close

Jalan-jalan

EkonomiJalan-jalan

Minum kopi, selamatkan Owa Jawa Petungkriyono

kopi hutan sokokembang

Petungkriyono, Wartadesa. – Bagi penikmat kopi, kopi hutan atau kopi liar akan terasa lebih nikmat ketimbang jenis kopi yang dibudidayakan dari hasil perkebunan. Pecinta kopi dapat menikmati kopi hutan yang ada di hutan Sokokembang, Petungkriyono. Berada di ketinggaian 1.400 mdpl, kopi jenis ini menjadi luar biasa nikmatnya.

Adalah Tasuri, pria jebolan kelas 4 SD, aktivis alam yang juga satu-satunya pengelola kopi hutan liar di Petungkriyono yang memproduksi Kopi Owa. Sejak 2007 lalu, dia mengelola kopi hutan liar yang menjadi makanan alami kawanan luwak dan surili liar.

Kedai kopi hutan di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

Banyaknya tanaman kopi di hutan Sonokembang Desa Kayu Puring Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, yang tumbuh liar hingga tinggi sekali, bahkan berdiameter besar sampai seukuran satu pelukan, menarik hati Tasuri untuk mengelola kopi hutan.

Bersama istrinya, Kunapah yang mendirikan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nyi Parijotho mengolah Kopi Owa bersama kaum perempuan di Petungkriyono. Sejak 2013 rumah Tasuri berfungsi sebagai Omah Kopi dan home stay bagi para wisatawan.

Ketertarikan Tasuri untuk menekuni pengelolaak kopi hutan adalah bentuk komitmennya melindungi hutan Sokokembang dan Owa Jawa. Dengan pangsa pecinta ‘kopi specialty’, kelompoknya tetap mempertahankan kopi hutan. Meski awalnya banyak warga yang membuka hutan untuk berkebun kopi, warga tetap diarahkan untuk mempertahankan kopi hutan.

Tasuri berfoto dengan kopi produksi KUB Nyi Parijotho di rumahnya yang disulap sebagai Omah Kopi. Foto: Bisnis

Tasuri mengajak warga untuk menggunakan kopi hutan dan tidak boleh membuka hutan lagi. Meski permintaan kopi hutan tinggi, Tasuri tetap mengontrool para petani untuk tidak membobol hutan dan membka lahan perkebunan kopi, demi menyelamatkan habitan Owa, Elang dan Macan Jawa.

Setidaknya 40 keluarga di Sokokembang telah bergabung dalam usaha pengelolaan Kopi Owa dalam KUB Nyi Parijotho. Sebagai komoditas kopi primium eksotis yang sangat langka. Produksi kopi hutan tidak bisa massal. Satu tahun hanya bisa panen sekali, yakni pada bulan Mei-Juni. Dengan produksi sekitar 25 kwintal.

Pengelola Sokokembang EcoAdventure ini sengaja membatasi kopi Owa Jawa agar menjadi magnet bagi para pelancong. Kuatitas kopi Owa Jawa jelas istimewa karena organik, hingga tidak menyebabkan perut kembung.

Secara fisik, biji kopi hutan jauh lebih kecil ketimbang kopi perkebunan, namun massa kopi hutan lebih padat dengan aroma yang lebih kuat, karena menggunakan ceri kopi merah.

Tasuri juga mengembangkan kopi luwak hutan asli, bukan luwak penangkaran seperti kebanyakan kopi luwak. Mengingat sangat langka, kopi jenis ini dubandrol dengan harga fantastis, Rp. 2,5 juta perkilogram.

Tertarik menikmati kopi hutan sambil beramal menyelamatkan Owa Jawa? Tak ada salahnya bila kita berkunjung ke Sokokembang, sembari belajar mengolah kopi hingga menjajikan dalam secangkir kopi hangat dan nikmat. Apalagi dinikmati dalam suasana gemericik air terjun dan hutan ‘Amazon Asia’ Petungkriyono.

Tinggal pilih kopi robusta, arabika, liberica, exelca, peaberry bahkan kopi luwak asli hutan Sokokembang. (Eva Abdullah. Dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait
Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Jalan rusak dikeluhkan wisatawan Petungkriyono

petungkriyono

Petungkriyono, Wartadesa. – Jumlah wisatawan di Petungkriyono menurun drastis lantaran akses jalan menuju obyek wisata Curug Muncar masih rusak. Rusaknya jalan akses menuju obyek wisata di Petungkriyono tersebut dikeluhkan oleh wisatawan.

“Pemandangannya indah, sejuk dan bikin seger … sayang jalan menuju ke obyek wisata Curug Muncar rusak dan sulit dilewati sehabis hujan atau ketika jalan basah,” ujar Arie Darmawan, wisatawan dari Pemalang, Jum’at (20/04).

Kondisi jalan yang belum segera diperbaiki tersebut juga dikeluhkan oleh pedagang di destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan tersebut.

“Kondisi jalan ke Curugmuncar yang rusak ikut menyokong sepinya pengunjung mas, warung dan cateringpun jadi sepi pesanan,” tutur Rahmawati, salah seorang pengusaha rumahan catering.

Menurut Rahmawati, sebelumnya saat jalan bagus dan banyak pengunjung ke Negeri diatas Awan, warung dan usaha katering yang dilakukan oleh warga setempat ramai.

“Dulu saat pengunjung banyak karena jalannya bagus, banyak yang pesan makanan dan snack dari tempat saya, Alhamdullihah bisa menutup kebutuhan sehari-hari. “Namun karena akhir-akhir ini pengunjung sedikit, kadang tidak ada pesanan,” lanjutnya.

Kerusakan parah terjadi di daerah Kasimpar hingga Kecamatan dan  dari Kota Kecamatan hingga Curug Muncar, Petungkriyono. Sementara bila pengunjung datang dari arah Karangdadap ke arah Doro, kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Kedungkebo Kecamatan Karangdadap. Sedangkan pengunjung yang melewati jalur Kedungwuni-Doro, kerusakan jalan yang parah mulai dari Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni.

Sebelumnya pada Juli 2017, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Tahun 2017, Pemkab Pekalongan membuka lelang untuk perbaikan jalan Petungkriyono dengan alokasi anggaran yaitu Jalan Kroyakan-Petung (12,3 miliar), Jalan Sikucing- Gumelem (4 miliar), Jalan Songgodadi – Curugmuncar (3,5 miliar), Jalan Yosorejo – Curugmuncar (2,5 miliar), serta jembatan Curug (250 Juta) dan jembatan Gondang (500 juta).

Beberapa kali proyek perbaikan jalan di Petungkriyono mengalami gagal lelang. Penyebab gagal lelang tidak disebutkan oleh pejabat berwenang di Kota Santri.

Kondisi sarana-prasarana obyek wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mendatangi obyek wisata, termasuk Petungkriyono yang ditetapkan sebagai National Nature Heritage tersebut. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSeni Budaya

Karya seni di Taman Kehati Lampung ternyata karya Wong Pemalang

taman kehati park

Lampung, Wartadesa. – Siapa sangka karya seni yang cantik, di Waterpark Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kabupaten Mesuji yang berlokasi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya, Lampung, ternyata hasil karya Wong Pemalang.

Adalah Sutoyo, warga asli Dukuh Karangsuci Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang yang kini berada di Mesuji Lampung, menceritakan bahwa karya seni yang ada di taman terbesar di Lampung, Waterpark Taman Kehati adalah buah karyanya.

“Saya asli Pemalang, tepatnya Dukuh Karangsuci Desa Penggarit. Saya seorang seniman. Inilah salah satu bukti karya saya di taman water park terbesar di Lampung tepatnya di kabupaten Mesuji.” Tulis Sutoyo di grub media sosial Pemalang, disertai dengan foto-foto hasil karyanya.

Nama Sutoyo ada dalam karya seni yang dipasang di Waterpark Kehati Lampung. Foto: Sutoyo

Sutoyo pada Selasa (17/04) sedang menyelesaikan pembuatan empat patung kuda yang juga ditempatkan di Waterpark Taman Kehati Lampung. “Alhamdulillah… Kiranya karyaku digemari para pengunjung…semoga mereka puas. Mohon dukungannya masyarakat Mesuji. Sekarang saya sedangg bikin 4 patung kuda lagi di tempat yang sama Taman Kehati Mesuji.” Tulisnya di laman media sosial pribadinya.

Pengunjung Waterpark Taman Kehati Lampung

Waterpark Taman Kehati Lampung diresmikan pada 13 April 2017 lalu.  Taman seluas 10 hektar tersebut  memiliki beberapa fasilitas yang siap memanjakan masyarakat.

Diantaranya fasilitas bermain anak, arena bermain sepatu roda, kolam renang, kolam pemancingan, jogging track, taman bunga, taman burung dan aneka pohon langka. (Eva Abdullah)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Paradise Pekalongan mendadak tilik bocah penderita sindrom nefrotik

Karanganyar, Wartadesa. - Paguyuban Artis dan Insan Seni (Paradise) Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari musisi, artis, MC dan pekerja kesenian Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

selengkapnya
EducationJalan-jalanPendidikanSosial Budaya

SMAM 12 Jakarta kunjungi Muhammadiyah Pencongan

pencongan

Wiradesa, Wartadesa. – Ratusan siswa dan guru dari SMA Muhammadiyah (SMAM) 12 Jakarta, Rabu (18/04) mengunjungi tempat sejarah tarjih Muhammadiyah di Pekalongan dalam acara outing class. Mereka mengunjungi Gedung Kopindo Wiradesa, yang pernah digunakan sebagai tempat berlangsungnya Muktamar Tarjih Muhammadiyah tahun 1972.

Sesepuh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pencongan, Fahrurozy mengungkapkan rasa terima kasihnya, mengingat kunjungan tersebut merupakan momentum untuk mengingat kembali sejarah Muhammadiyah di Kota Santri.

Fahrurozy menambahkan bahwa Muktamar Tarjih ke-72 merupakan peristiwa penting bagi berkembangnya Muhammadiyah di Pencongan, “Muktamar Tarjih 72 adalah moment penting bagi tumbuh dan berkembangnya muhammadiyah di Pencongan, karena moment ini benar-benar melibatkan warga Muhammadiyah Pencongan secara langsung, guyub untuk turut mensukseskan Muktamar Tarjih dengan memberikan layanan terbaik untuk tamu dari seluruh penjuru nusantara.” Ujarnya.

Kegiatan acara kunjungan tersebut berlangsung sangat meriah, tidak  kurang dari 150 siswa dan guru SMA Muhammadiyah 12 Jakarta hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan ini PCM Pencongan tampak hadir beberapa pengurus harian dan beberapa sesepuh Muhammadiyah.

Dalam sambutanya ketua PCM Pencongan, Slamet Kaum mengatakan, “Kegiatan Outing Class melintas sejarah tarjih 72 sangat efektif bagi siswa sekolah Muhammadiyah untuk menanamkan dedikasi kader terhadap persyarikatan, terlebih sejarah tarjih yang menjadi bagian penting dalam upaya peneguhan ideologi.” Ujarnya.

Kegiatan kunjungan silaturahmi diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh pihak sekolah SMA Muhammadiyah 12 jakarta untuk PCM Pencongan.   (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Jangan mampir ke Paninggaran kalau belum menikmati Krupuk Usek

krupuk usek paninggaran

Paninggaran, Wartadesa. – Bila Anda berkunjung atau sekedar melintasi wilayah Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya bila belum mencicipi produk lokal yang digoreng bukan dengan minyak namun dengan pasir. Warga Pekalongan biasa menyebut kerupuk tersebut sebagai Krupuk Usek, atau kerupuk Paninggaran.

Saking terkenalnya produk olahan rumah tangga ini, warga Paninggaran menyebut, jangan mampir ke Paninggaran kalau belum menikmati Krupuk Usek.

Tidak diragukan lagi, Krupuk Usek paninggaran ini dijamin super enak, renyah serta gurih dan dijamin aman dikonsumsi untuk semua kalangan dan umur, karena tidak mengandung bahan pengawet maupun pewarna berbahaya.

Krupuk Usek Paninggaran. Peserta kirab asal Paninggaran mengunakan kostum Krupuk Usek Paninggaran. Foto: Eva Abdullah/Wartadesa
Krupuk Usek Paninggaran. Peserta kirab asal Paninggaran mengunakan kostum Krupuk Usek Paninggaran. Foto: Eva Abdullah/Wartadesa

Cukup dengan lembaran uang ribuan, kita dapat membeli camilan ini. Secara umum, camilan ini dibanderol dengan harga yang beragam. Tergantung minat para pembeli, apakah hendak membeli Krupuk Usek yang biasa ataupun Krupuk  Usek yang sudah dibumbui (biasa disebut usek kremes).

Pecinta kuliner dapat membeli camilan ini di pasar terdekat, Pasar Paninggaran. Camilan dibeli dalam bentuk krupuk yang masih biasa (belum dibumbui atau kremes), kemudian pembeli tersebut akan mengolah ulang dengan sedikit meracik bumbu sederhana untuk menciptakan cita rasa yang lebih nikmat. Kegiatan olah ulang ini disebut kremes atau mengkremes, sehingga produk akhir krupuk usek ini dinamakan usek kremes.

Krupuk Usek ini termasuk dalam kategori camilan yang paling populer dikalangan masyarakat Kota Santri. Banya, toko maupun warung yang menjual produk camilan ini disepanjang Kecamatan Kajen, Bojong, Kedungwuni, Karanganyar, Wiradesa dan bahkan disekitaran Pekalongan Kota.

Produk industri rumahan ini masih dikerjakan secara manual, dengan menggunakan tenaga manusia. Dari proses pembutan kerupuk, penjemuran, penggorengan dengan menggunakan pasir, pengepakan hingga proses kremes.

Bahan baku pembuatan kerupuk ini meliputi, tepung tapioka, garam, terasi,  penyedap rasa, pewarna makanan, ketumbar,  dan bawang putih.

Bila Anda tidak sempat mampir langsung ke Paninggaran, Anda dapat mendapatkan produk camilan ini di Kedai BFK. Tersedia rasa pedes, rasa gurih, dan rasa manis.  Kedai BFK berada di depan Masjid Raya al Khuzaemah Kajen, sebelum pom bensin Gejlik kajen dari arah Selatan kiri jalan, pas pintu masuk masjid. Atau bisa pesan melalui pesan Whats App di nomor  087830861941. ​(Miranda)

========================

Bila Sedulur Wartadesa mempunyai produk/usaha kecil/mikro/usaha rumah tangga dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya. Silakan kirim tulisan/produk ke kotak pesan (inbox) Warta Desa atau melalui email: wartadaridesa@gmail.com

Tulisan tidak dikenai biaya.

Terkait
Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Minikmati segarnya Kali Medang Paninggaran

kali medang paninggaran

Paninggaran, Wartadesa. – Kali Medang di Desa/Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan sedang berbenah. Kali yang dulunya jorok dan hanya dimanfaatkan oleh warga untuk -maaf ‘pup’ kini berubah menjadi destinasi wisata baru.

Meski belum dikenal oleh kebanyakan pecinta wisata Pekalongan, beberapa waktu lalu tempat ini dikunjungi oleh sebuah stasiun tv nasional untuk meliput indahnya Kali Medang.

Sejuk. Sejuknya air Kali Medang di Desa/Kecamatan Paninggaran, Pekalongan dimanfaatkan anak-anak untuk mandi.

Pemerintah desa setempat menata kali begiturupa, hingga menarik untuk dinikmati. Ditepi kali, terdapat taman yang cukup asri. Pengunjung dapat bersantai di taman sambil menikmati gemericik air kali, bagaikan musik relaksasi. Pikiran jadi jernih dan adem. Apalagi kalau sambil menyelupkan kaki kita ke kali. Kesejukan akan langsung terasa ditubuh kita.

Jangan lupa beli gorengan dan kopi dulu untuk dinikmati di taman tepi Kali Medang sambil menikmati gemericik air. Atau menyusuri kali dari bawah jembatan dengan ‘njegur’ langsung dengan kaki telanjang hingga jembatan bambu. Nikmati sensasi dinginnya air pegunungan yang segar. Karena kedalaman air Kali Medang tidak terlalu dalam.

Untuk menuju ke lokasi, pengunjung cukup menempuh perjalanan dari Kajen kearah Kecamatan Paninggaran. Seratus meter dari Kecamatan Paninggaran, akan langsung terlihat lokasi Kali Medang. Cukup mudah dan gampang dijangkau bukan?

Namun mengingat destinasi wisata ini sangat baru, jangan lupa siapkan nyami’an dan minuman seperlunya yang bisa dibeli di dekat Pasar Paningaran.

Selepas dari Kali Medang, masih banyak lokasi wisata di Paninggaran yang bisa dinikmati yakni, asyiknya tubbing di Kali Genteng, segarnya Curug Siwatang Lambanggelun, situs Candi Trenggolek, makam Mbah Wali Tandur, makam Nyai Karomah, makam Mbah Karya Wadana, atau menikmati indahnya kebun teh Kaliboja. (Miranda)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Segarnya ‘ciblon’ di Bendungan Kletak Wonopringgo

ciblon

Wonopringgo, Wartadesa. – Liburan ketempat obyek wisata tidak harus mahal. Menikmati dingin dan segarnya air yang jernih tak harus keluar kocek … kan? Jika Anda berkenan untuk sekedar refrshing keluarga, sesekali menikmati pemandangan dan suasana pedesaan, sambil mandi bareng keluarga. Tak ada salahnya bila Anda datang ke Bendungan Kletak Wonopringgo.

Bendungan Kletak. Bendungan Pesantren Kletak ini ramai dikunjungi wisatawan lokal saat hari Jum’at hingga Ahad. (Foto: vevelipbsa)

Bendungan yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal pada hari Jum’at hingga Ahad atau hari-hari libur lainnya ini memang menarik. Rindangnya pepohonan, gemericik air bendungan dan segarnya air saat mandi bersama keluarga. Sunggu pengalaman luar biasa.

Rindang. Suasana rindangnya pepohonan saat masuk ke Bendungan Kletak.

Untuk menuju ke lokasi bendungan, cukup melewati jalan raya Wonopringgo-Kajen, saat di Puskesmas Wonopringgo ambil jalur kanan (belok ke arah Timur) dan tinggal mengikuti jalan hingga sampai ke lokasi.

Meski Bendungan Kletak ini sudah cukup terkenal, namun para pelancong musti membawa bekal seperti makanan dan minuman, mengingat masih minimnya warung di lokasi tersebut. Tertarik untuk berkunjung? (Eva Abdullah)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Reaksi, pererat persaudaraan dengan wisata bareng

reaksi

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ada banyak cara untuk memperkuat kebersamaan remaja di Kramatsari Kota Pekalongan. Selain mereka tiap waktu luang melakukan kegiatan bakti sosial dengan kerja bakti membersihkan lingkungan mereka. Komunitas remaja yang menamakan dirinya Reaksi (Remaja Aktif Solidaritas Kramatsari) ini mengajak anggota beserta keluarganya untuk berwisata.

“Disela-sela kegiatan positif kami di lingkungan warga, Reaksi kali ini mengadakan wisata bareng. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Reaksi beserta seluruh anggota keluarga,” tutur Ali Bana, Rabu (28/03).

Ali Bana menambahkan bahwa kegiatan wisata keluarga anggota Reaksi ini digelar untuk mempererat tali persaudaraan, “Dengan bergabungnya seluruh anggota keluarga, diharapkan masing-masing anggota saling mengenal, hingga menambah erat hubungan tali persaudaraan,” tambahnya.

Wisata bareng dengan tujuan Watu Ireng, Kandangserang Kabupaten Pekalongan tersebut juga bertujuan untuk mencintai dan mengenal berbagai obyek wisata lokal, yang tidak kalah menariknya dengan obyek wisata diluar Pekalongan.

“Kami menanamkan cinta Pekalongan, termasuk keindahan obyek wisata di Pekalongan ini tidak kalah menarik dengan obyek wisata di tempat lain diluar Pekalongan,” ujar Mardiyanah.

Menurut Mardiyanah dengan diadakannya wisata bareng ini, seluruh keluarga anggota komunitas lebih dekat. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Pasar Minggon Jatinan sediakan aneka permainan dan jajanan tradisional asli Batang

pasar papringan

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang bakal menghadirkan wahana wisata baru dibulan April ini. Wahana berisi anaka permainan tradisional yang akan dimainkan oleh ratusan anak-anak SD dan puluhan jajanan tradisional khas Batang akan dapat dinikmati pada 22 April 2018 mendatang.

Wahana wisata yang digagas Pemkab Batang tersebut memanfaatkan hutan kota Rajawali yang nantinya tiap hari Ahad akan berubah menjadi Pasar Minggon Jatinan (pasar akhir pekan dibawah pohon jati).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Uni KuslantasiWihaji mengungkapkan bahwa 20 makanan tradisional khas Batang dan tujuh permainan tradisional akan digelar pada pembukaan Pasar Minggon Jatinan yang bersamaan dengan peringatan Hari Kartini. Tuturnya beberapa waktu lalu.

Uni menambahkan bahwa tujuh permainan tradisional nantinya akan dimainkan oleh anak-anak TK dan SD. Selain itu juga akan digelar kesenian tradisional berupa tari-tarian oleh anak-anak TK.

Subiyanto Kepala Bagian Perekonomian Batang mengungkapkan bahwa dengan dibukanya Pasar Minggon Jatinan akan menjadi wahana hiburan dan wisata di kabupaten Batang, “Pasar MinggonJatinan merupakan sebuah embrio baru sebagai wahana hiburan dan wisata yang akan dibuka setiap minggu pagi,” tuturnya.

Menurut Subiyanto,  kehadiran Pasar Minggon Jatinan ini akan lebih memeriahkan tempat hiburan di Batang. Hal itu dilakukan untuk memecah keramaian yang selama ini terpusat di Alun-alun dan nantinya ketiga tempat tersebut akan menjadi segitiga destinasi wahana hiburan.

“Akan ada 20 kuliner tradisional khas Batang dan itu pun bisa bertambah jumlah dan jenisnya sebab tempatnya masih bisa menampung UKM lain yang ada di Batang.” Pungkas Subiyanto. (Eva Abdullah)

Terkait
Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Eksostisme Plalar, perpaduan jembatan gantung dan perbukitan indah

jembatan gantung plalar timbangsari_foto kristiyana

Menikmati keindahan Dukuh Plalar di Desa Timbangsari Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan jelas membutuhkan usaha keras. Namun perjuangan dengan medan yang sulit dijangkau berbuah manis dengan keindahan alam yang ditawarkan.

Desa Timbangsari dengan perbukitannya, merupakan wilayah dengan kondisi tanah yang labil, beberapa kali wilayah ini dilanda longsor. Namun warga desa setempat mempunyai kearifan lokal yang kuat. Mereka akan langsung melakukan kerja bakti, dengan bergotong-royong memperbaiki jalan yang tertimpa material longsor.

Untuk menuju ke wilayah ini, pengunjung cukup menyiapkan tenaga ekstra dan kondisi motor yang prima. Dari Karanganyar melewati Obyek Wisata Lolong, kemudian ke Lebakbarang dan perjalanan diteruskan ke Dukuh Plalar. Keindahan alam perbukitan Dukuh Plalar akan langsung dinikmati dari jembatan gantung yang eksostis.

Eksostisme pemandangan perbukitan di Dukuh Plalar, Desa Timbangsari Kecamatan Lebakbarang. Foto: Kristiyana

Desa Timbangsari terletak 10 kilometer dari ibukota kecamatan. Terdiri dari tiga pedukuhan yakni, Dukuh Kresek, Dukuh Sijonggrangsari dan Dukuh Plalar. Berbatasan dengan sebelah utara Desa Sidomulyo, sebelah selatan Desa Depok, sebelah timur Desa Wonosido dan sebelah barat Desa Pamutuh.

Potensi alam Desa Timbangsari cukup menjanjikan bagi warga setempat jika dikembangkan secara maksimal. Keindahan perbukitan hijau dengan pohon kolang-kaling, kerajinan ijuk dan perkebunan kopi bisa menjadi sarana peningkatan perekonomian warga.

Pohon kolang-kaling ini menjadi matapencaharian warga tambahan bagi warga, selain bertani.
Warga sedang memasak bijih kolang-kaling menjadi buah kolang-kaling yang bisa kita nikmati langsung. Foto: Desa Timbangsari

Kondisi alam Desa Timbangsari  100 persen merupakan pegunungan dan perbukitan  780 mdpl. Pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dari puncak salah satu perbukitan Dukuh Plalar.

Selain terkenal dengan keindahan perbukitannya, Desa Timbangsari juga merupakan penghasil kopi robusta dan kopi hijau. Seperti diketahui ekstrak biji kopi hijau sangat bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan secara alami. Cara kerja dari ekstrak kopi hijau ini adalah dengan membuat perut terasa kenyang terus sehingga dapat menahan nafsu makan.

Potensi kekayaan dari hasil pertanian yang dimiliki selain kopi, juga budidaya coklat, madu Lebak, gula aren, cengkeh, kolang-kaling, kakau, salak, dan duren. Sayangnya potensi ini belum tergarap maksimal karena belum didukung sarana transportasi yang memadai.

Petilasan di puncak Bukit Mahameru Lebakbarang

Selepas dari Desa Timbangsari, pengunjung juga dapat menikmati pesona alam di wilayah sekitar.  Disini terdapat Curug Cinde di Desa Depok. Watu lenjing dan wadas putih di Desa Sidomulyo.  Camping Ground Bumi Perkemahan yang terletak di sebelah Puncak Mahameru di Desa Lebakbarang. Di Puncak Mahameru terdapat petilasan yang banyak dikunjungi warga pada saat-saat tertentu. (Budi Rahayu S)

Terkait
Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, semalam, Ahad (06/01) sekitar pukul Read more

Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

selengkapnya