Wonokerto, Wartadesa. – Banjir yang merendam wilayah di pesisir Utara Kota Santri makin naik. Menurut Komandan Kokam Kabupaten Pekalongan, Tajudin, ketinggian air di wilayah Wonokerto dan sekitarnya mencapai satu meter pada Jumat (19/02).
Warga yang sebelumnya memilih tinggal di rumah, akhirnya diungsikan ke beberapa tempat. Bahkan, relawan sejumlah relawan kewalahan karena warga yang harus dievakuasi ke pengungsian bertambah banyak.
Tajudin menyebut, wilayah yang ketinggian airnya naik meliputi Desa Api Api, Pesanggrahan, Sijambe, Semut, Wonokerto Kulon, Wonokerto Wetan dan sejumlah desa lainya. Selain itu, sebagian Kecamatan Tirto dan sejumlah desa di Kecamatan Wiradesa seperti Bebel juga kian parah.
“Untuk saat ini ketinggian air didalam rumah warga sekitar 60 sampai 70 centimeter sedangkan diluar bisa mencapai ketinggian 80 sampai 1 meter.” Ujar Tajudin.
Tajudin menyebut, hari ini, ratusan warga yang berasal dari beberapa desa di Wonokerto sudah dievakuasi. “Untuk di Desa Pesanggrahan dan Pencongan kita ada sekitar 30 personil yang mengevakuasi korban banjir. Sedangkan di Desa Api Api dan Sijambe sekitar 20 personil, ” lanjutnya.
Keterbatasan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir membuat pihak Kokam meminta bantuan dari daerah lain seperti Wonosobo.
“Untuk pengungsi sementara kita tampung di Gedung Madin Muhammadiyah Pencongan Wiradesa. Sedangkan beberapa dapur umum yang ikut terendam banjir terpaksa dipindahkan, “ pungkasnya. (Bono)










