close

Jalan-jalan

Jalan-jalanSeni Budaya

Karya seni di Taman Kehati Lampung ternyata karya Wong Pemalang

taman kehati park

Lampung, Wartadesa. – Siapa sangka karya seni yang cantik, di Waterpark Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kabupaten Mesuji yang berlokasi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya, Lampung, ternyata hasil karya Wong Pemalang.

Adalah Sutoyo, warga asli Dukuh Karangsuci Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang yang kini berada di Mesuji Lampung, menceritakan bahwa karya seni yang ada di taman terbesar di Lampung, Waterpark Taman Kehati adalah buah karyanya.

“Saya asli Pemalang, tepatnya Dukuh Karangsuci Desa Penggarit. Saya seorang seniman. Inilah salah satu bukti karya saya di taman water park terbesar di Lampung tepatnya di kabupaten Mesuji.” Tulis Sutoyo di grub media sosial Pemalang, disertai dengan foto-foto hasil karyanya.

Nama Sutoyo ada dalam karya seni yang dipasang di Waterpark Kehati Lampung. Foto: Sutoyo

Sutoyo pada Selasa (17/04) sedang menyelesaikan pembuatan empat patung kuda yang juga ditempatkan di Waterpark Taman Kehati Lampung. “Alhamdulillah… Kiranya karyaku digemari para pengunjung…semoga mereka puas. Mohon dukungannya masyarakat Mesuji. Sekarang saya sedangg bikin 4 patung kuda lagi di tempat yang sama Taman Kehati Mesuji.” Tulisnya di laman media sosial pribadinya.

Pengunjung Waterpark Taman Kehati Lampung

Waterpark Taman Kehati Lampung diresmikan pada 13 April 2017 lalu.  Taman seluas 10 hektar tersebut  memiliki beberapa fasilitas yang siap memanjakan masyarakat.

Diantaranya fasilitas bermain anak, arena bermain sepatu roda, kolam renang, kolam pemancingan, jogging track, taman bunga, taman burung dan aneka pohon langka. (Eva Abdullah)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
EducationJalan-jalanPendidikanSosial Budaya

SMAM 12 Jakarta kunjungi Muhammadiyah Pencongan

pencongan

Wiradesa, Wartadesa. – Ratusan siswa dan guru dari SMA Muhammadiyah (SMAM) 12 Jakarta, Rabu (18/04) mengunjungi tempat sejarah tarjih Muhammadiyah di Pekalongan dalam acara outing class. Mereka mengunjungi Gedung Kopindo Wiradesa, yang pernah digunakan sebagai tempat berlangsungnya Muktamar Tarjih Muhammadiyah tahun 1972.

Sesepuh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pencongan, Fahrurozy mengungkapkan rasa terima kasihnya, mengingat kunjungan tersebut merupakan momentum untuk mengingat kembali sejarah Muhammadiyah di Kota Santri.

Fahrurozy menambahkan bahwa Muktamar Tarjih ke-72 merupakan peristiwa penting bagi berkembangnya Muhammadiyah di Pencongan, “Muktamar Tarjih 72 adalah moment penting bagi tumbuh dan berkembangnya muhammadiyah di Pencongan, karena moment ini benar-benar melibatkan warga Muhammadiyah Pencongan secara langsung, guyub untuk turut mensukseskan Muktamar Tarjih dengan memberikan layanan terbaik untuk tamu dari seluruh penjuru nusantara.” Ujarnya.

Kegiatan acara kunjungan tersebut berlangsung sangat meriah, tidak  kurang dari 150 siswa dan guru SMA Muhammadiyah 12 Jakarta hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan ini PCM Pencongan tampak hadir beberapa pengurus harian dan beberapa sesepuh Muhammadiyah.

Dalam sambutanya ketua PCM Pencongan, Slamet Kaum mengatakan, “Kegiatan Outing Class melintas sejarah tarjih 72 sangat efektif bagi siswa sekolah Muhammadiyah untuk menanamkan dedikasi kader terhadap persyarikatan, terlebih sejarah tarjih yang menjadi bagian penting dalam upaya peneguhan ideologi.” Ujarnya.

Kegiatan kunjungan silaturahmi diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh pihak sekolah SMA Muhammadiyah 12 jakarta untuk PCM Pencongan.   (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Jangan mampir ke Paninggaran kalau belum menikmati Krupuk Usek

krupuk usek paninggaran

Paninggaran, Wartadesa. – Bila Anda berkunjung atau sekedar melintasi wilayah Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya bila belum mencicipi produk lokal yang digoreng bukan dengan minyak namun dengan pasir. Warga Pekalongan biasa menyebut kerupuk tersebut sebagai Krupuk Usek, atau kerupuk Paninggaran.

Saking terkenalnya produk olahan rumah tangga ini, warga Paninggaran menyebut, jangan mampir ke Paninggaran kalau belum menikmati Krupuk Usek.

Tidak diragukan lagi, Krupuk Usek paninggaran ini dijamin super enak, renyah serta gurih dan dijamin aman dikonsumsi untuk semua kalangan dan umur, karena tidak mengandung bahan pengawet maupun pewarna berbahaya.

Krupuk Usek Paninggaran. Peserta kirab asal Paninggaran mengunakan kostum Krupuk Usek Paninggaran. Foto: Eva Abdullah/Wartadesa
Krupuk Usek Paninggaran. Peserta kirab asal Paninggaran mengunakan kostum Krupuk Usek Paninggaran. Foto: Eva Abdullah/Wartadesa

Cukup dengan lembaran uang ribuan, kita dapat membeli camilan ini. Secara umum, camilan ini dibanderol dengan harga yang beragam. Tergantung minat para pembeli, apakah hendak membeli Krupuk Usek yang biasa ataupun Krupuk  Usek yang sudah dibumbui (biasa disebut usek kremes).

Pecinta kuliner dapat membeli camilan ini di pasar terdekat, Pasar Paninggaran. Camilan dibeli dalam bentuk krupuk yang masih biasa (belum dibumbui atau kremes), kemudian pembeli tersebut akan mengolah ulang dengan sedikit meracik bumbu sederhana untuk menciptakan cita rasa yang lebih nikmat. Kegiatan olah ulang ini disebut kremes atau mengkremes, sehingga produk akhir krupuk usek ini dinamakan usek kremes.

Krupuk Usek ini termasuk dalam kategori camilan yang paling populer dikalangan masyarakat Kota Santri. Banya, toko maupun warung yang menjual produk camilan ini disepanjang Kecamatan Kajen, Bojong, Kedungwuni, Karanganyar, Wiradesa dan bahkan disekitaran Pekalongan Kota.

Produk industri rumahan ini masih dikerjakan secara manual, dengan menggunakan tenaga manusia. Dari proses pembutan kerupuk, penjemuran, penggorengan dengan menggunakan pasir, pengepakan hingga proses kremes.

Bahan baku pembuatan kerupuk ini meliputi, tepung tapioka, garam, terasi,  penyedap rasa, pewarna makanan, ketumbar,  dan bawang putih.

Bila Anda tidak sempat mampir langsung ke Paninggaran, Anda dapat mendapatkan produk camilan ini di Kedai BFK. Tersedia rasa pedes, rasa gurih, dan rasa manis.  Kedai BFK berada di depan Masjid Raya al Khuzaemah Kajen, sebelum pom bensin Gejlik kajen dari arah Selatan kiri jalan, pas pintu masuk masjid. Atau bisa pesan melalui pesan Whats App di nomor  087830861941. ​(Miranda)

========================

Bila Sedulur Wartadesa mempunyai produk/usaha kecil/mikro/usaha rumah tangga dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya. Silakan kirim tulisan/produk ke kotak pesan (inbox) Warta Desa atau melalui email: wartadaridesa@gmail.com

Tulisan tidak dikenai biaya.

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Minikmati segarnya Kali Medang Paninggaran

kali medang paninggaran

Paninggaran, Wartadesa. – Kali Medang di Desa/Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan sedang berbenah. Kali yang dulunya jorok dan hanya dimanfaatkan oleh warga untuk -maaf ‘pup’ kini berubah menjadi destinasi wisata baru.

Meski belum dikenal oleh kebanyakan pecinta wisata Pekalongan, beberapa waktu lalu tempat ini dikunjungi oleh sebuah stasiun tv nasional untuk meliput indahnya Kali Medang.

Sejuk. Sejuknya air Kali Medang di Desa/Kecamatan Paninggaran, Pekalongan dimanfaatkan anak-anak untuk mandi.

Pemerintah desa setempat menata kali begiturupa, hingga menarik untuk dinikmati. Ditepi kali, terdapat taman yang cukup asri. Pengunjung dapat bersantai di taman sambil menikmati gemericik air kali, bagaikan musik relaksasi. Pikiran jadi jernih dan adem. Apalagi kalau sambil menyelupkan kaki kita ke kali. Kesejukan akan langsung terasa ditubuh kita.

Jangan lupa beli gorengan dan kopi dulu untuk dinikmati di taman tepi Kali Medang sambil menikmati gemericik air. Atau menyusuri kali dari bawah jembatan dengan ‘njegur’ langsung dengan kaki telanjang hingga jembatan bambu. Nikmati sensasi dinginnya air pegunungan yang segar. Karena kedalaman air Kali Medang tidak terlalu dalam.

Untuk menuju ke lokasi, pengunjung cukup menempuh perjalanan dari Kajen kearah Kecamatan Paninggaran. Seratus meter dari Kecamatan Paninggaran, akan langsung terlihat lokasi Kali Medang. Cukup mudah dan gampang dijangkau bukan?

Namun mengingat destinasi wisata ini sangat baru, jangan lupa siapkan nyami’an dan minuman seperlunya yang bisa dibeli di dekat Pasar Paningaran.

Selepas dari Kali Medang, masih banyak lokasi wisata di Paninggaran yang bisa dinikmati yakni, asyiknya tubbing di Kali Genteng, segarnya Curug Siwatang Lambanggelun, situs Candi Trenggolek, makam Mbah Wali Tandur, makam Nyai Karomah, makam Mbah Karya Wadana, atau menikmati indahnya kebun teh Kaliboja. (Miranda)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Segarnya ‘ciblon’ di Bendungan Kletak Wonopringgo

ciblon

Wonopringgo, Wartadesa. – Liburan ketempat obyek wisata tidak harus mahal. Menikmati dingin dan segarnya air yang jernih tak harus keluar kocek … kan? Jika Anda berkenan untuk sekedar refrshing keluarga, sesekali menikmati pemandangan dan suasana pedesaan, sambil mandi bareng keluarga. Tak ada salahnya bila Anda datang ke Bendungan Kletak Wonopringgo.

Bendungan Kletak. Bendungan Pesantren Kletak ini ramai dikunjungi wisatawan lokal saat hari Jum’at hingga Ahad. (Foto: vevelipbsa)

Bendungan yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal pada hari Jum’at hingga Ahad atau hari-hari libur lainnya ini memang menarik. Rindangnya pepohonan, gemericik air bendungan dan segarnya air saat mandi bersama keluarga. Sunggu pengalaman luar biasa.

Rindang. Suasana rindangnya pepohonan saat masuk ke Bendungan Kletak.

Untuk menuju ke lokasi bendungan, cukup melewati jalan raya Wonopringgo-Kajen, saat di Puskesmas Wonopringgo ambil jalur kanan (belok ke arah Timur) dan tinggal mengikuti jalan hingga sampai ke lokasi.

Meski Bendungan Kletak ini sudah cukup terkenal, namun para pelancong musti membawa bekal seperti makanan dan minuman, mengingat masih minimnya warung di lokasi tersebut. Tertarik untuk berkunjung? (Eva Abdullah)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Reaksi, pererat persaudaraan dengan wisata bareng

reaksi

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ada banyak cara untuk memperkuat kebersamaan remaja di Kramatsari Kota Pekalongan. Selain mereka tiap waktu luang melakukan kegiatan bakti sosial dengan kerja bakti membersihkan lingkungan mereka. Komunitas remaja yang menamakan dirinya Reaksi (Remaja Aktif Solidaritas Kramatsari) ini mengajak anggota beserta keluarganya untuk berwisata.

“Disela-sela kegiatan positif kami di lingkungan warga, Reaksi kali ini mengadakan wisata bareng. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Reaksi beserta seluruh anggota keluarga,” tutur Ali Bana, Rabu (28/03).

Ali Bana menambahkan bahwa kegiatan wisata keluarga anggota Reaksi ini digelar untuk mempererat tali persaudaraan, “Dengan bergabungnya seluruh anggota keluarga, diharapkan masing-masing anggota saling mengenal, hingga menambah erat hubungan tali persaudaraan,” tambahnya.

Wisata bareng dengan tujuan Watu Ireng, Kandangserang Kabupaten Pekalongan tersebut juga bertujuan untuk mencintai dan mengenal berbagai obyek wisata lokal, yang tidak kalah menariknya dengan obyek wisata diluar Pekalongan.

“Kami menanamkan cinta Pekalongan, termasuk keindahan obyek wisata di Pekalongan ini tidak kalah menarik dengan obyek wisata di tempat lain diluar Pekalongan,” ujar Mardiyanah.

Menurut Mardiyanah dengan diadakannya wisata bareng ini, seluruh keluarga anggota komunitas lebih dekat. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Pasar Minggon Jatinan sediakan aneka permainan dan jajanan tradisional asli Batang

pasar papringan

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang bakal menghadirkan wahana wisata baru dibulan April ini. Wahana berisi anaka permainan tradisional yang akan dimainkan oleh ratusan anak-anak SD dan puluhan jajanan tradisional khas Batang akan dapat dinikmati pada 22 April 2018 mendatang.

Wahana wisata yang digagas Pemkab Batang tersebut memanfaatkan hutan kota Rajawali yang nantinya tiap hari Ahad akan berubah menjadi Pasar Minggon Jatinan (pasar akhir pekan dibawah pohon jati).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Uni KuslantasiWihaji mengungkapkan bahwa 20 makanan tradisional khas Batang dan tujuh permainan tradisional akan digelar pada pembukaan Pasar Minggon Jatinan yang bersamaan dengan peringatan Hari Kartini. Tuturnya beberapa waktu lalu.

Uni menambahkan bahwa tujuh permainan tradisional nantinya akan dimainkan oleh anak-anak TK dan SD. Selain itu juga akan digelar kesenian tradisional berupa tari-tarian oleh anak-anak TK.

Subiyanto Kepala Bagian Perekonomian Batang mengungkapkan bahwa dengan dibukanya Pasar Minggon Jatinan akan menjadi wahana hiburan dan wisata di kabupaten Batang, “Pasar MinggonJatinan merupakan sebuah embrio baru sebagai wahana hiburan dan wisata yang akan dibuka setiap minggu pagi,” tuturnya.

Menurut Subiyanto,  kehadiran Pasar Minggon Jatinan ini akan lebih memeriahkan tempat hiburan di Batang. Hal itu dilakukan untuk memecah keramaian yang selama ini terpusat di Alun-alun dan nantinya ketiga tempat tersebut akan menjadi segitiga destinasi wahana hiburan.

“Akan ada 20 kuliner tradisional khas Batang dan itu pun bisa bertambah jumlah dan jenisnya sebab tempatnya masih bisa menampung UKM lain yang ada di Batang.” Pungkas Subiyanto. (Eva Abdullah)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Eksostisme Plalar, perpaduan jembatan gantung dan perbukitan indah

jembatan gantung plalar timbangsari_foto kristiyana

Menikmati keindahan Dukuh Plalar di Desa Timbangsari Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan jelas membutuhkan usaha keras. Namun perjuangan dengan medan yang sulit dijangkau berbuah manis dengan keindahan alam yang ditawarkan.

Desa Timbangsari dengan perbukitannya, merupakan wilayah dengan kondisi tanah yang labil, beberapa kali wilayah ini dilanda longsor. Namun warga desa setempat mempunyai kearifan lokal yang kuat. Mereka akan langsung melakukan kerja bakti, dengan bergotong-royong memperbaiki jalan yang tertimpa material longsor.

Untuk menuju ke wilayah ini, pengunjung cukup menyiapkan tenaga ekstra dan kondisi motor yang prima. Dari Karanganyar melewati Obyek Wisata Lolong, kemudian ke Lebakbarang dan perjalanan diteruskan ke Dukuh Plalar. Keindahan alam perbukitan Dukuh Plalar akan langsung dinikmati dari jembatan gantung yang eksostis.

Eksostisme pemandangan perbukitan di Dukuh Plalar, Desa Timbangsari Kecamatan Lebakbarang. Foto: Kristiyana

Desa Timbangsari terletak 10 kilometer dari ibukota kecamatan. Terdiri dari tiga pedukuhan yakni, Dukuh Kresek, Dukuh Sijonggrangsari dan Dukuh Plalar. Berbatasan dengan sebelah utara Desa Sidomulyo, sebelah selatan Desa Depok, sebelah timur Desa Wonosido dan sebelah barat Desa Pamutuh.

Potensi alam Desa Timbangsari cukup menjanjikan bagi warga setempat jika dikembangkan secara maksimal. Keindahan perbukitan hijau dengan pohon kolang-kaling, kerajinan ijuk dan perkebunan kopi bisa menjadi sarana peningkatan perekonomian warga.

Pohon kolang-kaling ini menjadi matapencaharian warga tambahan bagi warga, selain bertani.
Warga sedang memasak bijih kolang-kaling menjadi buah kolang-kaling yang bisa kita nikmati langsung. Foto: Desa Timbangsari

Kondisi alam Desa Timbangsari  100 persen merupakan pegunungan dan perbukitan  780 mdpl. Pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dari puncak salah satu perbukitan Dukuh Plalar.

Selain terkenal dengan keindahan perbukitannya, Desa Timbangsari juga merupakan penghasil kopi robusta dan kopi hijau. Seperti diketahui ekstrak biji kopi hijau sangat bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan secara alami. Cara kerja dari ekstrak kopi hijau ini adalah dengan membuat perut terasa kenyang terus sehingga dapat menahan nafsu makan.

Potensi kekayaan dari hasil pertanian yang dimiliki selain kopi, juga budidaya coklat, madu Lebak, gula aren, cengkeh, kolang-kaling, kakau, salak, dan duren. Sayangnya potensi ini belum tergarap maksimal karena belum didukung sarana transportasi yang memadai.

Petilasan di puncak Bukit Mahameru Lebakbarang

Selepas dari Desa Timbangsari, pengunjung juga dapat menikmati pesona alam di wilayah sekitar.  Disini terdapat Curug Cinde di Desa Depok. Watu lenjing dan wadas putih di Desa Sidomulyo.  Camping Ground Bumi Perkemahan yang terletak di sebelah Puncak Mahameru di Desa Lebakbarang. Di Puncak Mahameru terdapat petilasan yang banyak dikunjungi warga pada saat-saat tertentu. (Budi Rahayu S)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Kopdar VLOC hasilkan pengurus baru

vloc

Pekalongan, Wartadesa. – Komunitas pemilik mobil Toyota Vios Limo, Vios Limo Owner Comunity (VLOC) wilayah Pekalongan berkumpul dalam ajang kopi darat (kopdar) di depan apotik Ibu Kota untuk memilih ketua komunitas. Jum’at (16/03).

Acara yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam sabtu ini diikuti oleh beberapa anggota yang berasal dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang.

Kopdar (kopi darat) istilah yang sering dipakai oleh para anggota komunitas, kopdar kali ini ada yang beda karena disamping agenda rutinan namun ada agenda yang lebih utama yaitu pemilihan ketua komunitas karena masa kepengurusan sebelumnya yang sudah berakhir.

Acara dilaksanakan dengan nuansa santai dan kekeluargaan dan secara aklamasi terpilih Ujang sebagai ketua komunitas. Pria asal kedungwuni ini dipercaya oleh semua anggota untuk menahkodai komunitas ini. Dalam sambutannya ketua terpilih menuturkan harapannya kepada semua anggota untuk bisa menyebarkan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya pemilik mobil Vios Limo agar dapat bergabung dalam Komunitas VLOC ini.

Komunitas VLOC ini disamping sebagai ajang silahturahmi juga banyak manfaat yang didapat bagi anggotanya. Manfaat yang paling terasa adalah sebagai bahan sharing berkaitan dengan kondisi mobil baik kerusakan ringan sampai berat. “Kami punya beberapa bengkel rekomendasi dan ada discount khusus bagi anggota VLOC” tutur Ujang.

Komunitas ini sudah beberapa kali melakukan kopdar, pemasangan stiker merupakan bukti keabsahan sebagai anggota,   “Bagi anggota yang sudah mengikuti beberapa kali kopdar akan ditempel stiker sebagai bukti keabsahan sebagai anggota dan diharapkan bisa rutin mengikuti acara kopdar minimal sebulan 2 kali” tutup ujang. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

jembatan buntu

Batang, Wartadesa. – Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie (swafoto) dan berbagai spot menarik menjadi magnet tersendiri bagi kaum muda. Apalagi mereka memanfaatkan media sosial untuk mengunggah keindahan Jembatan Buntu Sengon, membuat daerah tersebut kini ramai dikunjungi para pelancong.

Sayang, tempat wisata yang dapat dijangkau dengan ancer-ancer (patokan) SD Sengon Subah di Jalan Pantura, masuk gang hingga beberapa meter, kemudian ada petunjuk arah menuju ke obyek wisata Jembatan Buntu Sengon ini  akses yang tidak cukup baik, bahkan berbahaya.

Becek saat hujan. Akses menuju ke obyek wisata Jembatan Buntu Sengon Subah ini memprihatinkan jika hujan. (Foto: Tribun)

Pelancong harus melewati jalanan yang sempit dengan sebelah kiri tebing jurang hutan sengon. Jananan yang masih berupa tanah liat, bila hujan akan licin dan becek, sehingga para pengunjung musti ekstra hati-hati saat melintas.

Menurut Slamet (53) pengelola wisata, kondisi obyek wisata Jembatan Buntu Sengon sudah lebih baik, karena dulu lebih parah lagi kondisinya. Dulu masih belum bisa dilewati dengan motor, jadi para pengunjung harus berjalan kaki. Tuturnya.

Setelah Jembatan Buntu Sengon ramai, masih lanjut Slamet, uang kas dari kotak dana wisata yang disediakan oleh warga digunakan untuk memudahkan akses, dengan memperlebar jalan.

“Ini kami juga mintakan sisa-sisa beton dari proyek pembangunan jalan tol untuk bangun akses lagi agar lebih mudah dan tidak berbahaya, seperti yang dilihat kan jalannya kalau habis hujan, karena tanah jadi becek dan licin,” paparnya.

Slamet berharap dengan potensi wisata yang saat ini sudah mulai ramai dikunjungi ini, pemerintah daerah bisa ikut membantu untuk memperbaiki akses agar pengunjung bisa lebih nyaman. (WD, dan berbagai sumber)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya