close

Kesehatan

Kesehatan

Kepala Puskesmas Buaran, Dr. Noor Endah Artati, Memaparkan Persiapan Implementasi Program Integrasi Layanan Primer

puskesmas buaran

Warta Desa, Buaran. – Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat, Program Integrasi Layanan Primer (ILP) telah menjadi fokus utama Kementerian Kesehatan. ILP bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menyediakan layanan kesehatan primer di setiap desa.

Dr. Noor Endah Artati, Kepala Puskesmas Buaran, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara intensif di internal Puskesmas Buaran untuk melaksanakan program ILP. Persiapan tersebut meliputi peningkatan kualitas tenaga kesehatan yang ada di puskesmas, serta pelaksanaan orientasi kepada para kader kesehatan di wilayah tersebut.

“Dengan persiapan yang telah kami lakukan, kami optimis dapat memberikan layanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat setempat melalui program ILP ini. Kami berkomitmen untuk menjalankan program ini dengan penuh dedikasi dan profesionalisme,” ungkap Dr. Noor Endah Artati.

Dengan dukungan penuh dari seluruh tim kesehatan di Puskesmas Buaran, diharapkan implementasi Program Integrasi Layanan Primer ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat desa Buaran dan sekitarnya. (RHD)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Puskesmas Tirto 1 Hadirkan Integrasi Layanan Primer (ILP)

puskesmas tirto

Warta Desa, Pekalongan, – Dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan, Puskesmas Tirto 1 Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini dirancang untuk menyediakan pelayanan kesehatan komprehensif sesuai siklus hidup, mulai dari bayi hingga lanjut usia, langsung di tingkat desa.

Kepala Puskesmas Tirto 1, dr. Lisa Irnawati, menjelaskan bahwa ILP akan menghadirkan tenaga kesehatan profesional seperti bidan, perawat, dan kader kesehatan desa di masing-masing desa.

“Dengan adanya ILP, masyarakat tidak perlu lagi pergi jauh ke puskesmas untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar. Semua kebutuhan kesehatan dapat ditangani di desa,” ujar dr. Lisa.

Puskesmas Tirto 1 telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan program ini. Persiapan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) baik dari pihak puskesmas maupun desa, termasuk pelatihan bagi kader kesehatan desa. Selain itu, komitmen dari pemerintah desa, dukungan lintas sektor, serta penyediaan peralatan medis, ruangan, dan obat-obatan yang memadai juga telah disiapkan.

Sistem pencatatan kesehatan yang terintegrasi juga telah disiapkan untuk memudahkan monitoring dan evaluasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap warga yang menjalani screening kesehatan mendapat penanganan yang tepat. Jika hasil screening menunjukkan kebutuhan perawatan lebih lanjut, warga akan dirujuk ke puskesmas.

Saat ini Program ILP mencakup dua desa di bawah naungan Puskesmas Tirto 1.

“Kami ingin memastikan bahwa layanan kesehatan yang diberikan benar-benar menjangkau dan bermanfaat bagi masyarakat desa. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga desa untuk memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya,” tambah dr. Lisa.

Terakhir, dr.Lisa mengatakan ,Dengan hadirnya ILP, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat pedesaan akan meningkat, mengurangi angka rujukan yang tidak perlu, dan memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan yang lebih merata. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan desa dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional.(RHD)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Puskesmas Bojong 1 Persiapan Menuju Program ILP Kesehatan

puskesmas bojong

Warta Desa, Pekalongan – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sering menjadi lokasi pelayanan pertama bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Persiapan Puskesmas dalam menyambut program Integrasi Layanan Primer ( ILP), perlu dipersiapkan matang agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Oleh karena itu persiapan Puskesmas sangat penting dalam menghadapi program ILP ini.

Kepala Puskesmas Bojong 1, Nunung Wulandari,S.Kep.Ners.,dalam pemaparannya pada hari Jum’at 24 Mei 2024 menyampaikan,”bahwa program ILP kesehatan ini lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian selain itu juga melayani semua usia, dari bayi sampai lansia.

Didalam program ILP ada 5 klaster,yaitu klaster manajemen, ibu dan anak, dewasa dan lansia, pencegahan penyakit menular, dan lintas klaster.
Dengan adanya program ini dari pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa sangat mendukung adanya pelaksanaan program ILP.

Selaku Kapus Bojong 1, Nunung Wulandari menyampaikan,”untuk itu saya juga melaksanakan sosialisasi ke lintas internal Puskesmas. Karena staf Puskesmas juga harus tahu dan mengetahui gambaran ILP itu seperti apa. Dan selanjutnya yang sudah dilaksanakan dari Puskesmas Bojong 1 adalah melaksanakan pertemuan di 14 kader/perwakilan.

Kemudian sudah dijadwalkan juga yang lebih fokus lagi nanti akan melaksanakan pelatihan khusus pada Kader Desa yang dijadikan contoh ILP, dan dilanjutkan simulasi gambaran bagaimana melaksanakan posyandu ILP, itu sebelumnya akan di praktekan terlebih dahulu melalui simulasi.

Yang tadinya Posyandu itu hanya bayi-bayi saja, nanti ada gabungan keseluruhan. Jadi ada remaja, ada lansia, nanti semuanya bergabung disitu. Dan sebelum mengaplikasikan ILP di sindu supaya tidak susah, Kader dilatih untuk simulasi. Jadi di praktekan dulu gambarannya seperti apa.

Harapannya dengan ILP ini berjalan dengan maksimal, dan tingkat drajat kesehatan khususnya Bojong ataupun semua se-Kabupaten Pekalongan ini, berjalan semaksimal mungkin dan hasil yang baik.

Sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Dengan penyediaan layanan yang baik di Puskesmas, maka diharapkan masyarakat akan lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan dan masyarakat pun akan lebih sehat, dengan begitu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. (RHD)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Persiapan Kapus Wonopringgo Hadapi Program ILP untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

puskesmas

Warta Desa, Wonopringgo. – Program Integrasi Layanan Prima (ILP) adalah program yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan.  Program ini merupakan sebuah inisiatif untuk memperbaiki sistem kesehatan dan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi dan terjangkau di seluruh wilayah.

Kepala Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, Tamil Edy Sutrisno menyampaikan,”untuk Kecamatan Wonopringgo adanya program ILP ini Camat sangat antusias dan mendukung. Untuk Puskesmas Wonopringgo menjelang adanya program ILP ini, tahapan-tahapan dan persiapan sudah dijalankan. Diantaranya melakukan langkah-langkah Advokasi ke beberapa Kepala Desa, terutama Desa yang memiliki Poliklinik Kesehatan Desa ( PKD).

Untuk Kecamatan Wonopringgo ada tujuh Desa yang memiliki PKD,dan semuanya dapat menerima program ini dengan senang. Karena tujuan dari program ILP adalah ntuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, sehingga mayoritas Kepala Desa menyambut baik apa yang menjadi program ILP ini.

Program ILP juga akan membantu mengidentifikasi kesenjangan dalam pelayanan kesehatan dan memberikan solusi yang tepat untuk setiap kasus yang ditemukan. Ini akan memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan terjangkau.
Harapannya mempermudah pelayanan, dan kesehatan masyarakat semakin meningkat. (Rohadi)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanPolitik

Politik Biaya Tinggi Jadi Pemicu Gangguan Kesehatan Mental

Screenshot from 2024-02-24 10-41-39

WARTA DESA, PEKAJANGAN. – Pemilu Indonesia yang mengadopsi sistem one man one vote disinyalir menjadi penyebab politik biaya tinggi dan marak politik uang, yang lumrah dikenal dengan “serangan fajar”. Akibatnya pemilu tidak menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Tapi pemimpin yang punya isi tas (uang).

Agus Taufiqurrahman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Pengajian Umum Pra Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-32 di Masjid At-Taqwa Pekajangan, Kamis (22/02/2024)  mengungkap hal tersebut.

Menurutnya, pemilu berbiaya tinggi tidak akan mampu menghasilkan pemimpin yang berkualitas, lantaran NPWP, nomor piro wani piro. “Paska pemilu, orang yang awalnya normal, selesai pemilu bocor alus. karena sistem pemilu kita yang seperti itu, pemilih memilih bukan karena berkualitas tapi karena isi tas,”.

Kedua, lanjut Agus Taufiqurrahman, pemilu menjadikan perilaku keagamaan aneh. Contoh, ada caleg yang sebelum pencoblosan menyumbang karpet ke masjid. Tetapi setelah tidak jadi (legeslatif) karpetnya diambil lagi.

“jika sistem pemilu seperti ini, maka  semakin banyak caleg yang mengalami gangguan kejiwaan. ehingga saat ini ada beberapa rumah sakit jiwa miliknya pemerintah disiapkan untuk menampung gangguan itu,” Paparnya.

Gangguan kejiwaan bagi caleg gagal juga terjadi akibat ekpekstasi jadi yang terlalu tinggi. Sehingga saat dia tidak lolos, dia akan kecewa dan mengalami gangguan kejiwaan. Lanjut Agus Taufiqurrahman.

“Banyak orang yang tidak sadar bahwa kesehatan mental merupakan hal yang penting. Karena dimensi kesehatan terdiri dari kesehatan fisik, mental, spiritual dan sosial.” Tambahnya.

Agus Taufiqurrahman memberikan tips bagi caleg agar tetap sehat mental, yakni siap jadi kelompok yang tidak terpilih, jika takdirnya kelapangan (jadi legislator) ia akan bersyukur, jika peristiwa yang  dialami adalah kekalahan ia harus sabar. “Pemilu itu jalani dengan sepenuh hati, bukan sepenuh jiwa. Sehingga kalau kalah cukup sakit hati, bukan sakit jiwa.” Pungkasnya. (Buono)

Terkait
PKS gelar safari peringatan Hari Ibu

Bojong, Wartadesa. - Bidang Perempuan DPD Partai Keadikan Sejahtera ( PKS) menyelengarakan peringatan Hari Ibu di beberpa lokasi secara safari Read more

13 Pengurus DPRa PKS Petungkriyono dilantik

Petungkriyono, Wartadesa. -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Petungkriyono berhasil menyelesaikan kepengurusan tingkat ranting (DPRa). Hal ini Read more

Jadi anggota parpol, anggota PPK dan PPS ini terancam sanksi

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Indikasi pelanggaran pemilu pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah diungkapkan oleh Panwas Pemilihan Umum Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

TPAS Bakal Dibangun di Tengah-Tengah Permukiman, Warga Desa Mekarsari Lapor

tolak tpas

Cianjur, Wartadesa. – Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang bakal dilakukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendapat penolakan warga. Pasalnya lokasi pembangunan berjarak lebih kurang 500 meter dari permukiman warga. Bahkan di tengah-tengah permukiman. Demikian disampaikan warga setempat, Ahad (18/12/2022) kepada Warta Desa melalui pesan media sosial.

Penampakan lokasi TPAS Mekarsari dari peta google, dekat dengan permukiman warga.
Penampakan lokasi TPAS Mekarsari dari peta google, dekat dengan permukiman warga.

Rencana pembangunan TPAS yang disosialisasikan pada Selasa, (13/12/22) di balaidesa setempat tersebut, langsung mendapat penolakan warga. Karena berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga.

Penolakan warga juga dilakukan dengan mengirim ke kanal lapor.go.id pada Rabu (14/12/2022).

Laporan warga Desa Mekarsari terkait penolakan pembangunan TPAS di kalan lapor.go.id
Laporan warga Desa Mekarsari terkait penolakan pembangunan TPAS di kalan lapor.go.id

Berikut isi laporan warga tersebut,

Pengaduan Penolakan Rencana TPAS Mekarsari

Yth. Bapak Bupati Cianjur
di
Cianjur

Dengan hormat,
Dengan segala keterbatasan kami sebagai warga Desa Mekarsari Kec. Cikalongkulon Kab. Cianjur serta untuk keberlangungan masa depan anak-anak kai, dengan ini kami memohon yang sedalam-dalamnya kepada
Bapak Bupati untuk mebatalkan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di lingkungan desa kami.

https://www.journalnews.id/warga=mekarsari-kecamatan-cikalongkulon-tolak-pembangunan-tpas-begini-alasannya/

Demikian aduan ini kami sampaikan. Semoga Bapak sehat selalu & diberikan ketabahan atas segala bencana yang sedang kita alami bersama. Salam dari kami warga desa Mekarsari.

Hormat kami,
Warga Masyarakat Mekarsari

Mengutip liputan dari Journal News, warga Desa Mekarsari menolak rencana pembangunan TPAS karena akan berdapak buruk pada lingkungan dan kesehatan warga.  Ketua Karang Taruna desa setempat, Yunan mengatakan bahwa warga menolak keberadaan TPAS di Desa Mekarsari.

”Kami warga Mekarsari keberatan atau menolak dengan adanya pembangunan TPA di Wilayah Desa Mekarsari, pertama kaitan dengan lingkungan yang akan memperburuk citra Desa Mekarsari dan memperburuk kesehatan warga Mekarsari,” katanya dikutip dari Journal News, Selasa, (13/12/22).

Selain itu, masih menurut Yunan, warga belum pernah memberikan ijin lingkungan, namun AMDAL sudah beredar. ”Secara tahapanpun, kami selaku warga banyak tidak tahu, termasuk tadi disampaikan (dalam sosialisasi) bahwa adanya tanda tangan RT RW, itu juga kami belum pernah merasa memberikan ijin lingkungan, terus adanya dari (kajian) AMDAL, dulu pernah ada dari AMDAL ke Desa Mekarsari menyampaikan sosialisasi tapi hasilnya kami tidak diberi tahu, namun hasilnya tahu tahu sudah ada di Kabupaten,” ungkapnya.

Yunara menghawatirkan jika terlaksananya pembangunan TPA di Mekarsari warganya akan menjadi pemulung. ”Lingkungan itu sangat mempengaruhi sikologis manusia, ketika ada sumber dari pada itu ya masyarakat kami akan jadi pemulung, mau tidak mau akan jadi pemulung karena akan terbawa oleh lingkungannya itu sendiri,” ujarnya.

Penolakan juga disampaikan oleh Ketua BPD Desa Mekar Sari, Saepul, menurutnya keberadaan TPAS bakal berdampak buruk bagi lingkungan, kesehatan, pendidikan dan masa depan anak-anak desa setempat. Meski demikian pihaknya tetap mengedepankan musyawarah.

”Kami dari BPD tentunya akan mengedepankan Musyawarah untuk mendapatkan solusi, namun dengan pendirian yang sama yaitu menolak,” pungkasnya. (*.*)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Waspada! Penyakit Mulut dan Kuku Masuk Pemalang

sapi

Pemalang, Wartadesa. – Munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Ikhlas membuat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang Akhmad Helmi, S.Pt. ME., bersama Drh. Haviz Faizal  langsung meluncur ke Kedung Sambi, Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang untuk melakukan pemeriksaan hewan yang terduga terkena wabah PMK, Sabtu (21/5).

Tim Reaksi Cepat upaya kewaspadaan dan pencegahan wabah PMK di Kabupaten Pemalang segera meluncur ke lokasi, usai mendapatkan laporan warga. Tim merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Setelah mendapat laporan dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Desa Wanarata tim melakukan upaya pencegahan dengan memberi obat untuk disemprotkan ke kandang hewan dan hewan ternak itu sendiri. Sampai saat ini, pemerintah Kabupaten Pemalang masih mengupayakan obat PMK dengan berkoordinasi dengan daerah lainnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang membuka Posko PKM terpusat di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang Jalan Kauman Nomor 1 untuk menerima pengaduan dan penanganan cepat PMK di wilayah Kabupaten Pemalang dengan menghubungi Call Center (pusat pengaduan) Puskeswan Pemalang di nomor 085946067246.

“Posko dibuka selama 24 jam mulai hari ini. Silahkan bagi peternak atau warga yang mempunyai ternak yang bergejala PMK bisa segera menghubungi Posko PMK Dispertan,” papar kepala Dinas Pertanian Wahadi. (Buono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pantau Ketaatan Prokes Para Pemudik, Relawan RCCE Pekalongan Lakukan Edukasi

fahrudin

PEKALONGAN, WARTADESA. – Dalam rangka memantau ketaatan masyarakat untuk tetap menerapkan protocol kesehatan saat melakukan aktifitas mudik, sejumlah relawan yang tergabung dalam Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di wilayah Pekalongan turun ke lokasi-lokasi yang disinggahi oleh para pemudik, Kamis, 28 April 2022.

Koordinator Daerah RCCE MPKU PP Muhammadiyah di Pekalongan, Ira Septiawati, saat ditemui di Posko Mudik Bersama Muhammadiyah Pekalongan, di halaman Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), mengatakan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan oleh para relawan RCCE di Pekalongan merupakan tindak lanjut dari himbauan Tim Pusat RCCE dan hasil rakornas (rapat koordinasi nasional) di Solo, 15-17 April 2022 lalu.

Ira menyebutkan himbauan tim RCCE Pusat agar relawan RCCE bergerak untuk melakukan edukasi kepada para pemudik karena di tahun 2022 ini masyarakat diperbolehkan melakukan aktifitas mudik lebaran oleh pemerintah. Relawan RCCE diharapkan dapat menghimbau kepada para pemudik agar tetap mentaati protocol kesehatan karena memang pandemi belum berakhir. Oleh karena itu, relawan RCCE di setiap daerah diharapkan mengadakan kegiatan edukasi di tempat-tempat yang banyak disinggahi oleh para pemudik.

Ira juga mengungkapkan, sasaran lokasi edukasi prokes yang dilakukan para relawan RCCE ada tiga tempat, yaitu area dekat kampus FEB UMPP, persimpangan jalan KH. Mas Mansyur dan Jalan Hayam Wuruk dari arah monumen Pekalongan, serta terminal bus bayangan di International Batik Center Wiradesa dan posko mudik Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (kokam) di SD Muhammadiyah Pencongan. Sedangkan untuk arus balik, Ira menyampaikan para relawan RCCE akan melakukan edukasi di Terminal Kajen.

Ira berharap dengan menjaga prokes, para pemudik dalam keadaan sehat untuk bertemu dengan keluarga dan kembali dengan sehat pula. “Stay save and keep healthy”, tutur Ira.

Selain melakukan edukasi kepada para pemudik akan pentingnya menjaga protocol kesehatan, para relawan RCCE juga mengedukasi para pemudik untuk beristirahat di posko-posko mudik yang telah disediakan jika mengalami kelelahan atau telah berkendara selama 3-4 jam.

Relawan RCCE juga melakukan edukasi kepada para warga yang tengah ramai di pusat perbelanjaan di sekitar kampus FEB UMPP, serta para tukang parkir dan becak.

Jare Covid Wes Rampung, Wong Bantuane Wes Rampung. Bagi-bagi Masker Sekalian Bagi-bagi Duit Ora Mbak?

Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh relawan RCCE Pekalongan mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Salah satunya dari tukang becak yang mangkal di pusat perbelanjaan di sekitar kampus FEB UMPP yang tidak mau disebutkan namanya. Bapak yang sudah lanjut usia tersebut berceloteh “Jare covid wes rampung, wong bantuane wes rampung. Bagi-bagi masker sekalian bagi-bagi duit ora mbak? (Katanya covid sudah selesai, bantuannya juga sudah selesai. Bagi-bagi masker sekalian bagi-bagi uang nggak mbak)”, tutur tukang becak tersebut.

Menanggapi celotehan tukang becak tersebut, salah satu relawan RCCE asal Kajen yang turut mengikuti edukasi, Dyah Retno Susiati, menyampaikan bahwa tugas relawan RCCE adalah mengingatkan masyarakat, mengedukasi dan menyampaikan informasi. Berkaitan dengan bantuan, Dyah Retno mengatakan jika hal tersebut merupakan wewenang dari pemerintah.

“Saat ini memakai masker itu penting Pak, biar sehat. Kalo sehat kan bapak bisa cari duit terus. Jadi sehat lebih mahal kan Pak dari duit”, tutur Dyah Retno menjawab celotehan tukang becak. (Fakhrudin)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

10 Desa di Pemalang Masuk Penanganan Stunting

stunting

Pemalang, Wartadesa. – Sepuluh desa di Kota Ikhlas bakal menjadi lokasi penanganan (lokus) stunting tahun 2023. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

10 desa yang menjadi lokus penanganan stunting meliputi Desa Jatingarang KecamatanBodeh, Banjarmulya (Pemalang), Gondang dan Kaligelang(Taman), Pesantren (Ulujqmi), Kreyo (Randudongkal), Desa Banyumudal, Sima, Walangsanga (Moga) dan Kelurahan Sugihwaras(Pemalang).

Demikian terungkap dalam Rakor Penetapan Desa Prioritas Lokus Penanganan Stunting Terintegrasi Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2023.

Kabid Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Kabupaten Pemalang, Titin Soewastiningsih Soebari mengatakan, untuk menentukan desa prioritas lokus stunting ini, kami menggunakan data sebagai baselinenya antara lain desa rawan pangan, desa penanganan kemiskinan ekstrim dan desa dengan prevalensi dan jumlah stunting yang tinggi atau absolut.

Menurut Titin, desa-desa yang menjadi lokus stunting selanjutnya akan mencari irisannyya, desa  mana yang memenuhi kriteria sebagai desa rawan pangan, desa penanganan kemiskinan esktrim dan desa dengan prevalensi kasus stunting yang cukup tinggi pada tahun 2023.

Titin menambahkan Kabupaten Pemalang dalam kinerja penurunan stunting se Jawa Tengah di penilaian kinerja tahun 2020 menduduki peringkat pertama dari 35 Kabupaten/Kota. (Buono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Asiik RSUD Kabupaten Pekalongan Gratis, Ini Syaratnya!

fadia

Doro, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Fadia mencanangkan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh Puskesmas, RSUD Kraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi untuk kelas III, terhitung Januari 2022 ini. Namun begitu ada syarat yang harus dipenuhi oleh warga untuk mengaksesnya. Demikian disampaikan oleh istri Ashraff   saat membuka gedung baru Puskesmas Doro 2, Kamis (13/01).

“Yang pertama adalah terkait pentingnya membuat surat rujukan dari puskesmas terdekat apabila ingin mengakses pelayanan kesehatan ke rumah sakit daerah.” Tutur Fadia.

Menurut Fadia, layanan di seluruh Puskesmas Kota Santri gratis untuk seluruh warga, cukup menggunakan KTP saja, ” pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang cukup menggunakan KTP saja,’’ ujarnya.

Fadia menyebut ada tiga hal yang harus disosialisasikan seluruh Puskesmas Kabupaten Pekalongan terkait layanan gratis di rumah sakit milik pemkab, selain rujukan dari Puskesmas, syarat berikutnya adalah pemilik BPJS mandiri maupun KIS tetap melanjutkan kepesertaanya.

“Dan untuk edukasi yang kedua adalah, apabila masyarakat sudah memiliki kartu BPJS mandiri, maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk tetap dilanjutkan, jangan sampai berhenti karena ada pemberian pelayanan gratis dari pemkab.” Lanjut Fadia.

Menurutnya kepesertaan BPJS maupun KIS untuk meng-cover layanan di rumah sakit swasta. ‘’Karena kita hanya baru bisa mengcover di lingkup Kabupaten Pekalongan saja. Yaitu di RSUD Keraton, RSUD Kajen, RSUD Kesesi 1 dan seluruh puskesmas se-Kabupaten Pekalongan. Itupun untuk kelas tiga. Jadi kalau mau naik kelas pelayanan atau masuk rumah sakit swasta kalau tidak ada kartu BPJS maupun KIS kan juga sayang sekali ya,’’ jelasnya.

Fadia melanjutkan, hal ketiga yang harus disosialisasikan oleh Puskesmas yakni bahwa layanan gratis bagi warga Pekalonan tidak pandang bulu, seluruh warga dapat memanfaatkannya. ‘’Jadi saya harap kesehatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan ini benar-benar bisa berjalan dengan baik. Karena kalau ini berfungsi dan bisa jalan semua dengan rancangan kita, maka untuk tingkat Jawa Tengah kita bisa menjadi pelopor inovasi pelayanan gratis ini untuk masyarakat. Walaupun ada batasan-batasannya,’’ pungkasnya. (Buono)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya