close

Kesehatan

Kesehatan

Transaksi seksual beresiko tinggi kala pandemi, 67 kasus baru HIV di Batang

aids batang

Batang, Wartadesa. – Ibu rumah tangga menjadi kelompok rentan di Batang yang tertular virus HIV/AIDS. Mereka tertular dari para suami mereka. Dinas Kesehatan Batang mencatat angka penderita HIV/AIDS bulan Januari hingga Mei 2020 sebanyak 67 kasus. Total akumulasi penderita HIV/AIDS di Batang sejumlah 1.200 orang.

Dalam diskusi daring yang digelar oleh Yayasan Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) bersama Komisi Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Batang dan Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Batang terungkap bahwa tingginya angka penularan HIV/AIDS pada warga, belum diimbangi dengan anggaran yang cukup.

“Saat ini fokus pemerintah masih pada penanganan Covid-19 sehingga terjadi perubahan pergeseran dukungan anggaran termasuk dukungan untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Batang tahun 2020 turun signifikan,” ungkap Sulistiyo, Koordinator Penjangkau Lapangan Program, Senin (15/06).

Sulistiyo menambahkan bahwa tingginya angka penularan HIV/AIDS saat ini lantaran saat pandemi, transaksi seksual dan praktik seks beresiko, masih tinggi.

Menurut Sulistiyo,  pihaknya berharap saat pandemi, Pemkab Batang tidak mengesampingkan program Pencegahan dan Penularan HIV/AIDS yang sudah berjalan, hingga terabaikan,

Senada disampaikan Koordinator SSR Komisi Pencegahan dan Penanggulanan HIV/AIDS Kabupaten Batang, Ahmad Navis. “Kalau meliat data HIV AIDS menjadi masalah serius Pemkab Batang, oleh karena itu tentunya program pencegahan dan penanggulangan HIV tak boleh berhenti, walau di tengah pandemi virus korona,” Ujarnya.

Navis  berharap dalam kegiatan diskusi bersama stakeholder bisa memerankan perannya masing-masing dalam rangka memutus mata rantai penularan HIV AIDS, walaupun saat ini sedang dalam masa pandemi covid-19.

“Untuk sementara waktu memang kita belum bisa melakukan kegiatan dilapangan, hanya bisa berkoordinasi melalui sarana video conference atau digital di masa pandemi ini,” jelas Ahmad Navis. (Eva Abdullah/batangkab.go.id)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Hasil rapid tes anggota keluarga terpapar Korona asal Podosugih non reaktif

korona meninggal

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Hasil rapid tes yang digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, terhadap anggota keluarga warga berinisial S (56), laki-laki yang terpapar virus Korona, asal Podoosugih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, dinyatakan non reaktif.

S meninggal pada hari Ahad (14/06) dan dimakamkan di TPU Sapuro dengan protokol kesehatan Covid-19.

Anggota keluarga yang menjalani rapid tes sebanyak empat orang, dan dilaksanakan oleh petugas berwenang, Senin (15/06).

“Untuk kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dari Podosugih, sebenarnya memang belum lama tinggal di Kota Pekalongan sehingga kontaknya baru dengan keluarga dekat saja. Sehingga hari ini kami melakukan rapid test terhadap empat anggota keluarga yang sudah bertemu dengan yang bersangkutan. Hasilnya alhamdulillah non reaktif,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Pekalongan, Indah Kurniawati.

Indah menyebut bahwa hasil tes untuk keempat anggota keluarga S dinyatakan non reaktif.  “Karena non reaktif jadi tidak perlu dilakukan tes swab. Mereka hanya kami minta isolasi mandiri sambil nanti akan dipantau petugas setiap hari,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, satu pasien Korona yang menjalani perawatan di RSUD Kraton, S (56) warga Podosuih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dinyatakan meningal. Ahad (14/06).

Juru Bicara Guus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalonan, Slamet Budiyanto mengkonfirmasi bahwa tiga hari sebelum di rawat di RSUD Kraton, ia baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit. Hasil swat menunjukkan ia positif Korona, namun setelah dirawat di RSUD Kraton, ia meninggal pada Ahad sore.

Jenazah kemudian dibawa ambulan untuk dimakamkan ke TPU Sapuro, Kota Pekalongan dan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Innalillahi! Satu pasien Korona Kota Pekalongan meninggal

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Satu pedagang Pasar Pandansari terpapar Korona

positif korona

Batang, Wartadesa. – Satu pedagang Pasar Pandansari, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Positifnya warga berinisial NA (56) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem tersebut setelah sebelumnya rapid tes nya reaktif dan hasil swab tes di RSUD Kraton Pekalongan dinyatakan positif.

“Dari petugas kesehatan juga sudah melakukan swab terhadap keluarga NA. Namun belum diketahui hasilnya,”Kata Ketua RT 08, Yusron, Desa Sidorejo.

Paska diputuskannya NA sebagai pasien positif Korona, status keluarga yang bersangkutan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena tinggal dan berinteraksi dalam satu rumah. Pihak keluarga kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dengan dibantu oleh warga.

“Warga sepakat gotong royong membantu keluarga NA berikan bantuan sembako selama 14 hari isolasi,” tambah Yusron.

Sebelum dinyatakan positif Korona, NA mengeluh menderita sakit sesak nafas. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siti Khotidjah Kota Pekalongan. Kemudian dirujuk ke RSUD Kraton.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Mukhlasin setelah mengetahui NA positif Korona, pihaknya langsung melakukan traking kekeluarganya.

“Tracking swab hasilnya belum diketahui, tapi kita sudah mengharuskan keluarga diisolasi dan warga juga harus saling menjaga agar tidak ada yang keluar rumah dahulu,” kata Mukhlasin.

Mukhlasin menambahkan pihaknya akan segera menggelar rapid tes masal di sejumlah pasar tradisional. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Penanggulangan Percepatan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo, Senin (15/06).

Menurut Tutuko dalam pelaksanaan hajatan, pihak menanggung jawab maupun yang punya hajat mesti mengatur di pintu masuk agar tamu undangan mengantre di luar dan tidak berdesak-desakan. “Penanggungjawab mesti mengatur agar tamu undangan antre, itu tatanan normal baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (11/06) para pelaku seni dan hiburan di Pemalang menggelar aksi demo, agar mereka diperbolehkan menggelar acara pentas seni. Permohonan mereka kemudian diluluskan oleh Bupati Pemalang dengan menandatangani Perbub Nomor 28/2020 tentang pelaksanaan new normal.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Innalillahi! Satu pasien Korona Kota Pekalongan meninggal

korona meninggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Innalillahi wa inna illaihi roji’un, satu pasien Korona yang menjalani perawatan di RSUD Kraton, S (56) warga Podosuih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dinyatakan meningal. Ahad (14/06).

Juru Bicara Guus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalonan, Slamet Budiyanto mengkonfirmasi bahwa tiga hari sebelum di rawat di RSUD Kraton, ia baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit. Hasil swat menunjukkan ia positif Korona, namun setelah dirawat di RSUD Kraton, ia meninggal pada Ahad sore.

Jenazah kemudian dibawa ambulan untuk dimakamkan ke TPU Sapuro, Kota Pekalongan dan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Data kasus korona Kota Pekalongan per 15 Juni 2020. Data diambil dari http://corona.pekalongankota.go.id/

Hingga Senin (15/06) data positif Korona di Kota Pekalongan sebanyak 17 kasus, 13 orang sembuh, tiga meninggal, dan satu orang isolasi mandiri. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatan

Meski obyek wisata mulai dibuka, waspada jangan sampai jadi klaster baru

kalipaingan

Kajen, Wartadesa. – Pembukaan kembali obyek wisata secara bertahap di Kota Santri, menjadi angin segar bagi pelaku wisata. Namun juga perlu diwaspadai, jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari pembukaan tempat wisata tersebut. Demikian disampaikan oleh Imam Nurhuda, pelaku pariwisata di Kabupaten Pekalongan yang juga aktivis lingkungan, Sabtu (13/06).

Menurut Imam, pembukaan obyek wisata, khususnya di Pekalongan sebaiknya harus dipertimbangkan lagi, boleh saja dibuka tapi harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Seandainya protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, ketika wisata dibuka bisa jadi akan menjadi tempat penyebaran virus.” Ujarnya.

Meski demikian, Imam mengaku telah menyiapkan protokol kesehatan pada obyek wisata yang dikelolanya.

Pemuda yang mengaku secara informal menjadi marketing (memasarkan) obyek wisata Kalipaingan Linggoasri dan Lolong Adventure ini menambahkan bahwa tutupnya seluruh obyek wisata saat pandemi, berdampak besar bagi para pengelola obyek wisata.

Obyek wisata di Pekalongan yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat memang sudah hampir tiga bulan tutup total. Pastilah ini menjadi sebuah kerugian karena berhentinya pemasukan. Bahkan bisa dikatakan sebagian karyawannya kemungkinan besar dirumahkan. Tapi saya melihat teman-teman pengelola sangat bersabar dan tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemda masing-masing,” papar Imam.

Menurut Imam, diluar masa pandemi Covid-19, momen (saat) liburan seperti lebaran atau libur hari besar, pengunjun obyek wisata membludak, namun saat ini turun drastis. Meski demikian pemerintah daerah kuran responsif terhadap pelaku wisata.

“Pada moment lebaran Idulfitri atau liburan hari besar, obyek wisata tetap tutup dengan harus menanggung kerugian tidak adanya pemasukan. Padahal biasanya pemasukan bisa mencapai 10 kali lipat dari pendapatan bulan- biasa.” Ujar pria yang akrab dipanggil Kang Hoed ini.

Saya juga melihat tutupnya tempat wisata, kurang mendapat perhatian, baik pemda setempat maupun pemrov. Harapan kami sebagai pelaku wisata, mohon perhatian kepada pemda/pemrov baik Bupati Pekalonan, Asip Kolbihi maupun Gubernur Ganjar Pranowo selama masa pandemi seluruh wisata tutup total, khususnya wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat bisa dapat pengganti sembako atau uang kebijaksanaan. Karena sudah tidak bekerja selama masa itu.” Pungkas Imam.  (Buono)

Berita terkait:

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Naik kereta Kaligung, tak perlu tunjukkan surat keterangan sehat

kaligung

Tegal, Wartadesa. – Para penumpang kereta api Kaligung saat ini patut lega. Pasalnya, pihak PT KAI sudah mengoperasikan kembali ruas Tegal-Semarang tersebut dan para penumpang tidak perlu menunjukkan surat keterangan sehat.

Meski KA Kaligung sudah beroperasi kembali, namun para penumpang diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker, dan pemeriksaan suhu tubuh.

Kepala Stasiun Tegal Dedi Nurdiantoro mengatakan  pemberangkatan KA Kaligung dilakukan dua kali dari Stasiun Tegal, yakni pukul 05.05 WIB dan 12.38 WIB.

“Selain itu, kita juga mengarahkan penumpang untuk boarding mandiri dan diimbau untuk memakai pakaian lengan panjang,” ujar Dedi Nurdiantoro. Kamis (11/06).

Dedi menambahkan, tempat duduk KA Kaligung diatur sesuai dengan protokol kesehatan physical distancing, dan jika diketahui calon penumpang kedapatan suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celcius,  akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis. Sedangkan petugas sendiri akan menggunakan mika penutup wajah, sarung tangan, dan alat pelindung diri (APD) lainnya. (.*.)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Para pelaku seni di Kabupaten Pemalang patut bergembira. Pasalnya orang nomor satu di Kota Ikhlas tersebut memperbolehkan seniman menggelar panggung kreatifitas memasuki masa adaptasi kelaziman baru (new normal). Demikian disampaikan oleh Junaedi, Bupati Pemalang saat menemui peserta demo di Pendapa Kabupaten Pemalang, Kamis (11/06).

Dalam video demonstrasi unggahan Muhammad Reza Fahlevi Djunaedi di kanal Youtube diatas terlihat massa dari Pasukan Sound System berorasi di Pendopo dan disambut oleh Bupati, Ketua DPRD Pemalang, Agus Sukotco.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Belum digaji, relawan Covid-19 di RS Rujukan Wonokerto ancam mogok

puskesmas wonokerto

Wonokerto, Wartadesa. – Belasan relawan Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan Wonokerto (Puskesmas II Wonokerto) mengancam akan mogok kerja lantaran belum digaji sejak 1 Mei 2020  hingga kini. Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Rab (10/06).

“kami ingin menanyakan nasib kami, karena sampai hari ini kami belum menerima kepastian kapan akan dibayar, jika hari ini tidak ada kepastian kami akan berhenti bekerja sampai hak kami diberikan.” tutur relawan bernama Dawono.

Dawono menyebut bahwa sejak 1 Mei 2020 hingga malam lebaran, mereka lembur membersihkan rumah sakit rujukan demi melayani warga.

Menurut Dawono, total relawan yang belum mendapatkan gaji sebanyak 14 orang, terdiri dari delapan tenaga kebersihan, dua tenaga pemakaman, dan empat tenaga cuci (laundry).

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro mengaku akan segera menyelesaikan dalam waktu dekat. “Namanya sistem penganggaran di daerah tentunya melalui mekanisme peraturan yang ada, beda dengan swasta. Sehingga mekanisme penganggaran ini tetap kita ikuti dan akan kita dan akan kita selesaikan segera agar relawan bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Menurut Setiawan Dwi Antoro, sesuai kontrak, pembayaran relawan minimal dua bulan, sedang mereka baru bekerja satu bulan, “untuk pembayaran mereka memang sedang kita proses karena harus punya dasar hukum untuk melakukan pembayaran kepada mereka.” (Eva Abdullah/ISP)

catatan redaksi: sumber berita ini dari ISP pada tautan https://infosekitarpekalongan.com/belum-digaji-belasan-relawan-covid-ancam-mogok-kerja/

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tambah satu lagi warga Pemalang terpapar Covid-19

tutuko

Pemalang, Wartadesa. – Juru ra Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo mengumumkan satu penambahan pasien Covid-19 di wilayahnya, Rabu (10/06) kemarin. Pasien berjenis kelamin laki-laki berinisial L (40), warga Kecamatan Ulujami.

Menurut Tutuko, yang bersangkutan mempunyai riwayat perjalanan dari salah satu kota di Jawa Barat yang merupakan zona merah.

Pasien saat ini dirawat di rumah sakit Pemalang. “Saat ini pasien dirawat di salah satu rumah sakit,” kata Tutuko.

Selain itu, Tutuko menyampaikan bahwa dua pasien positif  yang dinyatakan sembuh, yakni perempuan warga Kecamatan Comal, dengan inisial I (60) dan D (60).

Hingga saat ini, total kasus positif sebanyak 33 orang, dengan rincian 27 sembuh, lima orang dirawat, dan seorang pasien meninggal dunia. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya