WARTA DESA PEKALONGAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Pekalongan Raya menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD sementara Kabupaten Pekalongan, Senin (8/9/2025). Aksi tersebut berlangsung unik karena dilakukan dengan lesehan, di mana mahasiswa menyampaikan aspirasi langsung di hadapan pejabat pemerintah daerah.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa dua agenda besar, yakni isu nasional dan daerah/lokal.
Isu Nasional
Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Menuntut adanya reformasi Polri.
Isu Daerah/Lokal
Pengawalan kasus BMT.
Penindakan tegas pelaku pencemaran lingkungan.
Mitigasi bencana dan penanganan banjir rob.
Sanksi/pemecatan aparat represif.
Peningkatan kinerja anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.
Penanganan masalah sampah dan pemukiman kumuh.
Penyelesaian konflik agraria dan transparansi pengelolaan dana desa.
Jaminan keamanan penyampaian pendapat di muka umum.
Pemberantasan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), khususnya praktik rangkap jabatan, jual beli jabatan, dan maraknya pungutan liar di Kabupaten Pekalongan.
Disepakati di Depan Mahasiswa
Awalnya, massa aksi diterima oleh Wakil Bupati Sukirman, Ketua DPRD Munir, Wakil Ketua DPRD Ruben Prabu Faza, dan anggota DPRD Ahmad Ridhowi. Hadir pula Kapolres Pekalongan AKBP Rohmad, Sekda Yulian Akbar, serta sejumlah pejabat lainnya.
Namun, mahasiswa kemudian meminta agar Bupati Pekalongan Fadia Arafiq hadir langsung menemui mereka. Permintaan itu dikabulkan, dan Bupati Fadia datang serta menyambut aspirasi mahasiswa dengan sikap humanis.
Puncaknya, Bupati Fadia Arafiq, Wakil Bupati Sukirman, dan Ketua DPRD Munir menandatangani langsung kesepakatan tuntutan mahasiswa tersebut di hadapan massa aksi.
Kesepakatan itu menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti berbagai isu yang disuarakan mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Aksi Humanis, Dialog Terbuka
Aksi berjalan damai, penuh dialog, dan diapresiasi banyak pihak karena mahasiswa memilih cara lesehan untuk menyampaikan aspirasi. Cara ini dianggap mencerminkan kesederhanaan sekaligus kedekatan antara mahasiswa dan pemimpin daerah.
Aliansi Cipayung menegaskan akan terus mengawal hasil kesepakatan ini agar tidak berhenti hanya di tanda tangan, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. (Rohadi)
![QR Code]()









