close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Rekomendasi tempat wisata edukasi batik di Pekalongan

1. museum batik1

Pekalongan, Wartadesa. – Berkunjung ke Pekalongan, belum lengkap rasanya jika belum menikmati ragam budaya batik. Ada beragam tempat wisata edukasi batik di Pekalongan bagi pengunjung yang ingin mengetahui bagaimana sejarah, teknologi batik ramah lingkungan dan ragam jenis batik di Pekalongan. Berikut ini lokasi yang dapat anda kunjungi untuk eksplorasi pengetahuan batik anda.

Museum batik Pekalongan

Museum Batik Pekalongan

Museum Batik Pekalongan sebelumnya merupakan bangunan peninggalan Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1906. Pada awalnya berfungsi sebagai kantor administrasi keuangan pabrik gula yang berada di sekitar area karisidenan Pekalongan. Museum Batik Pekalongan yang beralamatkan di Jalan Jetayu No.1 Pekalongan.

Terdapat 1149 macam koleksi batik baik yang berasal dari daerah pesisiran, daerah pedalaman dan area Jawa lainnya. Batik dari berbagai daerah di wilayah nusantaara seperti dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, dan kain jenis teknik batik dari manca negara, atau koleksi batik antik yang berusia ratusan tahun.

Selain itu juga terdapat display batik khas Pekalongan dengan beragam jenis dan motif dari berbagai wilayah di Kota Batik dan Kota Santri. Terdapat ruangan workshop yang bisa digunakan pengunjung untuk  mencoba membuat dasar batik hasil karya sendiri yang bisa dibawa pulang. Hasilnya dapat dibawa pulang sebagai merchandise.

Pranggok Batik Pak Dini Hasan

Studio Batik Pak Dini Hasan, Foto: Bramasole

Pranggok (studio, bengkel, tempat membatik) Pak Dini Hasan dapat dijadikan rujukan bagi pengunjung yang ingin mempelajari batik warna alam. Berlokasi di wilayah Sugih Waras Kota Pekalongan, pranggok ini menarik untuk disinggahi.

Studio batik Pak Dini Hasan sungguh menarik. Dinding depan rumahnya ditutup dengan tripleks yang dicat dekoratif motif batik. Pada salah satu dinding terdapat rak kayu berisi toples-toples yang diisi dengan aneka bahan baku pewarna alam.

Ada kulit kayu ketapang, jelawe, kulit soga tinggi (Ceriops candolleana Arn), kayu tegeran (Cudraina javanensis), akar mengkudu (Morinda citrifolia), kulit soga jambal (Pelthophorum ferruginum), kesumba (Bixa orelana), teh (Camelia sinensis), dan banyak lagi.

Pak Dini Hasan terkenal inovatif dalam menggantikan warna batik berbahan kimia dengan warna alam. Dia menggunakan sampah organik untuk menghasilkan warna-warna batik yang indah. Daun mangga, daun kersem, kulit bawang merah, daun jambu biji, kulit kayu mahoni, daun ketapang, putri malu dan masih banyak lagi.

Pranggok Batik Pak Zahir

Batik Indigo, Sumber: Facebook

Batik Pak Zahir Widadi dikenal dengan batik indigo. Dia merupakan Dekan Batik Universitas Pekalongan, peneliti dan praktisi batik indigo.  Di pranggoknya di wilayah Noyontaan Kota Pekalongan, pengunjung bisa menikmati dan mencoba sendiri bagaimana proses mewarnai Indigo dengan bahan alami untuk digunakan pada kain batik.

Zahir adalah orang yang merumuskan usulan Pekalongan sebagai Kota Kreatif ke UNESCO. Pernah memimpin Museum Batik Pekalongan, juga menggelar berbagai riset dan membawa batik ke forum-forum internasional.

batik indigo. Foto: indohoy

Pengunjung dapat belajar bagaimana proses pewarnaan batik dengan menggunakan daun indigofera yang menjadi pewarna alami warna biru nila yang cantik. Disetiap celupan warna, akan dihasilkan warna nuansa biru yang berbeda-beda.

Kampung batik pesindon

 

Kampung Batik Pesindon, Sumber Foto: Facebook

Sedikitnya 33 showroom (toko) menggelar aneka jenis batik di Kampung Batik Pesindon ini. Tiap showroom akan menyambut ramah tiap pengunjungnya,  dilengkapi dengan tempat istirahat dan singgah bagi para tamu yang datang.

Tak segan-segan juragan batik (pemilik usaha batik) akan menyapa pengunjung dengan ramah. Bahkan mengantarkan pengunjung ke rumah-rumah produksi batik atau ke pranggoknya (dapur produksi milik mereka).

Disini pengunjung dapat melakukan  belajra membuat batik dengan warna alam seperti piksa, secang, daun jati dan masih banyak lainnya.

Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman diresmikan pada 2007 lalu. Disini pengunjung dapat menikmati ragam batik dengan nuansa rumah lawas juragan batik masa lampau. Hampir sama dengan Kampung Batik Pesindon, disini tamu bisa menengok ke pranggok (dapur produksi) disetiap rumah yang menjadi pengrajin batik. Di sini juga terdapat Masjid Agung Al-Jami’ Kota Pekalongan, salah satu masjid tua yang berdiri sejak 1852.

Motif khas batik di Kampung Batik Kauman, banyak dipengaruhi asimilasi warga Pekalongan dengan bangsa Tiongkok, Arab, Melayu, India, bahkan Belanda dan Jepang di masa lalu. Motif Pekalongan terlihat lebih berwarna dan beragam jika dibandingkan dengan umumnya batik di Solo, Jawa Tengah.

Belanja Batik di Grosir Setono dan IBC

Grosir Setono Pekalongan

Jika dirasa berbelanja di Kampung Batik kurang puas, anda bisa menyambangi pusat grosir batik terbesar di Pekalongan, Grosir Setono. Dengan ratusan kios dan ribuan motif serta jenis kerajinan batik bisa anda jelajahi disini.

IBC Pekalongan

Nuansa belanja batik modern dapat anda nikmati di IBC atau International Batik Center berada di ujung barat Pekalongan, sebelah pasar Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

Sekedar informasi, untuk mendapatkan harga batik lebih murah, tentu pilihannya adalah Grosir Batik Setono. Namun ada yang lebih murah lagi, yakni langsung mendatangi pengrajin batik di wilayah Pekalongan. Tertarik untuk belajar dan berbelanja batik? Tak ada salahnya bila meluangkan waktu di tempat-tempat tersebut. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Scooterist Pemalang serbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung

fksp

Pemalang, Wartadesa. – Tiga ratus scooterist (pengguna dan pecinta vespa) menyerbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung Desa Banyumundal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Ahad (24/05). Kedatangan pecinta vespa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Scooteris Pemalang (FKSP) ini dalam rangka gelaran Halal bi Halal.

Fasikhin, Ketua FKSP mengungkapkan bahwa kegiatan Halal bi Halal tersebut dilaksanakan di obyek wisata Bukit Gambangan adalah untuk bersilaturahmi, saling memaafkan dan sekaligus untuk refreshing.

“Halal bi halal kali ini semoga terus menyambung silaturahmi kita dan barangkali ketika berinteraksi ada kesalahan yang tidak disengaja, ini momen yang tepat untuk saling memaafkan, selain itu juga untuk efreshing sekaligus pengenalan wahana wisata yang baru-baru ini sedang giat dibenahi oleh teman-teman dari Moga.” Ujar Fasikhin.

Selain dari pecinta vespa dari Kabupaten Pemalang, hadir pula scooterist dari wilayah tetangga seperti dari Pekalongan, Cilacap, dan Tegal.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan kartu tanda anggota baru bagi klub Banyumudal Scooter Independent (BASI). Selain itu, dilakukan pergantian pengurus FKSP. delapan calon ketua diajukan masing-masing klub dan independent.

Terpilih sebagai Ketua FKSP baru yakni, Riyanto dengan perolehan 55 Suara yang menggantikan ketua demisioner Fasikhin. Selepas pemilihan ketua baru, kegiatan ditutup dengan acara menikmati “sego jagung” dan hiburan dangdut.  (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSeni BudayaSosial Budaya

Festival Musik Bambu Nusantara digelar

festival musik bambu1

Batang, Wartadesa. – 14 grub musik bambu mengikuti gelaran acara Festival Musik Bambu Nusantara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang NU Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (23-24/06) di Jalan Veteran Batang. Festival ini degelar dalam rangka menyemarakkan Konferensi Cabang ke-17 pada 14 hingga 15 Juli Mendatang.

Ketua Panitia, Ahmad Munir Malik mengungkapkan bahwa Festival Musik Bambu Nusantara merupakan bentuk penghargaan seni tradisi asli nusantara.  “Semangat Islam Nusantara terletak pada penghargaan kepada perbedaan dan penghormatan terhadap tradisi masyarakat yang tidak bertentangan dengan syariat,” ujarnya.

Dalam festival tersebut, lagu wajib yang dibawakan peserta adalah Ya Lal Wathan, “lagu wajib yang harus dibawakan oleh peserta yaitu Ya Lal Wathan yang berisikan semangat cinta Tanah Air,” tambah Malik.

Bupati Batang, Wihaji yang membuka acara mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia juga berharap, selain untuk menghibur masyarakat Batang, acara ini bisa mendukung program Heaven of Asia.

“Festival ini tentu saja sangat sejalan dengan visi Pemkab Batang yaitu Batang Heaven Of Asia atau Visit Batang 2022  karena kesenian merupakan khazanah kebudayaan yang sangat menunjang industri pariwisata,” ujar Wihaji.

Menurut Wihaji, event tersebut akan dijadikan acara tahunan tradisi syawalan. “Acara ini sangat bagus sekali, kami ingin acara ini menjadi event tahunan setelah syawalan,” ujarnya.

Dalam festival tersebut, juara satu diraih oleh grub Al-Muhajirin dari SMAN 1 Wonotunggal, juara dua oleh grub Laras Hati Lokojoyo Banyuptih dan juara tiga dari grub An-Nur MTs Nurussalam Tersono. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

20 Obyek Wisata di Batang yang harus anda kunjungi

1pagilaran

Kabupaten Batang ternyata memiliki berbagai obyek wisata yang sangat indah dan menarik, mulai dari wisata alam, religi, sejarah hingga budaya yang menarik untuk dijelajahi lebih dalam. Jika anda ingin berkunjung dan berlibur di Kabupaten Batang, berikut 20 tempat wisata yang dijamin tidak akan rugi untuk dikunjungi.

  • 1. Kebun Teh Pagilaran Kebun teh Pagilaran merupakan kawasan perkebunan teh yang mempuenyai luas kurang lebih sekitar 1,1 hektar. Kawasan perkebunan teh ini berada di ketinggian 1000 mdpl. Jika anda mengunjungi wisata alam batang ini, akan disuguhkan hamparan hijau kebun teh. Bercampur dengan sejuknya udara khas pegunungan Dieng. Selain itu, anda bisa melihat langsung proses memanen teh yang dilakukan oleh penduduk sekitar.

Sumber: Tempat Wisata Keluarga

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Tradisi Syawalan di Kota Santri meriah

megono syawalan2

Kajen, Wartadesa. – Pelaksanaan tradisi Syawalan (satu pekan selepas Idulfitri) di Kota Santri Berlangsung meriah. Gunungan Gebral setinggi 275 cm, yang dibuat masyarakat Kelurahan Pekajangan Gang 20, Kecamatan Kedungwuni, Kamis (21/6/2018), mengawali rangkaian kegiatan syawalan di Kabupaten Pekalongan, yang dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan  Asip Kholbihi.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi membuka Gunungan Gebral pada tradisi Syawalan di Kelurahan Pekajangan

Kegiatan masyarakat untuk memeriahkan syawalan, menjelang sepekan setelah hari raya Idulfitri tersebut, sudah menjadi tradisi masyarakat setempat sejak 20 tahun lalu, dan terus dilestarikan. Sedangkan gebralsendiri merupakan makanan tradisional, yang sekarang ini cukup sulit ditemui lagi.

Sebelum dipotong secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi,  gunungan gebral tersebut diarak, di lingkungan setempat. Kemudian diperebutkan oleh ribuan masyarakat yang hadir pada perayaan tradisi masyarakat tersebut.

Seperti di Pekajangan, warga Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, menggelar Syawalan dengan menggelar gethuk terpanjang. Gethuk yang sudah dibuat warga satu hari sebelumnya, dipajang sepanjang Gang 9 Ambokembang. Sabtu (23/06).

Warga Desa Ambokembang menyiapkan Gethuk Lindri terpanjang pada tradisi SyawalanGethuk Lindri sepanjang hampir 350 meter ini dibuka oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Warga Ambokembang menyiapkan Syawalan Getuk Lindri dengan menghabiskan singkong 1,5 ton, 250 kelapa dan 60 kg gula aren serta 10 kg gula pasir.

Gethuk Lindri Syawalan terpanjang diserbu warga

Tradisi Syawalan lainnya di Kota Santri, yakni, warga Desa Podo menggelar Gunungan Lengko. Tradisi Gunungan Lengko tersebut digelar untuk kali pertama.   Warga membuat 10.000 Lengko, kemudian Gunungan Lengko diarak keliling kampung untuk memeriahkan Syawalan.

Gunungan 10 ribu lengko di Desa Podo Kedungwuni siap diarak

Sementara itu di Linggo Asri, ribuan pengunjung warga Kabupaten Pekalongan,  Sabtu (23/6) pagi tadi meramaikan kegiatan kirab budaya, termasuk Gunungan Sego Megono. Acara dibuka oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Kirab dimulai dari  halaman Kantor Kepala Desa Linggo Asri. Selanjutnya peserta kirab akan finish di obyek wisata Linggo Asri dan sego megono gunungan akan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menunggu.

Ribuan warga sengaja datang untuk berebut makanan khas daerah setempat berupa Nasi Megono dalam bentuk gunungan. Bukan hanya warga lokal saja, namun tradisi Syawalan ini juga di kunjungi oleh warga dari luar Kabupaten Pekalongan, seperti Pemalang, Batang dan Banjarnegara.

Gunungan Sego Megono pada tradisi Syawalan di Linggo Asri Pekalongan

Sebelum Nasi Megono gunungan menjadi rebutan, para pengunjung di tempat wisata alam Linggo Asri juga disuguhi pertunjukan tarian khas pesisir pantura, yang dimainkan para seniman Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,  dalam sambutannya mengajak kita untuk menjadikan acara Syawalan sebagai ajang bersilaturahmi, berkumpul bersama dan saling berbagai kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan Syawalan adalah tradisi yang bagus yang perlu dipertahankan karena mengandung beberapa makna seperti sebagai wahana untuk ajang silaturahmi diantara jajaran Pemerintah dengan masyarakat. “Disamping itu, tradisi Syawalan ini juga bagus dalam rangka untuk mengembangkan potensi daerah Kabupaten Pekalongan,” tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Kodim, Polisi dan Satpol PP lakukan patroli balon udara

balon tambat

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Menindak lanjuti Peraturan Menteri Perhubungan terkait larangan menerbangkan balon udara, pihak Polres bersama Kodim dan Satpol PP Kota Pekalongan menggelar patroli di tempat-tempat warga biasa melepas balon udara.

“Kami dari Polres Pekalongan Kota sifatnya membantu Airnav untuk sosialisasi bahaya menerbangkan balon udara, bersama dengan Babhinkamtimbnas, Polsek terkait, Menteri Perhubungan juga,” tutur Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Budi Subawa, Ahad (17/06).

Foto pelepasan balon udara di Kota Pekalongan pada jaman dulu. Foto: sumber kotapekalongan.com

Patroli yang dilakukan tersebut dilakukan sejak Sabtu kemarin. “Pada sabtu 16 Juni 2018, kami dari Polres Pekalongan Kota dan Kodim Pekalongan, Satpol PP, melaksanakan patroli terpadu, menyasar wilayah tempat masyarakat yang biasanya menerbangkan balon udara,” imbuh I Wayan Budi Subawa.

Menurut Budi, patroli yang dilakukan masih bersifat persuasif,  “Hasilnya masih sifatnya persuasif, memberikan sosialisasi bahaya apabila melepas balon udara,” lanjutnya.

Senada dengan pemerintah setempat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan mengimbau kepada masyarakat khususnya warga nahdliyin Kota Pekalongan untuk tidak menerbangkan balon udara pada perayaan tradisi Syawalan.

Menurut Rais PCNU, KH Zakaria Ansor penerbangan balon udara membahayakan penerbangan. Disamping itu juga membahayakan lingkungan seperti kebakaran, “Melihat kondisi kawasan udara Pekalongan dan sekitarnya merupakan kawasan penerbangan padat, saya mengajak warga nahdliyin untuk tidak melakukan penerbangan balon,” ujarnya, Ahad (17/06).

Zakaria melanjutkan bahwa penerbangan balon oleh warga banyak segi madharatnya, sehingga dirinya mendukung panitia Syawalan yang bekerjasama dengan pihak ketiga, menggelar festival balon. “Saya mendukung festival balon udara, karena bisa mengurangi potensi gangguan penerbangan,” tandas Kiai Zakaria.

Pelarangan menerbangkan balon udara di Pekalongan, menjadi polemik panjang antara warga dengan pemerintah setempat. Warga mengeluhkan dan mengeluarkan uneg-unegnya untuk tetap menjaga tradisi “ngeburke balon” saat Syawalan dalam grub media sosial Pekalongan.

Himbauan pemerintah untuk tidak menerbangkan balon dilakukan oleh Pemkot Pekalongan sejak 2015 lalu. Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan bahwa meski Pemkot melarang pelepasan balon ke udara namun hal tersebut tidak menyurutkan warga untuk tetap melepas balon udara buatan mereka.

“Meskipun sudah ada imbauan dari Pemkot agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara, karena dikhawatirkan bisa menngganggu penerbangan. Namun hal itu tampaknya tidak menyurutkan niat warga kota batik untuk kembali menerbangkan balon-balon terbuat dari plastik dan kertas tersebut. Bahkan banyak pula warga yang memasang rentengan petasan pada balon-balon itu.” Tulis pekalongankota.go.id.

Tradisi balon udara pada Syawalan di Pekalongan sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam. Tradisi melepas balon udara awalnya dilakukan oleh warga Indo-Eropa yang menetap di Kota Pekalongan pada saat masa penjajanan Belanda. Sedang petasan yang mengikuti balon, dibawa oleh warga keturunan Tionghoa ketika merayakan hari raya. Kedua tradisi tersebut oleh warga Pekalongan dipadukan dan dilakukan secara turun-temurun hingga saat ini. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Arus Balik dibuka 18 Juni

mudik

Semarang, Wartadesa. – Jalur tol fungsional untuk arus balik akan kembali dibuka pada 18 Juni mendatang atau Senin selepas lebaran. Jalur tol fungsional tersebut tetap akan diberlakukan satu arah saja. Seperti jalur Batang-Pemalang-Brebes, akan diberlakukan satu arah dari Semarang ke Jakarta (timur ke barat).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono mengungkapkan bahwa tol fungsional hanya akan dibuka satu arah saja saat arus balik Lebaran, termasuk tol fungsional Solo hingga Brebes.

“Senin (18/6) mulai pukul 06.00 WIB akan dibuka untuk arus balik,” kata Kapolda di Semarang, Rabu, 13/06).

Condro menambahkan hingga H+1, jalan tol fungsional masih dibuka untuk arus balik. Menurut dia, para pemudik diperkirakan kembali usai berlebaran di kampung halamannya mulai Senin (18/6). “Ada waktu tiga hari, Senin sampai Rabu (20/6) masih libur cuti bersama,” katanya.

Kapolda menilai waktu tiga hari tersebut cukup panjang bagi pemudik yang akan balik ke tempatnya bekerja. Untuk sementara, lanjut dia, tol fungsional akan dibuka mulai 18 hingga 20 Juni.

Selanjutnya, pengoperasian jalur tol fungsional akan dievaluasi dulu. “Kami lihat Senin sampai Rabu dulu, kalau memang masih tinggi akan dibuka,” pungkas Kapolda. (Eva abdullah/ant)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Habis lebaran, warga sudah bisa ke Karimunjawa dari Pelabuhan Batang

pelabuhan-batang_20180123_193240

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang akan secara serius merealisasikan ide pembuatan rute Pelabuhan Batang-Karimunjawa untuk mendukung program pariwisata yang diusung. Hal ini akan diwujudkan sebagai respons kehadiran pembangunan pelabuhan niaga yang sekarang masih dalam proses pengerjaan.

”Kita ingin nanti ada kapal pariwisata yang membawa penumpang dari Batang ke Karimunjawa. Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang agar program ini bisa secepatnya dilakukan,” ujar Bupati Wihaji, Minggu (10/6).

Dia menyampaikan, ide-ide terobosan terus dilakukan dirinya untuk mendukung program pariwisata yang sekarang jadi prioritas. Salah satunya adalah membangun konektivitas pariwisata antara daerah. Dirinya melihat potensi yang besar dengan keberadaan pelabuhan niaga di Batang, apalagi tidak semua daerah memilikinya.

”Kita ingin mengembangkan pelabuhan Batang dengan konsep 4 in 1. Dalam satu kawasan pelabuhan tersebut, nantinya akan difungsikan untuk niaga, pengangkutan orang, pengangkutan ikan dan juga pariwisata. Salah satunya adalah menjadi rute akses Batang-Karimunjawa. Jadi bagi wisatawan yang ingin ke Karimunjawa tidak perlu ke Semarang atau daerah lain, cukup dari pelabuhan Batang saja,” tegasnya.

Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang, Cpt Hendrik Kurnia Adi, menyambut baik ide dari Bupati Wihaji. Menurut dia, pihaknya merespons apa yang menjadi keinginan bupati tersebut. Rencananya, uji coba kapal penumpang pariwisata Batang-Karimunjawa akan segera dilakukan.

”Habis Lebaran ini ujicoba kapal rute Batang-Karimunjawa akan direalisasikan. Kapal tersebut nantinya berupa kapal cepat dengan kapasitas untuk sekitar 300 orang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berkirim surat terlebih dahulu ke pusat terkait izin operasional hal ini. Dengan adanya uji coba, nantinya bisa diketahui kecepatan kapal, manuver sampai berapa lama waktu tempuh antara Batang-Karimunjawa. Jika rute Batang-Karimunjawa ini bisa benar-benar direalisasikan, maka kapal penumpang pariwisata nantinya dapat disediakan oleh para pengusaha kapal pariwisata.

”Kalau Pemkab Batang bisa menyediakan, juga tidak masalah. Salah satu konsekuensi dari program ini adalah penyedian fasilitas yang nyaman untuk para penumpang. Seperti terminal dan sarana penunjang lain. Ini agar para penumpang atau wisatawan benar-benar merasa nyaman,” tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Pemalang-Pekalongan padat merayap

rest area kalangdepok

Kajen, Wartadesa. – Prediksi meningkatnya pemudik yang memanfaatkan pulang kampung pada Sabtu-Ahad ini terbukti. Pemudik yang melewati tol fungional wilayah Kabupaten Pekalongan meningkat. Laju kendaraan terlihat padat merayap.

Kendaraan pemudik setelah rest area Kalangdepok Pemalang hingga Pekalongan, Ahad (10/06) malam hanya bisa berjalan perlahan dengan kecepatan 10 kilometer perjam, bahkan lebih banyak tersendat.  Laju kendaraan yang lambat ini dirasakan sebelum KM 331, selepas rest area Kalangdepok, Pemalang.

Tersendatnya mobil yang melintasi ruas tol fungsional juga disebabkan banyaknya pemudik yang berhenti di rest area Kalangdepok untuk berbuka puasa. Hingga petugas menyarankan pemudik untuk tidak berhenti pada rest area tersebut.

Karena mereka tidak bisa menepi di rest area Kalangdepok, pemudik banyak yang menepikan kendaraan untuk beristirahat sembari buka puasa.

Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Bobby Anugrah Rachman mengatakan adanya penumpukan kendaraan terjadi karena antrean kendaraan menuju rest area. “Pada mengantre masuk ke rest area dan over capacity, akhirnya mengantre di jalan,” katanya.

Selain itu kata dia, penumpukan di jalur tol fungsional juga karena adanya peningkatan jumlah kendaraan yang masuk terutama waktu berbuka puasa hingga selepas pukul 19.00 WIB. (Sumber: Detik)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Rawan tindak kriminalitas, petugas perketat pengamanan Pantai Depok

pantai depok

Siwalan, Wartadesa. – Pantai Depok dianggap sebagai daerah rawan tindak kriminal saat libur lebaran, hingga jajaran kepolisian Resort Pekalongan memperketat pengamanan obyek wisata tersebut.

Menurut Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kasat Sabhara, AKP Prisandi Tiar, sejumlah obyek wisata, termasuk Pantai Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan diprediksi dipadati pengunjung pada libur lebaran 2018. Untuk itu pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di wilayah Pantai Depok.

“Objek wisata seperti Pantai Depok merupakan salah satu titik rawan terjadinya tindak kriminal saat libur lebaran sehingga perlu pengamanan dan kehadiran anggota Kepolisian.” Ujar AKP Prisandi, Sabtu (09/06)

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dimaksudkan untuk memberi rasa aman pengunjung. “Kami berharap dengan pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian nantinya dapat mencegah tindak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menikmati liburan,” jelasnya.

Kasat Sabhara juga menghimbau kepada masyarakat yang akan menikmati liburan di pantai Depok Kecamatan Siwalan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil, hendaknya untuk lebih berhati-hati karena akses jalan menuju ke objek wisata tersebut cukup sempit. Untuk itu kami harap masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut agar lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kecelakaan, jelasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya