close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

20 Obyek Wisata di Batang yang harus anda kunjungi

1pagilaran

Kabupaten Batang ternyata memiliki berbagai obyek wisata yang sangat indah dan menarik, mulai dari wisata alam, religi, sejarah hingga budaya yang menarik untuk dijelajahi lebih dalam. Jika anda ingin berkunjung dan berlibur di Kabupaten Batang, berikut 20 tempat wisata yang dijamin tidak akan rugi untuk dikunjungi.

  • 1. Kebun Teh Pagilaran Kebun teh Pagilaran merupakan kawasan perkebunan teh yang mempuenyai luas kurang lebih sekitar 1,1 hektar. Kawasan perkebunan teh ini berada di ketinggian 1000 mdpl. Jika anda mengunjungi wisata alam batang ini, akan disuguhkan hamparan hijau kebun teh. Bercampur dengan sejuknya udara khas pegunungan Dieng. Selain itu, anda bisa melihat langsung proses memanen teh yang dilakukan oleh penduduk sekitar.

Sumber: Tempat Wisata Keluarga

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Tradisi Syawalan di Kota Santri meriah

megono syawalan2

Kajen, Wartadesa. – Pelaksanaan tradisi Syawalan (satu pekan selepas Idulfitri) di Kota Santri Berlangsung meriah. Gunungan Gebral setinggi 275 cm, yang dibuat masyarakat Kelurahan Pekajangan Gang 20, Kecamatan Kedungwuni, Kamis (21/6/2018), mengawali rangkaian kegiatan syawalan di Kabupaten Pekalongan, yang dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan  Asip Kholbihi.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi membuka Gunungan Gebral pada tradisi Syawalan di Kelurahan Pekajangan

Kegiatan masyarakat untuk memeriahkan syawalan, menjelang sepekan setelah hari raya Idulfitri tersebut, sudah menjadi tradisi masyarakat setempat sejak 20 tahun lalu, dan terus dilestarikan. Sedangkan gebralsendiri merupakan makanan tradisional, yang sekarang ini cukup sulit ditemui lagi.

Sebelum dipotong secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi,  gunungan gebral tersebut diarak, di lingkungan setempat. Kemudian diperebutkan oleh ribuan masyarakat yang hadir pada perayaan tradisi masyarakat tersebut.

Seperti di Pekajangan, warga Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, menggelar Syawalan dengan menggelar gethuk terpanjang. Gethuk yang sudah dibuat warga satu hari sebelumnya, dipajang sepanjang Gang 9 Ambokembang. Sabtu (23/06).

Warga Desa Ambokembang menyiapkan Gethuk Lindri terpanjang pada tradisi SyawalanGethuk Lindri sepanjang hampir 350 meter ini dibuka oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Warga Ambokembang menyiapkan Syawalan Getuk Lindri dengan menghabiskan singkong 1,5 ton, 250 kelapa dan 60 kg gula aren serta 10 kg gula pasir.

Gethuk Lindri Syawalan terpanjang diserbu warga

Tradisi Syawalan lainnya di Kota Santri, yakni, warga Desa Podo menggelar Gunungan Lengko. Tradisi Gunungan Lengko tersebut digelar untuk kali pertama.   Warga membuat 10.000 Lengko, kemudian Gunungan Lengko diarak keliling kampung untuk memeriahkan Syawalan.

Gunungan 10 ribu lengko di Desa Podo Kedungwuni siap diarak

Sementara itu di Linggo Asri, ribuan pengunjung warga Kabupaten Pekalongan,  Sabtu (23/6) pagi tadi meramaikan kegiatan kirab budaya, termasuk Gunungan Sego Megono. Acara dibuka oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Kirab dimulai dari  halaman Kantor Kepala Desa Linggo Asri. Selanjutnya peserta kirab akan finish di obyek wisata Linggo Asri dan sego megono gunungan akan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menunggu.

Ribuan warga sengaja datang untuk berebut makanan khas daerah setempat berupa Nasi Megono dalam bentuk gunungan. Bukan hanya warga lokal saja, namun tradisi Syawalan ini juga di kunjungi oleh warga dari luar Kabupaten Pekalongan, seperti Pemalang, Batang dan Banjarnegara.

Gunungan Sego Megono pada tradisi Syawalan di Linggo Asri Pekalongan

Sebelum Nasi Megono gunungan menjadi rebutan, para pengunjung di tempat wisata alam Linggo Asri juga disuguhi pertunjukan tarian khas pesisir pantura, yang dimainkan para seniman Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,  dalam sambutannya mengajak kita untuk menjadikan acara Syawalan sebagai ajang bersilaturahmi, berkumpul bersama dan saling berbagai kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan Syawalan adalah tradisi yang bagus yang perlu dipertahankan karena mengandung beberapa makna seperti sebagai wahana untuk ajang silaturahmi diantara jajaran Pemerintah dengan masyarakat. “Disamping itu, tradisi Syawalan ini juga bagus dalam rangka untuk mengembangkan potensi daerah Kabupaten Pekalongan,” tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Kodim, Polisi dan Satpol PP lakukan patroli balon udara

balon tambat

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Menindak lanjuti Peraturan Menteri Perhubungan terkait larangan menerbangkan balon udara, pihak Polres bersama Kodim dan Satpol PP Kota Pekalongan menggelar patroli di tempat-tempat warga biasa melepas balon udara.

“Kami dari Polres Pekalongan Kota sifatnya membantu Airnav untuk sosialisasi bahaya menerbangkan balon udara, bersama dengan Babhinkamtimbnas, Polsek terkait, Menteri Perhubungan juga,” tutur Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Budi Subawa, Ahad (17/06).

Foto pelepasan balon udara di Kota Pekalongan pada jaman dulu. Foto: sumber kotapekalongan.com

Patroli yang dilakukan tersebut dilakukan sejak Sabtu kemarin. “Pada sabtu 16 Juni 2018, kami dari Polres Pekalongan Kota dan Kodim Pekalongan, Satpol PP, melaksanakan patroli terpadu, menyasar wilayah tempat masyarakat yang biasanya menerbangkan balon udara,” imbuh I Wayan Budi Subawa.

Menurut Budi, patroli yang dilakukan masih bersifat persuasif,  “Hasilnya masih sifatnya persuasif, memberikan sosialisasi bahaya apabila melepas balon udara,” lanjutnya.

Senada dengan pemerintah setempat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan mengimbau kepada masyarakat khususnya warga nahdliyin Kota Pekalongan untuk tidak menerbangkan balon udara pada perayaan tradisi Syawalan.

Menurut Rais PCNU, KH Zakaria Ansor penerbangan balon udara membahayakan penerbangan. Disamping itu juga membahayakan lingkungan seperti kebakaran, “Melihat kondisi kawasan udara Pekalongan dan sekitarnya merupakan kawasan penerbangan padat, saya mengajak warga nahdliyin untuk tidak melakukan penerbangan balon,” ujarnya, Ahad (17/06).

Zakaria melanjutkan bahwa penerbangan balon oleh warga banyak segi madharatnya, sehingga dirinya mendukung panitia Syawalan yang bekerjasama dengan pihak ketiga, menggelar festival balon. “Saya mendukung festival balon udara, karena bisa mengurangi potensi gangguan penerbangan,” tandas Kiai Zakaria.

Pelarangan menerbangkan balon udara di Pekalongan, menjadi polemik panjang antara warga dengan pemerintah setempat. Warga mengeluhkan dan mengeluarkan uneg-unegnya untuk tetap menjaga tradisi “ngeburke balon” saat Syawalan dalam grub media sosial Pekalongan.

Himbauan pemerintah untuk tidak menerbangkan balon dilakukan oleh Pemkot Pekalongan sejak 2015 lalu. Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan bahwa meski Pemkot melarang pelepasan balon ke udara namun hal tersebut tidak menyurutkan warga untuk tetap melepas balon udara buatan mereka.

“Meskipun sudah ada imbauan dari Pemkot agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara, karena dikhawatirkan bisa menngganggu penerbangan. Namun hal itu tampaknya tidak menyurutkan niat warga kota batik untuk kembali menerbangkan balon-balon terbuat dari plastik dan kertas tersebut. Bahkan banyak pula warga yang memasang rentengan petasan pada balon-balon itu.” Tulis pekalongankota.go.id.

Tradisi balon udara pada Syawalan di Pekalongan sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam. Tradisi melepas balon udara awalnya dilakukan oleh warga Indo-Eropa yang menetap di Kota Pekalongan pada saat masa penjajanan Belanda. Sedang petasan yang mengikuti balon, dibawa oleh warga keturunan Tionghoa ketika merayakan hari raya. Kedua tradisi tersebut oleh warga Pekalongan dipadukan dan dilakukan secara turun-temurun hingga saat ini. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Arus Balik dibuka 18 Juni

mudik

Semarang, Wartadesa. – Jalur tol fungsional untuk arus balik akan kembali dibuka pada 18 Juni mendatang atau Senin selepas lebaran. Jalur tol fungsional tersebut tetap akan diberlakukan satu arah saja. Seperti jalur Batang-Pemalang-Brebes, akan diberlakukan satu arah dari Semarang ke Jakarta (timur ke barat).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono mengungkapkan bahwa tol fungsional hanya akan dibuka satu arah saja saat arus balik Lebaran, termasuk tol fungsional Solo hingga Brebes.

“Senin (18/6) mulai pukul 06.00 WIB akan dibuka untuk arus balik,” kata Kapolda di Semarang, Rabu, 13/06).

Condro menambahkan hingga H+1, jalan tol fungsional masih dibuka untuk arus balik. Menurut dia, para pemudik diperkirakan kembali usai berlebaran di kampung halamannya mulai Senin (18/6). “Ada waktu tiga hari, Senin sampai Rabu (20/6) masih libur cuti bersama,” katanya.

Kapolda menilai waktu tiga hari tersebut cukup panjang bagi pemudik yang akan balik ke tempatnya bekerja. Untuk sementara, lanjut dia, tol fungsional akan dibuka mulai 18 hingga 20 Juni.

Selanjutnya, pengoperasian jalur tol fungsional akan dievaluasi dulu. “Kami lihat Senin sampai Rabu dulu, kalau memang masih tinggi akan dibuka,” pungkas Kapolda. (Eva abdullah/ant)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Habis lebaran, warga sudah bisa ke Karimunjawa dari Pelabuhan Batang

pelabuhan-batang_20180123_193240

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang akan secara serius merealisasikan ide pembuatan rute Pelabuhan Batang-Karimunjawa untuk mendukung program pariwisata yang diusung. Hal ini akan diwujudkan sebagai respons kehadiran pembangunan pelabuhan niaga yang sekarang masih dalam proses pengerjaan.

”Kita ingin nanti ada kapal pariwisata yang membawa penumpang dari Batang ke Karimunjawa. Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang agar program ini bisa secepatnya dilakukan,” ujar Bupati Wihaji, Minggu (10/6).

Dia menyampaikan, ide-ide terobosan terus dilakukan dirinya untuk mendukung program pariwisata yang sekarang jadi prioritas. Salah satunya adalah membangun konektivitas pariwisata antara daerah. Dirinya melihat potensi yang besar dengan keberadaan pelabuhan niaga di Batang, apalagi tidak semua daerah memilikinya.

”Kita ingin mengembangkan pelabuhan Batang dengan konsep 4 in 1. Dalam satu kawasan pelabuhan tersebut, nantinya akan difungsikan untuk niaga, pengangkutan orang, pengangkutan ikan dan juga pariwisata. Salah satunya adalah menjadi rute akses Batang-Karimunjawa. Jadi bagi wisatawan yang ingin ke Karimunjawa tidak perlu ke Semarang atau daerah lain, cukup dari pelabuhan Batang saja,” tegasnya.

Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang, Cpt Hendrik Kurnia Adi, menyambut baik ide dari Bupati Wihaji. Menurut dia, pihaknya merespons apa yang menjadi keinginan bupati tersebut. Rencananya, uji coba kapal penumpang pariwisata Batang-Karimunjawa akan segera dilakukan.

”Habis Lebaran ini ujicoba kapal rute Batang-Karimunjawa akan direalisasikan. Kapal tersebut nantinya berupa kapal cepat dengan kapasitas untuk sekitar 300 orang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berkirim surat terlebih dahulu ke pusat terkait izin operasional hal ini. Dengan adanya uji coba, nantinya bisa diketahui kecepatan kapal, manuver sampai berapa lama waktu tempuh antara Batang-Karimunjawa. Jika rute Batang-Karimunjawa ini bisa benar-benar direalisasikan, maka kapal penumpang pariwisata nantinya dapat disediakan oleh para pengusaha kapal pariwisata.

”Kalau Pemkab Batang bisa menyediakan, juga tidak masalah. Salah satu konsekuensi dari program ini adalah penyedian fasilitas yang nyaman untuk para penumpang. Seperti terminal dan sarana penunjang lain. Ini agar para penumpang atau wisatawan benar-benar merasa nyaman,” tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Pemalang-Pekalongan padat merayap

rest area kalangdepok

Kajen, Wartadesa. – Prediksi meningkatnya pemudik yang memanfaatkan pulang kampung pada Sabtu-Ahad ini terbukti. Pemudik yang melewati tol fungional wilayah Kabupaten Pekalongan meningkat. Laju kendaraan terlihat padat merayap.

Kendaraan pemudik setelah rest area Kalangdepok Pemalang hingga Pekalongan, Ahad (10/06) malam hanya bisa berjalan perlahan dengan kecepatan 10 kilometer perjam, bahkan lebih banyak tersendat.  Laju kendaraan yang lambat ini dirasakan sebelum KM 331, selepas rest area Kalangdepok, Pemalang.

Tersendatnya mobil yang melintasi ruas tol fungsional juga disebabkan banyaknya pemudik yang berhenti di rest area Kalangdepok untuk berbuka puasa. Hingga petugas menyarankan pemudik untuk tidak berhenti pada rest area tersebut.

Karena mereka tidak bisa menepi di rest area Kalangdepok, pemudik banyak yang menepikan kendaraan untuk beristirahat sembari buka puasa.

Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Bobby Anugrah Rachman mengatakan adanya penumpukan kendaraan terjadi karena antrean kendaraan menuju rest area. “Pada mengantre masuk ke rest area dan over capacity, akhirnya mengantre di jalan,” katanya.

Selain itu kata dia, penumpukan di jalur tol fungsional juga karena adanya peningkatan jumlah kendaraan yang masuk terutama waktu berbuka puasa hingga selepas pukul 19.00 WIB. (Sumber: Detik)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Rawan tindak kriminalitas, petugas perketat pengamanan Pantai Depok

pantai depok

Siwalan, Wartadesa. – Pantai Depok dianggap sebagai daerah rawan tindak kriminal saat libur lebaran, hingga jajaran kepolisian Resort Pekalongan memperketat pengamanan obyek wisata tersebut.

Menurut Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kasat Sabhara, AKP Prisandi Tiar, sejumlah obyek wisata, termasuk Pantai Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan diprediksi dipadati pengunjung pada libur lebaran 2018. Untuk itu pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di wilayah Pantai Depok.

“Objek wisata seperti Pantai Depok merupakan salah satu titik rawan terjadinya tindak kriminal saat libur lebaran sehingga perlu pengamanan dan kehadiran anggota Kepolisian.” Ujar AKP Prisandi, Sabtu (09/06)

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dimaksudkan untuk memberi rasa aman pengunjung. “Kami berharap dengan pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian nantinya dapat mencegah tindak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menikmati liburan,” jelasnya.

Kasat Sabhara juga menghimbau kepada masyarakat yang akan menikmati liburan di pantai Depok Kecamatan Siwalan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil, hendaknya untuk lebih berhati-hati karena akses jalan menuju ke objek wisata tersebut cukup sempit. Untuk itu kami harap masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut agar lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kecelakaan, jelasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalanLayanan PublikPemberantasan KorupsiSosial Budaya

Tarif parkir mencekik? Siapkan bukti, lapor ke Polisi

ilustrasi parkir

Batang, Wartadesa. – Pernahkan anda dikenai tarif parkir yang mencekik? Tarif parkir diluar ketentuan ditempat wisata maupun tempat lainnya merupakan pungli (pungutan liar). Dan apabila terdapat praktek pungutan liar dengan bukti yang kuat, laporkan kepada petugas kepolisian setempat. Akan dilakukan respon dan tindak lanjuti. Demikian disampaikan oleh Ketua Pokja pencegahan dan sosialisasi Tim Saber Pungli, Iptu Teguh Werdiyanto saat memberikan sosialisasi di Pantai Sigandu, Batang, Kamis (07/06) kemarin.

Menurut Teguh, pungutan parkir sudah diatur dalam Perbup No. 63 Tahun 2017 bahwa ada kenaikan tarif parkir yang semula sepeda motor Rp. 500 menjadi Rp.1000 rupiah dan mobil semula Rp.1000 menjadi Rp.2000 rupiah.

“Apapun pungutan yang tidak ada dasar hukumnya yang tidak sesuai perda atau peraturan yang berlaku sudah masuk dalam pungutan liar, baik hari puasa maupun hari lebaran tidak ada tiket maupun parkir yang naik,” kata Iptu Teguh Werdiyanto.

Ia juga mengatakan tim saber pungli akan terus memantau dan mengawasi petugas – petugas loket tiket maupun petugas parkir obyek wisata baik obyek wisata yang di kelola oleh Pemkab maupun yang di kelola oleh masyarakat, hal ini lebih pada pencegahan terhadap pungutan liar. Dan apabila terdapat praktek pungutan liar dan kita memiliki bukti yang kuat akan kita respon dan tindak lanjuti.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olah Raga Wahyu Budisantosi mengatakan, pariwisata adalah salah satu program Kabupaten Batang yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Sehingga tidaklah etis kalau wisata terkenal dengan pungutan yang menyalahi aturan.

Dengan program visit to Batang 202 kita harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung wisata, dengan tetap menjaga kenyamanan, kesopanan kebersihan dan tentunya tidak ada pungutan yang tidak sesuai dengan Perda maupun Perbup.

“Kita akan memperbaiki sistem maupun regulasinya dan pendapatan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga obyek wisata tidak menjadi sasaran tim saber pungli,” kata Wahyu Budi Santoso

Ia juga berharap untuk menghadapi lebaran yang salah satunya waktu dimana kita akan memperoleh pendapatan yang cukup besar, sehingga dapat meraih target pendapatan di sektor pariwisata.

“Kedisiplinan dan integritas petugas loket maupun parkir menentukan untuk memperoleh pendapatan pada libur lebaran idul fitri dan syawalan dapat meningkatkan signifikan dan apa yang di targetkan bisa berhasil,” pinta Wahyu Budi Santoso. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Balon tambat, akankan hilangkan tradisi balon udara di Pekalongan?

balon tambat

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Walikota Pekalongan, pagi tadi, Selasa (05/05) melihat ujicoba balon udara yang ditambatkan dalam rangka persiapan festival balon yang akan diselenggarakan oleh AirNav pada 21-23 Juni Mendatang.

Beberapa hari sebelumnya, AirNav juga menggandeng Ormas Islam untuk mensosialisasikan balon tambat. Seperti diketahui bahwa balon udara yang dilepaskan warga Pekalongan saat Syawalan (satu minggu setelah Idul Fitri) dianggap berbahaya bagi penerbangan.

“Adanya balon udara sampai ke jalur penerbangan tersebut sangat membahayakan penerbangan pesawat. Pihak kami sendiri sering mendapatkan laporan dari para pilot mengenai balon yang masuk ke jalur penerbangan.” Tutur Dadun, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III.

Terkait berbahanyanya balon udara yang terbang hingga ketinggian pesawat komersial tersebut, AirNav bersama Pemkot Pekalongan menyelenggarakan lomba balon tambat dalam sebuah festival.

“Pada hari ini, kami Ainav Indonesia melaksanakan uji coba penerbangan balon sesuai dengan standar PM (Peraturan Menteri Perhubungan No 40 2018), tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat,” kata Kristianto Petugas Ainav Indonesia.

Terkena ledakan mercon balon udara, atap rumah rusak

Meski disweeping kemarin, hari ini langit Pekalongan dipenuhi balon udara

Menerbangkan balon udara akan didenda setengah milyar

Tradisi Syawalan, pemuda Capgawen Selatan terbangkan balon

Tradisi puluhan tahun, Alek minta warga Pekalongan hentikan ‘ngeburke’ balon

Kristanto menambahkan bahwa standar balon dalam peraturan menteri tersebut berukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 15 meter.

“Ini merupakan kegiatan budaya balon udara tradisional yang pertama yang ditambatkan di Indonesia. Harapan kami bisa melakukan peningkatan pelayanan penerbangan di jalur ini,” lanjut Kristanto.

Tradisi melepas balon diudara pada Syawalan sudah dilakukan sejak lama oleh warga Kota dan Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut merupakan tradisi turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda. Biasanya balon yang dilepaskan ke udara disertai dengan petasan. Bunyi petasan yang dipasang pada balon, menjadi tontonan menarik bagi warga.

Karena tradisi tersebut berbahaya bagi penerbangan, Walikota Pekalongan pada tahun ini mencoba untuk mengganti tradisi melepas balon dengan menambatkan balon.

“Untuk itu, kita coba balon udara yang ditambatkan ini. Dengan demikian tentu saja kita masih bisa mempertahankan tradisi lebaran sekaligus untuk keselamatan (penerbanga). Kita harus sesuai dengan peratuan pemerintah,” tutur Saelani, Walikota Pekalongan.

Sementara itu, Aminudin, salah seorang warga mengungkapkan bahwa untuk menghilangkan tradisi melepaskan balon di Pekalongan, sangat sulit.  “Itu sudah jadi tradisi turun-temurun warga, jadi sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut,” tuturnya.

Menurut Aminudin, kebiasaan warga tidak bisa hilang secara serta-merta. “Dengan adanya festival balon, mungkin sedikit demi sedikit akan mengubah tradisi dari balon lepas menjadi balon tambat.” Lanjutnya.

Tahun sebelumnya, pihak pemkot dan kepolisian setempat  melakukan sweeping balon udara di tiap kelurahan. Sweeping dilakukan untuk mencegah warga melakukan tradisi meluncurkan balon. Namun saat tradisi Syawalan tahun lalu, ribuan balon masih menghiasi langit di Pekalongan dan sekitarnya.

Hal tersebut mendorong Walikota Pekalongan sebelumnya,  Achmad Alf Arslan Djunaid (alm), mewacanakan lomba balon tambat sejak tahun lalu.  (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Gowes Mudik, cara asik pulang ke udik

gowes mudik pemalang ikhlas_foto aulia kangsadeva

Jakarta, Wartadesa. – Ada beragam cara warga untuk menikmati mudik di kampung halaman. Bila bagi sebagian warga lebih memilih transportasi bus, kereta, kapal, sepeda motor maupun mobil karena alasan tertentu. Komunitas Gowes Mudik juga mempunyai cara asik untuk pulang ke udik. Yakni dengan menggowes sepeda kesayanganya ke kampung halaman.

Sebelum melakukan mudik, biasanya anggota komunitas saling berbagi informasi terkait kapan akan melakukan mudik dan lewat jalur mana dalam grub media sosial Gowes Moedik.

Seperti yang dilakukan oleh Agunq CokiMamamia Oh Lezatoss yang mencari rekan untuk diajak bersama-sama mudik dengan menggowes sepeda ke Boyolali, “Nyari barengan mudik mas bekasi ke solo/boyolali ..” tulisnya.

Ilustrasi: Sesekali ditengah perjalanan gowes mudiker ini berswafoto. Foto Aulia Kangsadeva

Mudik dengan menggunakan sepeda kayuh merupakan kesenangan tersendiri bagi pelakunya. Seperti yang dilakukan oleh Raharjo (41) saat mudik tahun lalu. Pria asal Madiun tersebut mengayuh sepeda miliknya dari Cikopo, Bandung , Jawa Barat pulang kampung.

Selama empat hari, Raharjo mengayuh sepedanya dari Bandung hingga sampai Bantul. Sesekali dia mengabadikan aktivitasnya dengan berswafoto di lokasi-lokasi yang unik.  Selama perjalanan menggunakan sepeda, Raharjo mengaku tetap menjalankan ibadah puasa.

Ilustrasi: Istirahat sejenak sembari menikmati indahnya alam. Foto Dudeng Abidin

Menurut Raharjo, untuk melakukan perjalanan mudik dengan sepeda dibutuhkan usaha dan stamina yang luar biasa. Kadang ditengah perjalanan harus diguyur hujan yang deras, terik matahari, berpapasan dengan kendaraan besar dan harus melewati tanjakan dan turunan yang menguras tenaga.

Raharjo mengaku sudah melakukan perjalanan gowes mudik empat kali.

Hal yang sama dilakukan oleh Kusrelahadi (32), pria yang bekerja di Jakarta tersebut pada mudik lebaran tahun lalu (2017) memilih gowes mudik dari Jakarta ke Tasikmalaya, kampungnya.

Kusrelahati melakukan gowes mudik tahun lalu dari Jakarta ke Tasikmalaya. Foto: Detik

Kusrelahadi mengaku nekad mudik menggunakan sepeda karena hobinya bersepeda. Warga Kampung Pancasila, Desa Bebedahan, Kecamatan Lengkong, Tasikmalaya, ini bertekad menyusuri rute Jakarta-Tasikmalaya. Dengan menempuh waktu empat hari, akhirnya dia sampai di kampungnya.

Cerita unik dialami oleh Muhammad Abu Daud, demi membujuk istrinya untuk rujuk, dia pulang kampung dari Solo ke Cilacap dengan menggunakan sepeda gunung. Pria berusia 31 tahun tersebut, tahun lalu menerima cobaan keluarga, pisah dengan istrinya.

Demi membujuk istrinya, Daud menggunakan sepeda gunungnya pulang kampung, hanya berbekal pakaian seadanya dan tas.

Daud memulai perjalanannya dari Solo pukul 06.00 WIB dengan menyusuri Solo, Klaten, Jogja, Bantul, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas hingga Cilacap.

Setelah menempuh jarak 130 kilometer, dari rumah Daud di Perumnas Mojosongo, Solo, dia sampai ke rumah mertuanya di Tritihkulon, Cilacap.

Mudik dengan sepeda tidak hanya dilakukan oleh kaum lelaki, Hatning Natalia Maindra (36), warga Blora yang tinggal di Bandung, juga tahun lalu melakukan aksi gowes mudik. Hatning mudik ke kampung halamannya dengan mengayuh sepeda onthel dari Bandung pada 17 Juni 2017 dan sampai Semarang pada 20 Juni 2017.

Hatning Natalia Maindra, perempuan yang tinggal di Bandung ini melakukan mudik ke kampungnya di Blora dengan sepeda pada tahun lalu. Foto: Info Blora

Hatning mengaku dalam perjalanannya, kendala yang paling berat dilewati adalah ketika sampai di alas roban, Batang. Ban depan sepedanya pecah hingga dia harus menggantinya.  Dia sengaja melakukan mudik dengan sepeda untuk mengkampanyekan bahwa sepeda juga bisa digunakan untuk transportasi mudik.

Selain kampanye untuk gowes mudik, Hatning juga ingin membuktikan bahwa wanita juga mampu bersepeda dengan jarak jauh hingga ratusan kilometer. (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya