Pemalang, Wartadesa. – Paska aksi demo angkutan reguler di Pemalang pada Kamis (01/11) lalu, angkutan berbasis aplikasi sepakat untuk tidak mangkal. Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan angkutan berbasis aplikasi, Grab Jawa Tengah, Reza dalam pertemuan di gedung DPRD Pemalang, Jum’at (02/11).
Pertemuan yang digelar merupakan tindak lanjut dari aksi demo sebelumnya. Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, awak angkutan umum di Pemalang menggelar aksi menolak beroperasinya angkutan online di Pemalang.
Baca: Hingga Sabtu Depan, Bus 3/4 Pemalang Demo Tuntut Angkutan Online Dibubarkan
Perwakilan dari angkutan kota, angkutan desa, elf, bus 3/4, pengurus bus dan tukang becak beserta pengurus Grab Pemalang difasilitasi oleh anggota Komis B DPRD Pemalang, Fahmi Hakim beserta Dinas Perhubungan, Polres Pemalang, Bagian Hukum Sekda dan Organda menyepakati beberapa hal.
Menurut Fahmi, pihaknya meminta pemerintah menyusun draft kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya ditambah point kesepakatan dalam pertemuan tersebut. ”Kami meminta Bagian Hukum dan Dinas Perhubungan menyusun draf kesepakatan yang berisi kesepakatan sebelumnya ditambah poin-point tambahan hari ini,” ujarnya.
Fahmi meminta setelah draft selesai termasuk kesepakatan dengan bus antar kota antar provinsi (akap), selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada angota masing-masing.
Ketika dewan menanyakan jumlah mitra yang tergabung dalam Grab, pihak Grab tidak bersedia menyebutkan jumlah mitra yang tergabung dalam Grab Pemalang.
Rapat akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda penandatanganan kesepakatan antara angkutan reguler (konvensional) dengan angkutan berbasis aplikasi.
Usai pertemuan, Jum’at siang, awak angkutan yang melakukan aksi mogok, melanjutkan operasional mereka untuk mengangkut penumpang.
Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, awak angkutan berencana menggelar aksi mogok hingga hari ini, Sabtu (03/11), namun aksi berakhir kemarin selepas pertemuan di kantor dewan kemarin. (WD)










