Karanganyar, Wartadesa. – Terbentuknya organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tidak terlepas dari sebuah hobi berbagi informasi. Para brieker, panggilan khusus bagi pecinta komunikasi radio amatir ini, merupakan warga yang punya hobi sama, yakni ‘ngebrik’ yang kemudian menjadi sebuah komunitas.
Dari komunitas inilah, kemudian terbentuk organisasi Radio Antar Penduruk Indonesia (RAPI) pada 10 Nopember 1980.
“Sebelum terbentuk organisasi RAPI, anggota merupakan warga masyarakat yang hobi ngebrik (komunikasi lewat udara_red). Mulanya hanya saling ngobrol, setelah itu warga briker pada tahun 1980 membentuk organisasi yang di namai Radio Antar Penduduk Indonesia, tepatnya tanggal 10 Nopember, yang berbadan hukum dan ditetapkan oleh pemerintah,” demikian di katakan Sumardi Surya, Ketua RAPI Wilayah 35 Kabupaten Pekalongan dalam sambutan di acara HUT RAPI Ke – 17, Ahad(12/2).
Mas Aji (nama udara), salah satu anggota ketika ditanya menjelaskan, selain untuk menambah hubungan silaturahmi, diorganisasi ini juga bisa saling bertukar informasi seputar peralatan ngebrik, ataupun informasi lainya. Dalam moment tertentu kita juga biasanya berkumpul, jadi kami sudah seperti keluarga,” Ucap Aji.
Dari pantauan di lokasi, tak hanya anggota yang berasal dari Kabupaten Pekalongan saja yang hadir, anggota RAPI dari daerah sekitar juga nampak antusias menghadiri acara tersebut. Seperti dari Kabupaten Pemalang, Batang serta Kota Pekalongan. Untuk menghangatkan suasana panitia juga menyuguhkan hiburan musik orgen tungal bersama artis lokal. ***(Eva abdullah)










