close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Hujan Tak Surutkan Niat Warga Ikut Vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni

vaksin

PEKALONGAN, WARTADESA. – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pekalongan dari fajar hingga pagi tak menyurutkan niat warga untuk mengikuti kegiatan vaksinasi dosis 2 di SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Kamis, 11 November 2021. Peserta vaksin juga tidak hanya berasal dari warga Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan saja, tetapi juga ada warga Dadirejo Kecamatan Tirto, Talun dan Bojong yang rela jauh-jauh datang ke lokasi vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Jl. Papagan No. 17, Gembong Barat, Kedungwuni.

Salah satu peserta vaksin, Aji Pamungkas, 22 tahun, warga Desa Tangkil Tengah, mengaku datang di lokasi vaksin jam 08.15 tetapi antrian peserta vaksinnya sudah banyak. “Vaksinnya mulai jam 08.00 tepat katanya, tapi saya datang jam 08.15 ternyata antriannya sudah banyak, tadi hujan dari subuh sih, ini baru reda”, tutur Aji.

District Manager Mentari Vaccine 108 Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Ady Widianto, menyampaikan bahwa jumlah peserta vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni total mencapai 1084 peserta, dengan rincian peserta vaksin dosis 1 sejumlah 270 orang dan peserta vaksin dosis 2 mencapai 814 orang.

Ady mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, yang telah membantu menyediakan vaksin dan petugas vaksinator.

Ady juga menyampaikan total keseluruhan warga yang mengikuti kegiatan vaksin massal Muhammadiyah untuk semua dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 11 November 2021, di lima lokasi vaksin, mencapai 3.578 warga. Peserta vaksin di SMK Muhammadiyah Kedungwuni menjadi jumlah terbanyak kedua setelah pelaksanaan vaksin yang sama di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom (Trenmuda) Wiradesa yang berhasil mencapai 1.193 peserta dan telah diselenggarkan kemarin Rabu, 10 November 2021.

“Ucapan Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni beserta keempat tempat pelaksanaan vaksinasi lainnya seperti SMK Muhammadiyah Kajen, SMK Muhammadiyah Kesesi, SMP Muhammadiyah Bligo dan Trenmuda Wiradesa yang telah menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan vaksinasi masal covid-19 dari Muhammadiyah untuk semua. Kegiatan ini merupakan program kerjasama antara MPKU PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, USAID (United States Agency for International Development), Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan PDM Kabupaten Pekalongan”, tutur Ady.

Ady juga menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi masal covid-19 Muhammadiyah untuk semua adalah wujud nyata Muhammadiyah dalam upaya melakukan hifdz nada, atau menjaga kehidupan, disamping membantu pemerintah dalam upaya melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat.

Data yang dirilis panitia, keseluruhan jumlah peserta vaksin mencapai 3.578 orang. Di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Wiradesa sebanyak 1.193 orang dengan rincian vaksin dosis 2: 1.107 orang dan dosis 1: 86 orang. Di SMK Muhammadiyah Kajen peserta vaksin dosis 2 sebanyak 420 orang, dosis 1 sebanyak 65 orang, total 485 orang, SMK Muhammadiyah Kesesi dosis 2, 336 orang, dosis 1, 40 orang, total 376 orang, SMK Muhammadiyah Bligo 440 orang semua dosis 2, dan SMK Muhammadiyah Kedungwuni dosis 2, 814 dan dosis 1, 270 orang, total 1.084 orang. Ady juga menyampaikan bahwa ada beberapa warga yang gagal mengikuti vaksinasi karena hipertensi. (Fakhrudin)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Kembali Gelar Vaksinasi

vaksin
  • Capai 2574 orang di Tahap 1

EKALONGAN, WARTADESA. – Keberhasilan mencapai 2574 orang yang divaksin dosis 1 bulan lalu, Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan kembali menggelar kegiatan vaksinasi pada Rabu dan Kamis, tanggal 10 dan 11 November 2021 di lima tempat, yaitu Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Wiradesa, SMK Muhammadiyah Kajen, SMK muhammadiyah Kesesi, SMP Muhammadiyah Bligo dan SMK Muhammadiyah Kedungwuni.

Districk Manager Mentari Vaccination 108 Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Ady Widianto, menyampaikan bahwa vaksinasi yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 10 dan 11 November, merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama sebulan yang lalu.

“Sebulan yang lalu kami mencapai 2574 orang untuk dosis 1 dan hari ini kami melaksanakan vaksinasi dosis 2 dan tambahan 1500 dosis 1 untuk masyarakat yang belum vaksin”, tutur Ady.

Ady juga menambahkan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dengan menyiapkan 2800 dosis 2 vaksin Sinovac dan Pfizer, serta 1500 vaksin Pfizer dosis 1.

Kegiatan vaksinasi massal covid-19 dari Muhammadiyah tersebut merupakan program kerjasama antara MPKU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, United States Agency for International Development (USAID), Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan PDM Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Kesesi, Abdul Qodir, menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk vaksin dosis 2 di SMK Muhammadiyah Kesesi meningkat dari sebelumnya. Pada pelaksanaan vaksinasi dosis 1 bulan lalu pihaknya mengaku peserta vaksinasinya cukup rendah karena sebagian besar masyarakat di wilayah Kesesi sudah melakukan vaksinasi dosis 1, tapi pada pelaksanaan vaksinasi dosis 2 pesertanya jauh lebih banyak. (Fakhrudin)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Aksi keren Bhabinsa Polsek Comal, gendong lansia untuk vaksinasi Covid-19

gendong

Pemalang, Wartadesa. – Aksi simpatik yang keren dilakukan oleh Aipda Wiyarso, anggota Bhabinsa Polsek Comal. Ia rela menggendong lansia warga Desa Sarwodadi, Comal, Pemalang guna mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar di Puskesmas Purwoharjo, Kamis (16/09).

“Bhabinkamtibmas Polsek Comal Polres Pemalang melaksanakan operasi Lansia yang belum divaksin untuk dijemput dan diantar ke Gerai Vaksin Presisi yang berlokasi di Puskesmas Purwoharjo,” tutur Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo, Kamis.

Sementara itu, Kapolsek Comal, AKP Heru Irawan mengatakan bahwa upaya menjemput para lansia untuk melakukan vaksinasi merupakan upaya untuk mengkapanyekan gerakan vaksinasi. “Selain sosialisasi, kami juga jemput bola ke desa-desa untuk menjemput lansia yang belum divaksin,” ujarnya.

Menurut Heru, sebelum penjemputan, petugas melakukan himbauan kepada lansia yang belum divaksin untuk bersedia dijemput dan diantar ke Gerai Vaksin Presisi. “Kalau bersedia divaksin, Bhabinkamtibmas akan mengantar ke Puskesmas selanjutnya juga akan mengantar lansia untuk kembali ke rumah usai vaksin.” Pungkasnya.

Target yang diharapkan oleh Polsek Comal yakni 500 warga perhari. Selain di Puskesmas Purwoharjo, petugas menyiapkan Puskesmas Purwoharjo sebagai Gerai Vaksin Presisi.

Menurutnya, target harian sebanyak seribu warga Comal yang divaksin. Saat ini di Comal vaksinasi baru mencapai 11%, sedangkan di wilayah Kabupaten Pemalang baru tercapai 21%. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pingpong drum bekas bahan kimia, warga Batang dan Tegal terimbas

drum

Batang, Wartadesa. – Warga Batang, utamanya wilayah Kandeman, Depok hingga Klidanglor dihebohkan dengan bau menyengat sejenis bocoran tabung gas sejak Jum’at (06/08). Puncaknya pada malam Ahad (07/08) saat hujan turun di wilayah tersebut. Sehari setelahnya, pada Ahad (08/08) warga di dua Kecamatan Adiwerna dan Talang, Tegal mencium bau yang sama. Diduga drum bekas bahan kimia dari Depok sudah berpindah ke Tegal.

Adanya bau menyengat di Batang tersebut menjadi perbincangan hangat di grup media sosial Pigura Warga Batang dan Gosip mBatang. Pada dua grup tersebut, tulisan dari Trie Tanpa Kucir, paling banyak dibagikan.

Trie menulis bahwa ratusan drum bekas yang berada di Depok Kecamatan Kandeman, tepatnya di pesisir pantai Sigandu Batang, sejak 2 hari terakhir sangat meresahkan warga. Ratusan drum kosong yang diketahui milik pengusaha asal Tegal ini mengeluarkan aroma tak sedap, yang sangat menggangu pernafasan.
Sejumlah warga yang terdekat dengan lokasi, bahkan mengeluhkan pusing dan mual-mual. Misal saja Sukono yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu siang karena mengalami mual terus menerus.
Multazam yang merupakan warga setempat menuturkan, tidak diketahui secara pasti asal muasal kedatangan drum tersebut. Namun, sejak Jumat (6/8) siang drum bertuliskan Ethyl Mercaptan tersebut mengeluarkan aroma yang sangat menyengat.
Jajaran Polsek Tulis yang mendapat laporan warga, langsung mendatangi lokasi. Polisi langsung memasang Policeline dan menghubungi pemilik, untuk segera memindahkan ratusan drum tersebut ke tempat lain.
Kapolsek Tulis, Iptu Darwan memimpin langsung jalannya evakuasi drum bermasalah tersebut ke tempat lain. Sementara, 2 buah drum sudah diamankan ke mapolres sebagai barang bukti.
Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka yang dikonfirmasi malalui pesan Whatsap menjelaskan, kasus ini sudah ditangani jajaran Satreskrim.

Salah satu postingan dikomentari oleh Amat Nashikhin, Ethanethiol ini berbahaya lantaran beracun dalam konsentrasi tinggi.

“Ethanethiol , umumnya dikenal sebagai etil merkaptan dan bau busuk , adalah cairan bening dengan bau yang berbeda. Ini adalah senyawa organosulfur dengan rumus CH 3 CH 2 SH. Disingkat EtSH, terdiri dari gugus etil (Et), CH 3 CH 2 , terikat pada gugus tiol , SH. Strukturnya sejajar dengan etanol , tetapi dengan belerang menggantikan oksigen . Bau EtSH sangat terkenal. Ethanethiol lebih mudah menguap daripada etanol karena berkurangnya kemampuan untuk terlibat dalam ikatan hidrogen. Ethanethiol beracun dalam konsentrasi tinggi.” Tulis Amat Nasikhin.

Selepas warga Batang yang digegerkan dengan bau menyengat dan menyebabkan seorang warga dilarikan ke rumah sakit. Kini giliran warga Tegal yang mengalami hal serupa.

Media online Radar Tegal melaporkan bahwa sejumlah warga di Desa Gembong Kulon Talang dan beberapa desa di Adiwerna digegerkan dengan bau menyengat seperti tabung gas bocor. Bahkan grup media sosial setempat ramai dengan bau menyengat tersebut.

Abdul Ghofur, warga Desa Gembong, Talang pun mencari tahu sumber bau tersebut. Namun hingga kini belum diketahui asal bau menyengat yang menyesakkan pernapasan warga tersebut. (Bono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

PPKM naik level 4, Kades diminta edukasi dan sosialisasi vaksinasi

evaluasi ppkm

Wonopringgo, Wartadesa. – Naiknya level PPKM di Kota Santri dari level 3 ke level 4 membuat Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi meminta kepala desa semakin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi warga, pentingnya vaksinasi. Menurutnya antara kepala desa, camat sampai pemkab harus memiliki komunikasi yang baik, supaya kasus Covid-19 bisa mereda.

‘’Satgas Covid-19 ini sangat terbatas, untuk itu saya mohon supaya kita bisa sepaham bahwa Covid-19 ini berbahaya dan harus kita tekan penularannya dengan melakukan kerjasama yang baik,’’ kata Riswadi saat monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPKM di tingkat bawah, di Kecamatan Wonopringgo, Rabu (4/8/2021) siang.

Menurut Riswadi, jika masyarakat mau divaksin, tingkat penyembuhan warga yang terjangkit virus Covid-19 semakin tinggi dan tingkat penularannya semakin rendah.

Sementara itu, Kepala Desa Rowokembu Mufreni menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di desanya semakin mereda. Dibuktikan dengan tidak ada warganya yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

‘’Kondisi Rowokembu ini alhamdulilah untuk Covid-19 disini sudah mereda. Artinya masyarakat kami yang melakukan isolasi mandiri sudah tidak ada,’’ ungkapnya.

Mufreni menambahkan bahwa kegiatan jogo tonggo sudah berjalan dan potensi kerumunan warga di tempatnya sudah berhenti. “Dapat dipastikan bahwa Desa Rowokembu sudah benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kegiatan Jogo Tonggo.  Jadi, kami benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kami juga akan mengedukasi masyarakat supaya mau melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19,’’ tuturnya.

Kegiatan monitoring selanjutnya dilakukan dengan pembinaan di Desa Getas, dan tunjauan tempat isolasi mandiri terpusat di Desa Sampih. (Bono)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dewan tak setuju tempat ibadah ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat

chandra

Sragi, Wartadesa. – Sehari lepas pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutup atau membubarkan kegiatan di tempat ibadah.

Dalam laman media sosial Facebook  Candra Shinanta anggota dewan ini mengungkapkan ketidaksetujuannya terkait penutupan tempat ibadah.  “Saya tidak setuju jika PPKM Darurat ini menutup masjid serta mushola. saya nilai tidak bijak. Karena Bandara serta kantor dan kegiatan perekonomian lainnya masih tetap diizinkan untuk dibuka.
Saya meminta agar selama penerapan PPKM Darurat ini, tidak ada petugas yang memaksa membubarkan atau menutup tempat ibadah selama masjid dan mushola tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat.” tulis Chandra, Ahad (04/07).

Postingan tersebut mendapat persetujuan dari warganet yang mengikuti halamannya.

Sebelumnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Pekalongan, Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dengan tegas menginstruksikan seluruh warga Kota Santri untuk mematuhi instruksi dari Pemerintah Pusat terkait kebijakan PPKM Darurat.

Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi mengungkapkan bahwa terhitung sejak esok tanggal 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Pekalongan area publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat akan ditutup. ‘’Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, maka untuk tempat ibadah dan objek wisata sementara akan ditutup terlebih dahulu,’’  katanya.

Pria yang akrab disapa Riswood ini menambahkan bahwa  untuk tempat-tempat umum lain seperti restoran, warung tradisional, dan toko modern akan tetap dibuka namun dengan adanya pembatasan pengunjung. ‘’ Toko modern, warung tradisional sudah diatur maksimal buka hanya sampai jam 8 malam. Dan untuk restoran maksimal hanya boleh menampung 50% pengunjung dari kuota biasanya. Jadi tidak boleh ada kerumunan sama sekali,’’ ungkapnya.

Selain itu, lanjut Riswadi, untuk ASN dan dinas-dinas vertikal diminta untuk memberi contoh kepada warga Pekalongan. ‘’ASN dan instansi vertical itu sebagai pemberi tauladan bagi masyarakat,’’ tuturnya.

Aturan PPKM Darurat di Kota Santri kemudian dibuat regulasinya dengan  mengeluarkan instruksi Bupati Pekalongan nomor 01 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat dari Corona virus di kabupaten Pekalongan. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Ratusan anak di Batang terkena Covid-19

3693438

Batang, Wartadesa. – Ratusan anak di Kabupaten Batang terkonfirmasi Covid-19, penyakit ini menjangkiti bayi berusia satu bulan hingga remaja berusia 18 tahun.

Menurut dr. Tan Evi Susanti, SpA. Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, sebanyak 421 anak di Kota Berkembang tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kasus anak terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 421, pasien suspek yang diperiksa swab 18 anak, bayi satu bulan terkonfirmasi dua anak, bayi lahir dari ibu terkonfirmasi 100 anak, bayi lahir dari ibu suspek 32 orang, pasien meninggal suspek Covid-19 2 orang dan kematian pasien Covid-19 0 ,” kata dr Tan Evi Susanti, Jum’at (25/06).

Untuk menjaga imun (kekebalan) dan kesehatan tubuh, dr Tan menyarankan agar orang tua menjaga dengan memberikan makanan yang bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup serta tetap tinggal di rumah.

dr Tan juga menyarankan agar warga yang keluar rumah, wajib mengenakan masker, menghindari kerumunan, serta sering mencuci tangan dengan sabu.

Menurut dokter yang praktik di RSUD Kalisari Batang ini, gejala Covid-19 pada anak yakni mengalami batuk dan demam. Bagi orang tua yang memiliki anak dengan kormobid (penyakit penyerta) untuk waspada terhadap Covid-19 ini, karena anak-anak rentan terhadap penyakit tersebut. (Buono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

bagus sadewo

Kajen, Wartadesa. – Kota Santri, Pekalongan sejak Jum’at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan ini. Hingga 21 Juni 2021 kemarin, petugas sudah memakamkan 59 pasien Covid-19 yang meninggal. Total, sejak April-Juni, menurut Kepala Badan Penanggulangan bencana Daera (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, terdapat 90 pemakaman dengan protokol Covid-19.

Budi dalam Rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan di aula Setda lantai 1 mengungkapkan bahwa pada Senin (21/06) petugas tengah memakamkan jenazah Covid-19 sebanyak lima orang. “pada bulan April hingga Mei kita hanya memakamkan 31 jenazah, namun karena bulan juni ini melonjak, hingga tangga 21, kita sudah memakamkan 59 jenazah,” tuturnya.

Menurut Budi, tim relawan pemakaman yang terdiri dari empat tim dengan relawan 12 orang, terkendala dengan jumlah armada yang terbatas. Namun, jumlah armada dari BPBD yang dua unit dibantu oleh armada dari PMI dan Bagana.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa saat ini Kota Santri membutuhkan penanganan Covid-19 lebih maksimal. Terutama kesadaran warga untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“jika perlu kita tutup tempat – tempat yang menimbulkan kerumunan, ASN yg terpapar covid akan diisolasi dirumah masing masing, dan PPM mikro harus ditingkatkan lagi. Serta apakah dipandang perlu dilakukan semi lockdown apa tidak,” ujar Asip.

Data kasus Covid-19 di Kota Santri menurut Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwi Antoro, hingga saat ini adalah, suspek  621 orang, dirawat 95 orang, kemudian 201meninggal. Pasien yang melakukan isolasi mandiri 316 orang, sembuh 3.040, pulang dan sehat 54 orang.

Angka tersebut menurut Setiawan dibawah Kabupaten Semarang, atau urutan ketujuh Jawa Tengah. Dengan tingkat kasus tertinggi di Kecamatan Kesesi, Kajen, Tirto dan Sragi. (Buono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

bed

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu atau dua tempat tidur. Bahkan, menurut Walikota Pekalongan, ruang isolasi RSUD Bendan sudah melebihi kapasitas (overload). Demikian disampaikan Afzan Arslan Djunaid  usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Perwal Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Jumat (18/06).

“Ruang isolasi rawat inap di RSUD Bendan sudah overload dengan kapasitas tempat tidur 26, dan kita sudah merawat 36 pasien terkonfirmasi positif, dimana ada 10 orang masih dirawat darurat di IGD khusus Covid. Sementara di rumah isolasi milik Pemerintah Kota Pekalongan hanya tersisa 1 atau 2 bed yang kosong,” tutur Aaf.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Batik tersebut membuat jajaran Pemkot meminta agar warga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Aaf berharap dengan perilaku warganya yang taat terhadap protokol kesehatan, akan menghindarkan Kota Pekalongan dari zona merah penularan Covid-19.

“Kami tidak ingin klaster penularan di salah satu SMA Negeri dan Pondok Pesantren di Kota Pekalongan ini terulang kembali. Kami juga masih gencar melakukan tes swab antigen baik kepada semua santri,pengurus maupun pengasuh pondok pesantren,” lanjut Aaf.

Aaf menambahkan, klaster SMA Negeri 4 sudah selesai, tinggal klaster pondok pesantren Syafi’i Akrom. Pemkot masih melakukan tes swab antigen kepada seluruh santri, pengurus dan pengasuh pondok.

“Dari semua yang kami swab, ada 48 orang yang terkonfirmasi positif dari pondok pesantren tersebut dan langsung kami pindahkan ke lokasi isolasi terpusat untuk melakukan isolasi mandiri,” pungkas Aaf. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Tes Swab acak di Kota Pekalongan, lima orang reaktif

satgas covid

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Lima orang pengunjung tempat keramaian di Kota Pekalongan teridentifikasi reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab secara acak yang digelar oleh Pemkot Pekalongan bersama TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya, Sabtu (12/06) malam.

Operasi yustitusi yang menyasar empat lokasi keramaian di Kota Pekalongan, yakni, kawasan alun-alun, kompleks makam Sapuro, exit tol Setono dan Dupan Square tersebut melibatkan 250 personel, dimulai sejak pukul 20.00 WIB.

Hingga pukul 21.30 WIB petugas telah melakukan swab antigen, dan didapati lima orang reaktif.

Menurut Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mereka yang reaktif akan diambil langkah lanjut, yakni melakukan isolasi mandiri dan akan dites swab PCR.

Aaf, panggilan akrab walikota menambahkan bahwa  operasi yustitusi merupakan instruksi dari Presiden melalui Panglima TNI dan Kapolri saat kunjungan ke Kota Pekalongan beberapa waktu lalu.

Menurut Aaf, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan mengalami tren kenaikan. Sehingga untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Masih minimnya kesadaran warga terkait penerapan protokol kesehatan, Aaf meminta agar warga meningkatkan lagi penerapan prokes, karena paling efisien untuk mencegah covid-19. (Buono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya