close
Sosial Budaya

Bulus seberat 1 Kwintal shock dan pinsan, kini dibawa ke Bukur Bojong

bulus

Bojong, Wartadesa. – Penemuan bulus (kura-kura) di Sungai Sengkarang, tepatnya di sungai dekat jembatan tol Desa Rengas Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah oleh Rohmat, warga Rengas, Senin (10/7) dinihari sekitar pukul 01.00 wib membuat heboh warga sekitar.

Wartadesa yang mencoba mendatangi rumah Rohmat di Jalan Raya Rengas-Bugangan, tepatnya di sebelah selatan TK Muslimat NU Rengas, tidak mendapati kura-kura tersebut. Informasi dari Ibu Muni, orang tua Rohmat menyebukan bahwa kura-kura dengan bobot sekitar satu kwintal tersebut sudah dibawa ke rumah istri Rohmat di Babalanlor Rt. 01/01 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan.

Ali Mukti (22), adik Rohmat mengungkapkan, bulus tersebut ditemukan Rohmat bersama enam rekan-rekannya saat sedang mencari ikan di Sungai Sengkarang, di bawah jembatan tol Desa Rengas. “Sekitar jam 01.00 wib, Rohmat menemukan bulus. Biasanya saat ngetet (mencari ikan dengan stroom) hanya mendapatkan ikan, kadang ular air. Namun semalam dia menemukan bulus dengan bobot sekitar satu kwintal,” tutur Ali, Selasa (11/7).

Ali menambahkan, penemuan bulus raksasa tersebut membuat warga sekitar, bahkan desa-desa sekitarnya ramai menonton. “Pagi kemarin, ramai sekali mas, nonton bulus raksasa, warga Rengas bahkan dari Karangdowo, Bugangan dan desa sekitar, juga ikut menonton.” Tambahnya.

Hingga semalam, bulus dalam keadaan terikat tersebut masih menjadi tontonan warga. Bahkan ada pengelola kolam renang di Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni hendak membeli hewan langka tersebut seharga Rp. 2 juta. “Semalam ada yang mau beli, pengelola kolam renang di Langkap, katanya dia berani membeli seharga dua juta,” lanjut Ali.

Sehabis sholat Isya, Senin malam kemarin, Rohmat membawa kura-kura temuannya ke rumah istrinya di Desa Babalanlor Rt. 01/01 Kecamatan Bojong.

Saat Wartadesa mendatangi rumah istri Rohmat, kura-kura temuan tersebut sudah dibawa ke rekan Rohmat, di Desa Bukur Kecamatan Bojong. “Buluse semaput mas …. saiki digowo neng Bukur. Nek sampean langsung ngejar, paling sik tekan neng lampu merah Bojong,” (kura-kuranya pinsan mas … sekarang dibawa ke Desa Bukur, kalau anda langsung mengejar, paling sekarang baru sampai di lampu merah Bojong) tutur istri Rohmat.

Diduga karena shock, kura-kura temuan tersebut pinsan. Higga berita ini diturunkan, Wartadesa belum bisa menjumpai Rohmat yang membawa kura-kura tersebut ke Bukur dengan gerobak. (Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : buluskura-kura