Kajen, Wartadesa. – Empat belas bangunan Sekolah Dasar (SD) di daerah atas (pegunungan) Kota Santri terancam mengalami longsor. Demikian dikatakan oleh Abdul Ghony, Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Jum’at (10/11).
Keempat belas SD tersebut meliputi, SDN 01 Klesem, SDN Kecil Kasimpar, SDN Bedagung, SDN 01 Tajur, SDN 04 Tlogopakis, SDN 03 Songgodadi, SDN 02 Gembong, SDN 01 Gembong, SDN 02 Gayungwiyoro, SDN 02 Tajur, SDN 02 Werdi, SDN 01 Kaliombo, SDN 03 Lumeneng, dan SDN 02 Kaliboja.
Menurut Abdul Ghony, keempat belas SD tersebut, awalnya dibangun dengan kondisi aman, namun karena kondisi alam dan faktor lainnya, bangunan tersebut rawan longsor. Selain itu karena posisi bangunan berada di tebing dan lereng yang memiliki kontur tanah yang labil.
“Bisa juga karena adanya aliran air baru yang merembas ke tanah di bawah bangunan sekolah, atau karena faktor lain. Sehingga, kondisi bangunan yang semula aman, kini masuk kategori rawan,” tutur Abdul Ghony.
Untuk mengatasi hal tersebut (longsor), lanjut Abdul Ghony, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan dana Rp. 2,8 miliar. “Tahun ini total APBD untuk penanganan sekolah yang terkena rob dan tanah longsor, mencapai Rp2,8 miliar,” tuturnya.
Abdul Ghony mengungkap bahwa sedikitnya 17 SD dan tiga SMP tahun ini mendapat bantuan APBD denan kisaran mulai Rp. 120-200 juta. “Anggaran per sekolah, mulai dari Rp120 juta sampai Rp200 juta. Semua anggaran dari APBD, karena DAK tidak boleh digunakan untuk bencana,” pungkas Ghony. (WD, Eva Abdullah)










