Kota Pekalongan, Wartadesa. – Hasil rapid tes yang digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, terhadap anggota keluarga warga berinisial S (56), laki-laki yang terpapar virus Korona, asal Podoosugih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, dinyatakan non reaktif.
S meninggal pada hari Ahad (14/06) dan dimakamkan di TPU Sapuro dengan protokol kesehatan Covid-19.
Anggota keluarga yang menjalani rapid tes sebanyak empat orang, dan dilaksanakan oleh petugas berwenang, Senin (15/06).
“Untuk kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dari Podosugih, sebenarnya memang belum lama tinggal di Kota Pekalongan sehingga kontaknya baru dengan keluarga dekat saja. Sehingga hari ini kami melakukan rapid test terhadap empat anggota keluarga yang sudah bertemu dengan yang bersangkutan. Hasilnya alhamdulillah non reaktif,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Pekalongan, Indah Kurniawati.
Indah menyebut bahwa hasil tes untuk keempat anggota keluarga S dinyatakan non reaktif. “Karena non reaktif jadi tidak perlu dilakukan tes swab. Mereka hanya kami minta isolasi mandiri sambil nanti akan dipantau petugas setiap hari,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, satu pasien Korona yang menjalani perawatan di RSUD Kraton, S (56) warga Podosuih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dinyatakan meningal. Ahad (14/06).
Juru Bicara Guus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalonan, Slamet Budiyanto mengkonfirmasi bahwa tiga hari sebelum di rawat di RSUD Kraton, ia baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit. Hasil swat menunjukkan ia positif Korona, namun setelah dirawat di RSUD Kraton, ia meninggal pada Ahad sore.
Jenazah kemudian dibawa ambulan untuk dimakamkan ke TPU Sapuro, Kota Pekalongan dan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. (Eva Abdullah)
Berita terkait:










