swasta sedang kita kaji …bg wb yang sdh dpt tunjangan dr pusat tdk termasuk…bg wb disekolah negeri yg belum otercover kami sdng dilakukan pendataan ulang..” tulisnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : gurukesejahteraantunjangan