close

Jalan-jalan

Jalan-jalanSosial Budaya

Gowes Mudik, cara asik pulang ke udik

gowes mudik pemalang ikhlas_foto aulia kangsadeva

Jakarta, Wartadesa. – Ada beragam cara warga untuk menikmati mudik di kampung halaman. Bila bagi sebagian warga lebih memilih transportasi bus, kereta, kapal, sepeda motor maupun mobil karena alasan tertentu. Komunitas Gowes Mudik juga mempunyai cara asik untuk pulang ke udik. Yakni dengan menggowes sepeda kesayanganya ke kampung halaman.

Sebelum melakukan mudik, biasanya anggota komunitas saling berbagi informasi terkait kapan akan melakukan mudik dan lewat jalur mana dalam grub media sosial Gowes Moedik.

Seperti yang dilakukan oleh Agunq CokiMamamia Oh Lezatoss yang mencari rekan untuk diajak bersama-sama mudik dengan menggowes sepeda ke Boyolali, “Nyari barengan mudik mas bekasi ke solo/boyolali ..” tulisnya.

Ilustrasi: Sesekali ditengah perjalanan gowes mudiker ini berswafoto. Foto Aulia Kangsadeva

Mudik dengan menggunakan sepeda kayuh merupakan kesenangan tersendiri bagi pelakunya. Seperti yang dilakukan oleh Raharjo (41) saat mudik tahun lalu. Pria asal Madiun tersebut mengayuh sepeda miliknya dari Cikopo, Bandung , Jawa Barat pulang kampung.

Selama empat hari, Raharjo mengayuh sepedanya dari Bandung hingga sampai Bantul. Sesekali dia mengabadikan aktivitasnya dengan berswafoto di lokasi-lokasi yang unik.  Selama perjalanan menggunakan sepeda, Raharjo mengaku tetap menjalankan ibadah puasa.

Ilustrasi: Istirahat sejenak sembari menikmati indahnya alam. Foto Dudeng Abidin

Menurut Raharjo, untuk melakukan perjalanan mudik dengan sepeda dibutuhkan usaha dan stamina yang luar biasa. Kadang ditengah perjalanan harus diguyur hujan yang deras, terik matahari, berpapasan dengan kendaraan besar dan harus melewati tanjakan dan turunan yang menguras tenaga.

Raharjo mengaku sudah melakukan perjalanan gowes mudik empat kali.

Hal yang sama dilakukan oleh Kusrelahadi (32), pria yang bekerja di Jakarta tersebut pada mudik lebaran tahun lalu (2017) memilih gowes mudik dari Jakarta ke Tasikmalaya, kampungnya.

Kusrelahati melakukan gowes mudik tahun lalu dari Jakarta ke Tasikmalaya. Foto: Detik

Kusrelahadi mengaku nekad mudik menggunakan sepeda karena hobinya bersepeda. Warga Kampung Pancasila, Desa Bebedahan, Kecamatan Lengkong, Tasikmalaya, ini bertekad menyusuri rute Jakarta-Tasikmalaya. Dengan menempuh waktu empat hari, akhirnya dia sampai di kampungnya.

Cerita unik dialami oleh Muhammad Abu Daud, demi membujuk istrinya untuk rujuk, dia pulang kampung dari Solo ke Cilacap dengan menggunakan sepeda gunung. Pria berusia 31 tahun tersebut, tahun lalu menerima cobaan keluarga, pisah dengan istrinya.

Demi membujuk istrinya, Daud menggunakan sepeda gunungnya pulang kampung, hanya berbekal pakaian seadanya dan tas.

Daud memulai perjalanannya dari Solo pukul 06.00 WIB dengan menyusuri Solo, Klaten, Jogja, Bantul, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas hingga Cilacap.

Setelah menempuh jarak 130 kilometer, dari rumah Daud di Perumnas Mojosongo, Solo, dia sampai ke rumah mertuanya di Tritihkulon, Cilacap.

Mudik dengan sepeda tidak hanya dilakukan oleh kaum lelaki, Hatning Natalia Maindra (36), warga Blora yang tinggal di Bandung, juga tahun lalu melakukan aksi gowes mudik. Hatning mudik ke kampung halamannya dengan mengayuh sepeda onthel dari Bandung pada 17 Juni 2017 dan sampai Semarang pada 20 Juni 2017.

Hatning Natalia Maindra, perempuan yang tinggal di Bandung ini melakukan mudik ke kampungnya di Blora dengan sepeda pada tahun lalu. Foto: Info Blora

Hatning mengaku dalam perjalanannya, kendala yang paling berat dilewati adalah ketika sampai di alas roban, Batang. Ban depan sepedanya pecah hingga dia harus menggantinya.  Dia sengaja melakukan mudik dengan sepeda untuk mengkampanyekan bahwa sepeda juga bisa digunakan untuk transportasi mudik.

Selain kampanye untuk gowes mudik, Hatning juga ingin membuktikan bahwa wanita juga mampu bersepeda dengan jarak jauh hingga ratusan kilometer. (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Begini alasan pemudik Pekalongan memilih menggunakan motor, catat jalurnya

mudik dengan motor

Pekalongan, Wartadesa. – Beberapa tahun belakangan ini, pemudik menggunakan motor terus menunjukkan trend peningkatan. Mudik menggunakan motor dinilai lebih ekonomis dan memudahkan pengguna sampai rumah, ketimbang dengan menggunakan moda lainnya seberti bus, kereta dan sebagainya.

Meski pemerintah maupun pihak lainnya menyediakan mudik gratis bagi warga, namun, menurut pakar komunikasi Universitas UnikaSoegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, pemudik menggunakan motor akan sulit dilarang.

Dilansir dari Antara, Djoko mengungkapkan bahwa kenaikan pemudik yang menggunakan motor diperkirakan naik 106 persen. Untuk tahun ini diprediksi sebanyak 6,39 juta pemudik menggunakan motor.

Dipilihnya motor sebagai sarana mudik dikarenakan buruknya atau bahkan tidak adanya angkutan umum di tempat tujuan pemudik.

Pemerintah menghendaki pemudik untuk menggunakan angkutan umum, tetapi keberadaan angkutan umum di daerah-daerah semakin memburuk dan tidak mendapatkan perhatian. Masih menurut Djoko.

Untuk memastikan bahwa mudik menggunakan motor, aman, pemudik harus memperhatikan banyak hal. Seperti beristirahat setiap dua jam perjalanan, tidak membawa muatan barang berlebihan dan tidak mengendara motor melebihi dua orang.

Sesuai PP Nomor 74/2014 ketentuan motor yang dipakai harus sesuai dengan aturan,  seperti lebar barang muatan tidak boleh melebihi stang kemudi, tingginya kurang dari 900 milimeter dari tempat duduk.

Pemudik asal Jawa Tengah, seperti Pekalongan dan sekitarnya, mudik menggunakan motor merupakan pilihan favorit. Mereka lebih memilih jalur Pantura karena karakteristik jalan yang mudah dipahami bagi pemula, kondisi jalan yang minim persimpangan dan mudahnya mendapatkan akses rest area di sepanjang jalan.

Bagi warga Pekalongan yang akan menggunakan motor sebagai sarana mudik, bisa memulai perjalanan dengan menyusuri Jalan Raya Bekasi hingga ke Karawang. Kemudian mauk ruas jalur Cikampek, kemudian ke Simpang Jomin, dilanjutkan melewati Cikalong, Ciasem hingga Cirebon.

Selain itu, ada jalur alternatif dengan melewati jalur Krasak setelah melewati Karawang. Kemudian melintas ruas jalur Cikalong atau melewati Blanakan, keluar di jalur Ciasem, setelah itu langsung ke Cirebon.

Lepas dari Cirebon, pemudik yang menuju ke wilayah Jawa Timur bisa melewati jalur utama dengan melewati Losari-Pejagan-Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Mudik Ke Pekalongan? Begini rincian tarif tol Jakarta-Pekalongan

tarif tol jakarta pemalang

Pekalongan, Wartadesa. – Mudik lebaran tinggal menghitung hari. Bagi warga Pekalongan yang tinggal di Jakarta dan sudah bersiap-siap untuk melakukan mudik tahun ini harus merogoh kocek lebih dalam bila memilih jalur tol untuk mudik kali ini.

Berikut hitung-hitungan biaya tambahan tol, jika pemudik memanfaatkan mudik kali ini melewati jalur tol Jakarta-Pekalongan.

Ada lima ruas tol yang dilalui pemudik Pekalongan yang melewati jalur tol, yakni Tol Jakarta-Cikampek 73 km, Cikopo-Palimanan (Cipali) 116 km, Palimanan-Kanci 28,8 km, Kanci-Pejagan 35 km, Pejagan-Pemalang 57,5 km. Dan dilanjutkan dengan Tol Fungsional Pemalang-Pekalongan-Batang.

Hitung-hitungan yang dilakukan oleh admin Pemalangan, pemudik akan merogoh kocek sekitar Rp. 201.500 untuk bayar tol.

Skema transaksi di pintu tol diperkirakan tetap sama seperti tahun lalu, yakni dibagi sistem cluster terintegrasi, baik tunai maupun non-tunai.  Untuk cluster 1 mencakup Jakarta-Cikampek-Purbaleunyi-Cipali. Selanjutnya cluster 2, meliputi Palimanan-Kanci, Pejagan-Pemalang.

Hitung-hitungan tarif tol hingga Pekalongan sebagai berikut, dari Gerbang Cikarang Utama menuju Palimanan dikenakan tarif integrasi sebesar Rp 109.500.,-

Selanjutnya pengguna jalan akan mengeluarkan uang sebesar Rp 11.500 untuk tol Palimanan-Kanci, lalu Rp 21.500 untuk tol Kanci-Pejagan.

Pada ruas Pejagan-Pemalang, jika sudah beroperasi secara penuh jaraknya sepanjang 57,5, maka estimasi biaya yang dikenakan mencapai Rp 57.500 dengan tarif Rp 1.000/km.

Sedang ruas tol Pemalang hingga Gringsing (Batang) masih fungsional, sehingga masih bisa dinikmati dengan gratis. Bagi pemudik asal Pekalongan bisa keluar melalui pintu tol Bojong/Babalanlor.

  1. Tol Cikarang – Palimanan = Rp. 109.500,-
  2. Palimanan-Kanci = Rp. 11.500,-
  3. Kanci-Pejagan = Rp. 21.500,-
  4. Pejagan-Pemalang = Rp. 57.500,-
  5. Pemalang-Pekalongan = Gratis

Jadi jika dijumlahkan biaya tarif tol tersebut adalah sekitar 201.000.,-

Siapkan minimal saldo di kartu tol anda cukup, karena takutnya sudah tidak bisa lagi melakukan transaksi tunai lewat jalan tol.

Semoga mudik Anda membawa berkah. (Faruk/Pemalangan)

 

Terkait
Penerima ganti rugi tol rawan kejahatan

Polres Pekalongan melakukan pengamanan warga desa Karangsari penerima ganti rugi lahan tol, Kamis (20/10). Foto: Eva Read more

Jalan rusak, warga Pegandon demo

Warga Desa Pegandon menutut perbaikan jalan yang rusak akibat proyek jalan tol Pemalang-Batang, Senin (31/10). Foto: Tribratanewskajen Karangdadap, Wartadesa. - Read more

Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Scooteris Tim Ekpedisi Kebangsaan disambut Bupati Pekalongan

tim ekspedisi sampai pekalongan

Tirto, Wartadesa. – Tim Ekspedisi Kebangsaan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) tiba di Kabupaten Pekalongan. Tim scooteris  yang terdiri dari 30 orang ini disambut oleh orang nomor satu di Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi dan Dandim Pekalongan. Setelah sebelumnya melakukan berbagai kegiatan di Desa Wuled, Kecamatan Tirto.

Tim yang dilepas sejak 05 Mei 2018 dari Jakarta kemarin bertolak dari Pemalang setelah sebelumnya singgah di Cirebon dan Tegal. Mereka mampir di Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Rabu (09/05).

Ahmad Fanani, Ketua Tim Ekspedisi yang mengusung jargon Keberagaman Kegembiraan” mengungkapkan bahwa tim tidak semata diikuti oleh kalangan Pemuda Muhammadiyah, namun dari beragam kalangan,.

“Jadi yang ikut ekspedisi ini tidak semua adalah dari Pemuda Muhamamdiyah, bahkan dari tim kami juga ada yang beragama selain Islam, karen jargon kami dalah keberagaman kegembiraan jadi kami ini benar-benar beragam dan kami bisa bergembira.” Ujar Fanani.

Keberagaman di bumi nusantara ini perlu dipupuk mengingat saat ini Indonesia diguncang dengan kesenjangan seperti adanya penyerangan terhadap para ulama. Dan yang saat ini sedang marak yakni perang tagar @2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi. Hal-hal demikian menjadi penyebab kesenjangan dikalangan warga.

Melalui ekspedisi ini Pemuda Muhammadiyah mengaharapkan agar kesenjangan yang terjadi bisa teredam, seperti jargon yang dibawanya yakni “Keberagaman Kegembiraan” yang maknanya bahwa kita bisa gembira karena kita beragam.

Tim ekspedisi yang tiba di Wuled disambut dengan beragam kegiatan seperti penampilan marching band PCPM Wuled, kerja bakti membersihkan mushola Aisyiyah Wuled, pengajian, pembagian sembako dan makan siang bersama kaum duafa.

Tim kemudian hadir di Pendopo Rumah Dinas Bupati dengan konvoi dari Wuled ke rumdin Bupati yang diikuti oleh segenap Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan. (Eva Abdullah)

 

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Ekspedisi Kebangsaan disambut meriah di Pemalang

ekspedisi

Pemalang, Wartadesa. – Ekspedisi Kebangsaan Menggembirakan Keberagaman yang digagas Pimpinan Pemuda Muhammadiyah, Selasa (08/05) telah sampai di Pemalang. Peserta ekspedisi disambut meriah  dengan tembang “Raon-Raon”. Tembang yang dinyanyikan untuk menggembirakan Indonesia di tengah laku politik yang penuh kengerian dan kerakusan.

Yuk kawan-kawan yang akan dimampiri tim ekspedisi hafalkan dan nyanyikan lagu ini (Raon-Raon). Kita gembirakan Indonesia ditengah laku politik yang penuh kengerian dan kerakusan. Ajak Dahnil Anzar Simanjuntak. Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Peserta ekspedisi selepas dari Tegal langsung menuju ke Pemalang, mereka menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pemalang, di Kampus Pendidikan SMP Muhammadiyah 2 Comal.

Tim Ekspedisi Kebangsaan yang dipimpin Ahmad Fanani Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah berangkat dengan mengambil start dari Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dihadiri tokoh nasional diantaranya Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Muhaimain Iskandar, Ignatius Jonan dan tokoh lainnya, melalui jalur Pantura untuk kemudian akan melanjutkan ke seluruh pelosok Indonesia.

Tim yang menggunakan scooter tiba sekitar pukul 17.30 WIB langsung disambut segenap pengurus PDPM Pemalang, KOKAM, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Comal dan Pandu HW SMP Muhammadiyah 2 Comal.

Koordinator kegiatan, A Roni Sulaiman berharap ekspedisi berjalan lancar,  ”kami juga berharap kegiatan ekspedisi ini berjalan lancar sesuai dengan rencana, dan Pemuda Muhammadiyah dengan Ekspedisi Kebangsaan ini benar- benar mampu menjadi solusi yang menggembirakan ditengah- tengah keberagaman, dan bisa mewujudkan Indonesia yang maju berkeadilan”.

Hal senada diungkapkan oleh Zaenudin Ahpandi, Ketua Umum PWPM Jawa Tengah, ”kegiatan ini bertujuan menggembirakan keberagaman dan dalam rangka memajukan Indonesia, kegiatan ini selain diikuti oleh PP Pemuda Muhammadiyah juga diikuti scooteris dari berbagai komunitas bahkan peserta berasal dari beberapa daerah salah satunya Palembang”, ungkap Zaenudin Ahphandi.

Menurut Ahmad Fanani, peserta ekspedisi melakukan beragam kegiatan kemanusiaan seperti bersih-bersih rumah ibadah dan membuka Warung Duafa di seluruh wilayah yang dihampiri, serta banyak lagi kegiatan kebangsaan lainnya.

Usai dari Pemalang, tim melanjutkan ke Kabupaten Pekalongan dengan melakukan silaturahmi ke Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Wuled, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, pada malam harinya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Petador jaga kerukunan antar umat Beragama

pelador

Talun, Wartadesa. – Komunitas Motor Trail Petung, Talon Doro (Petador) mengadakan kegiatan bakti sosial di Desa Jolotigo Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan. Gelaran acara tersebut dilaksanakan di Lapangan olahraga desa setempat, Ahad (06/05).

Aksi ratusan anggota Petador juga menjadi hiburan warga setempat. Warga dan anggota komunitas bahu-membahu dalam kegiatan sosial tersebut.

Ketua panitia, Asadillah mengatakan, Petador ingin selalu bisa hadir di masyarakat tak sebatas olah raga saja.
“Kami membuktikan bahwa anak motor tak hanya garang di jalanan saja, akan tetapi kami (Petador) juga mampu menjalin dan menjaga hubungan antar umat beragama, dengan turut serta dalam pembangunan tempat ibadah seperti Masjid dan Gereja,” ujarnya.

Saya berharap, masih menurut Adil, semua anggota Petador harus mampu menjalin dan menjaga hubungan antar umat beragama, demi terciptanya ketentraman dalam bermasyarakat.

“Dari ratusan anggota yang kami miliki, kami punya agenda pertemuan paling tidak sebulan sekali, selain membahas tentang motor disitu biasanya kami membahas rencana kegiatan sosial, supaya ada kesinambungan hubungan baik antara komunitas dengan masyarakat,” imbuh Adil. (Eva abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Ini bakul sego megono rekomendasi wong ngkalongan

nasi_megono__pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Sego megono bagi wong ngkalongan (warga Pekalongan) tak bisa dilepaskan dari menu makan sehari-hari. Belum lengkap rasanya, bagi wong ngkalongan, bila sehari belum kepentok (bertemu) dengan sego megono.

Sego Megono, atau Nasi Megono merupakan makanan khas dari daerah pantura Jawa Tengah. Makanan ini biasa ditemukan dan sangat familiar di daerah Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, sampai Kabupaten Pemalang. Megono berasal dari daerah  Pekalongan, karena makanan ini paling banyak ditemukan di warung-warung sepanjang jalan di Pekalongan.

Nasi Megono terdiri atas nasi yang diatasnya diberikan cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa  beserta bumbu-bumbu lainnya. Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang.

Berikut ini warung megono yang direkomendasikan wong ngkalongan melalui laman media sosial Warta Desa, beberapa waktu lalu.

Tri Puntodewo
WARUNG MAKAN SEGO MEGONO PAK RA’ANI DESA DUWET KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN..

Hufron Ahmad
sego megono pak wage pertigaan tugu duren karanganyar ngarep balai benih ikan.alasannya enak,murah meriah.sego @1500,gorengan @500,teh anget @2000.maturnuwun #salammegono

Sis Woo
Sego megono go lek mus.alamat babalan kidul.Bojong-Pekalongan.alesannya murah meriah sego@1000 gorengan@ siji 500 gede gede..teh mnis @1000.dijamin wareg tur wenaaaaak pol….
#salam sego megono

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

17 ribu pepes ikan ludes diserbu pengunjung

rekor muri ikan pepes

Batang, Wartadesa. – 17 ribu pepes ikan dan sego megono dalam sekejap ludes diserbu pengunjung yang sejak pagi menghadiri acara pemecahan rekor Muri pepes ikan terbanyak di sepanjang jalan Yos Sudarso Batang. Ahad (22/04).

Ribuan pengunjung berdesak-desakan, tak sabar meyerbu sajian pepes yang disediakan oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang. Pengunjung langsung menyerbu hidangan yang disajikan dalam meja memanjang, saat mendengar suara peluit, pertanda pembagian pepes.

Pria wanita, tua muda semua berdesak-desakan berebut pepes ikan. Tanpa dikomando mereka langsung merangsek menuju meja dengan aneka pepes ikan dan sego megono di sepanjang jalan desa setempat.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa butuh perjuangan berat untuk mendapatkan pepes ikan tersebut, “Butuh perjuangan ekstra mas … harus berdesak-desakan untuk mendapatkan pepes ikan,” tutur Nurul Huda, warga Warungasem.

Aneka ikan pepes tersebut sebelumya disiapkan oleh lebih dari seratus orang warga Dukuh Ketandan Kelurahan Proyonangan Utara, Kecamatan Batang, sejak kemarin. Mereka rela begadang untuk menyiapkan lebih dari 16 ribu ikan pepes.

Rekor Muri pepes ikan terbanyak pernah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Tanjung Enim, Sumatera Selatan sebanyak 14 ribu. (Eva Abdullah) 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Minum kopi, selamatkan Owa Jawa Petungkriyono

kopi hutan sokokembang

Petungkriyono, Wartadesa. – Bagi penikmat kopi, kopi hutan atau kopi liar akan terasa lebih nikmat ketimbang jenis kopi yang dibudidayakan dari hasil perkebunan. Pecinta kopi dapat menikmati kopi hutan yang ada di hutan Sokokembang, Petungkriyono. Berada di ketinggaian 1.400 mdpl, kopi jenis ini menjadi luar biasa nikmatnya.

Adalah Tasuri, pria jebolan kelas 4 SD, aktivis alam yang juga satu-satunya pengelola kopi hutan liar di Petungkriyono yang memproduksi Kopi Owa. Sejak 2007 lalu, dia mengelola kopi hutan liar yang menjadi makanan alami kawanan luwak dan surili liar.

Kedai kopi hutan di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

Banyaknya tanaman kopi di hutan Sonokembang Desa Kayu Puring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, yang tumbuh liar hingga tinggi sekali, bahkan berdiameter besar sampai seukuran satu pelukan, menarik hati Tasuri untuk mengelola kopi hutan.

Bersama istrinya, Kunapah yang mendirikan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nyi Parijotho mengolah Kopi Owa bersama kaum perempuan di Petungkriyono. Sejak 2013 rumah Tasuri berfungsi sebagai Omah Kopi dan home stay bagi para wisatawan.

Ketertarikan Tasuri untuk menekuni pengelolaak kopi hutan adalah bentuk komitmennya melindungi hutan Sokokembang dan Owa Jawa. Dengan pangsa pecinta ‘kopi specialty’, kelompoknya tetap mempertahankan kopi hutan. Meski awalnya banyak warga yang membuka hutan untuk berkebun kopi, warga tetap diarahkan untuk mempertahankan kopi hutan.

Tasuri berfoto dengan kopi produksi KUB Nyi Parijotho di rumahnya yang disulap sebagai Omah Kopi. Foto: Bisnis

Tasuri mengajak warga untuk menggunakan kopi hutan dan tidak boleh membuka hutan lagi. Meski permintaan kopi hutan tinggi, Tasuri tetap mengontrool para petani untuk tidak membobol hutan dan membka lahan perkebunan kopi, demi menyelamatkan habitan Owa, Elang dan Macan Jawa.

Setidaknya 40 keluarga di Sokokembang telah bergabung dalam usaha pengelolaan Kopi Owa dalam KUB Nyi Parijotho. Sebagai komoditas kopi primium eksotis yang sangat langka. Produksi kopi hutan tidak bisa massal. Satu tahun hanya bisa panen sekali, yakni pada bulan Mei-Juni. Dengan produksi sekitar 25 kwintal.

Pengelola Sokokembang EcoAdventure ini sengaja membatasi kopi Owa Jawa agar menjadi magnet bagi para pelancong. Kuatitas kopi Owa Jawa jelas istimewa karena organik, hingga tidak menyebabkan perut kembung.

Secara fisik, biji kopi hutan jauh lebih kecil ketimbang kopi perkebunan, namun massa kopi hutan lebih padat dengan aroma yang lebih kuat, karena menggunakan ceri kopi merah.

Tasuri juga mengembangkan kopi luwak hutan asli, bukan luwak penangkaran seperti kebanyakan kopi luwak. Mengingat sangat langka, kopi jenis ini dubandrol dengan harga fantastis, Rp. 2,5 juta perkilogram.

Tertarik menikmati kopi hutan sambil beramal menyelamatkan Owa Jawa? Tak ada salahnya bila kita berkunjung ke Sokokembang, sembari belajar mengolah kopi hingga menjajikan dalam secangkir kopi hangat dan nikmat. Apalagi dinikmati dalam suasana gemericik air terjun dan hutan ‘Amazon Asia’ Petungkriyono.

Tinggal pilih kopi robusta, arabika, liberica, exelca, peaberry bahkan kopi luwak asli hutan Sokokembang. (Eva Abdullah. Dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Jalan rusak dikeluhkan wisatawan Petungkriyono

petungkriyono

Petungkriyono, Wartadesa. – Jumlah wisatawan di Petungkriyono menurun drastis lantaran akses jalan menuju obyek wisata Curug Muncar masih rusak. Rusaknya jalan akses menuju obyek wisata di Petungkriyono tersebut dikeluhkan oleh wisatawan.

“Pemandangannya indah, sejuk dan bikin seger … sayang jalan menuju ke obyek wisata Curug Muncar rusak dan sulit dilewati sehabis hujan atau ketika jalan basah,” ujar Arie Darmawan, wisatawan dari Pemalang, Jum’at (20/04).

Kondisi jalan yang belum segera diperbaiki tersebut juga dikeluhkan oleh pedagang di destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan tersebut.

“Kondisi jalan ke Curugmuncar yang rusak ikut menyokong sepinya pengunjung mas, warung dan cateringpun jadi sepi pesanan,” tutur Rahmawati, salah seorang pengusaha rumahan catering.

Menurut Rahmawati, sebelumnya saat jalan bagus dan banyak pengunjung ke Negeri diatas Awan, warung dan usaha katering yang dilakukan oleh warga setempat ramai.

“Dulu saat pengunjung banyak karena jalannya bagus, banyak yang pesan makanan dan snack dari tempat saya, Alhamdullihah bisa menutup kebutuhan sehari-hari. “Namun karena akhir-akhir ini pengunjung sedikit, kadang tidak ada pesanan,” lanjutnya.

Kerusakan parah terjadi di daerah Kasimpar hingga Kecamatan dan  dari Kota Kecamatan hingga Curug Muncar, Petungkriyono. Sementara bila pengunjung datang dari arah Karangdadap ke arah Doro, kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Kedungkebo Kecamatan Karangdadap. Sedangkan pengunjung yang melewati jalur Kedungwuni-Doro, kerusakan jalan yang parah mulai dari Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni.

Sebelumnya pada Juli 2017, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Tahun 2017, Pemkab Pekalongan membuka lelang untuk perbaikan jalan Petungkriyono dengan alokasi anggaran yaitu Jalan Kroyakan-Petung (12,3 miliar), Jalan Sikucing- Gumelem (4 miliar), Jalan Songgodadi – Curugmuncar (3,5 miliar), Jalan Yosorejo – Curugmuncar (2,5 miliar), serta jembatan Curug (250 Juta) dan jembatan Gondang (500 juta).

Beberapa kali proyek perbaikan jalan di Petungkriyono mengalami gagal lelang. Penyebab gagal lelang tidak disebutkan oleh pejabat berwenang di Kota Santri.

Kondisi sarana-prasarana obyek wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mendatangi obyek wisata, termasuk Petungkriyono yang ditetapkan sebagai National Nature Heritage tersebut. (Eva Abdullah)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya