close
demo

Kajen, Wartadesa. – Ratusan massa kembali menggelar demo lanjutan di kompleks Pemkab Pekalongan, Kajen. Massa menuntut ketegasan Bupati terkait keputusan atau pernyataan yang tidak melantik Cakades terpilih yang terbukti menggunakan anduman. Senin (09/12).

Demo yang juga digelar pada Kamis, (05/12) sebelumnya, masih mengusung tuntutan yang sama, yakni mendukung pernyataan Bupati yang disampaikan dalam berbagai kesempatan pada pelaksanaan Pilkades serentak, mewujudkan Pilkades yang bermartabat tanpa politik uang atau anduman.

Tangguh Prawiro, Koordinator Lapangan Forum Pekalongan Bergerak (FPB) mengungkapkan bahwa aksi yang digelarnya bukan  persoalan kalah menang dalam Pilkades, tapi menanyakan akan ketegasan bupati terkait keputusan atau pernyataan yang tidak melantik cakades terpilih yang terbukti melakukan anduman.

“Setidaknya bupati memberi ruang aduan memberi reward penghargaan bagi masyarakat yang sudah mengawal betul apa mandatnya. Bukan malah saling lempar seperti ini. Ketika masyarakat dengan tegas mangawal justru berkesan di mentahkan oleh aturan main, ” ujarnya.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi yang menemui perwakilan massa aksi mengungkapkan bahwa  dirinya tetap komitmen tidak melantik kades terpilih yang terbukti melakukan anduman. “Saya sangat setuju sekali siapa saja yang melakukan money politik untuk tidak dilantik tapi tentunya yang susuai hukum acaranya sesuai Peraturan Bupati,” ujarnya.

Asip menambahkan, terkait dugaan pelanggaran administrasi, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali. Sedang kasus yang sudah dilaporkan kepihak kepolisian, ia masih menunggu hasil pemeriksaan pihak terkait.

Asip meminta agar Tim Kabupaten melakukan klarifikasi kembali (terkait permasalahan yang ada) ke Timwas.

Terpisah, Saim, Ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) mengatakan bahwa berkas laporan yang sudah diserahkan kepada pihak kepolisian diantaranya Desa Tembelanggunung Lebakbarang, Rogoselo Doro, Karanganyar, Karangdadap dan lainnya.

Tanggapan bupati yang tidak akan melantik calon kades yang terbukti melakukan praktik politik uang diapresiasi oleh Saim. Menurutnya pihaknya mengapresiasi ketegasan bupati dalam menyikapi anduman.

“Harapan kami deng ditindak tegas praktik money politik bisa memunculkan pemimpin yang bermartabat dan beradab.  Jika hal tersebut dibiarkan (money politic) saya khawatir adanya pemimpin yang biadap, yang tidak memperhatikan hak dan kwajiban sebagai pemimpin.” Ujar Saim. (Eva Abdullah)

Tags : andumandemo pilkadesKajenPekalongan