close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Anak 5 Tahun Belum Dapat Kamar Inap di RSUD Kajen, Keluarga Keluhkan Pelayanan

rohadi

WARTA DESA, PEKALONGAN – Seorang anak berusia sekitar lima tahun bernama Alvino, warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin (4/8/2025) belum juga mendapatkan kamar rawat inap di RSUD Kajen, meski telah menunggu hampir 24 jam di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Paman Alvino, yang mendampingi sang anak, mengaku kecewa atas situasi tersebut. Ia khawatir kondisi kesehatan keponakannya memburuk akibat keterlambatan mendapatkan perawatan intensif.

“Kami datang sejak kemarin, tapi sampai sekarang belum juga ada kamar. Anak ini sedang sakit dan butuh dirawat dengan baik, tapi harus terus menunggu,” ujarnya.

Pihak RSUD Kajen, melalui staf bernama Amel saat dikonfirmasi via WhatsApp, membenarkan bahwa saat ini semua kamar rawat inap dalam kondisi penuh.

“Memang kamar penuh. Ada sekitar 20 pasien yang sedang mengantre kamar di IGD. Kami sedang menunggu pasien yang pulang agar bisa langsung ditempati oleh pasien baru,” jelasnya.

Amel menambahkan bahwa pihak rumah sakit terus berupaya mengatur penempatan pasien sebaik mungkin di tengah keterbatasan ruangan.

“Kami memahami keluhan keluarga pasien dan mohon pengertiannya. Tim kami terus berkoordinasi agar pelayanan tetap berjalan, meski kapasitas sedang penuh,” tambahnya.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan keterbatasan kapasitas kamar rawat inap di rumah sakit daerah, terutama saat jumlah pasien melonjak. Keluarga pasien berharap RSUD Kajen dapat segera menambah fasilitas atau mencari solusi jangka pendek demi kenyamanan dan keselamatan pasien, terutama anak-anak. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Read more

Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Read more

Mahasiswa UIN Alami Kecelakaan di Pertigaan Wangandowo Bojong, Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan – Sebuah kecelakaan terjadi di pertigaan Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (10/3/2024). Insiden ini melibatkan dua Read more

PT Kanza Sejahtera Belum Selesaikan Upah Pekerja Proyek Gedung Kartini RSUD Kajen

Warta Desa, Kajen – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Gedung Kartini RSUD Kajen mengeluhkan belum dibayarkannya sisa upah mereka oleh PT Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pemdes Sawangan Doro Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Doro 2

IMG-20250730-WA0015

Warta Desa, PEKALONGAN – Pemerintah Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan cek kesehatan gratis bagi masyarakat pada Rabu (30/7/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Puskesmas Doro 2 dan berlangsung di Aula Balai Desa Sawangan mulai pukul 09.00 WIB.

Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, cek darah, serta pemberian obat gratis kepada warga yang memerlukan. Tim medis dari Puskesmas Doro 2 turut hadir langsung untuk melayani warga dengan ramah dan profesional.

Kepala Desa Sawangan, Agus Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap masalah kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang sehat dan sejahtera.

“Pemeriksaan kesehatan seperti ini sangat penting untuk mencegah penyakit sejak dini. Kami berharap warga bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena selain gratis, juga ditangani langsung oleh tenaga medis dari Puskesmas,” ujarnya.

Agus Hidayat juga berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah desa dan pihak layanan kesehatan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Sejak pagi, puluhan warga terlihat antre untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, mulai dari kalangan lansia hingga ibu rumah tangga.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sawangan semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan aktif dalam mengikuti program-program pelayanan publik yang bermanfaat. (Rohadi)

 

QR Code
Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Tunarungu Tak Menghalangi Prestasi: Ika Rizqi Sajikan Evaluasi Aplikasi “Hear Me” di UMPP

IMG_20250717_145437

Warta Desa, Pekalongan — Semangat luar biasa ditunjukkan oleh Ika Rizqi Damayanti, mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Informatika FASTIKOM Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), saat mengikuti seminar pra pendadaran Tugas Akhir pada Rabu, 17 Juli 2025. Kegiatan berlangsung di kampus FASTIKOM yang beralamat di Jalan Pahlawan No. 10, Gejlik, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ika, yang merupakan mahasiswa dengan kebutuhan khusus tunarungu, memaparkan hasil karyanya berjudul Evaluasi Kebergunaan Aplikasi “Hear Me” dengan Metode System Usability Scale (SUS). Dalam presentasinya yang dibantu oleh juru bahasa isyarat, Ika menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkontribusi di dunia teknologi pendidikan.

Ika Rizki. Foto: Fakhrudin/Warta Desa

“Aplikasi ‘Hear Me’ berfungsi sebagai media bantu komunikasi, terutama bagi siswa tunarungu. Penelitian saya fokus mengevaluasi kebergunaannya di SLB Muhammadiyah Pekajangan agar bisa terus dikembangkan,” ungkap Ika melalui penerjemah di hadapan para dosen dan mahasiswa yang turut hadir.

Seminar ini diikuti oleh seluruh dosen program studi dan mahasiswa sebagai bentuk dukungan akademik terhadap keberagaman dan inklusivitas di kampus. Dosen pembimbing Imam Rosyadi menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Ika dalam mengangkat isu penting yang berkaitan dengan akses teknologi bagi penyandang disabilitas. “Apa yang dilakukan Ika tidak hanya menunjukkan ketekunan dalam akademik, tapi juga kepedulian besar terhadap komunitas disabilitas,” ujarnya.

Wakil Rektor III UMPP, Aslam Fathudin, yang juga merupakan dosen di Prodi D3 Manajemen Informatika, turut menyampaikan pandangannya. “UMPP berkomitmen menjadi kampus ramah disabilitas. Kami mendukung penuh mahasiswa dengan kebutuhan khusus untuk berkembang secara akademik dan sosial,” tegasnya.

Aslam menambahkan bahwa kehadiran Ika dan semangatnya dalam berkarya menjadi inspirasi bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang hidup di lingkungan akademik UMPP. (Fakhrudin)

QR Code

 

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
Kesehatan

Puskesmas Karanganyar Gelar Cek Kesehatan Gratis di Balai Desa Karangsari

puskesmas karanganyar

Warta Desa, Karanganyar, 16 Juli 2025 – Puskesmas Karanganyar mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis bagi masyarakat di Balai Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (16/7). Program ini mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat yang sejak pagi sudah memadati balai desa untuk memeriksakan kesehatan mereka.

Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, asam urat, dan kolesterol secara gratis. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit menular.

Bowo Prasetyo, perwakilan dari Puskesmas Karanganyar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif Puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko penyakit pada masyarakat serta memberikan edukasi agar warga semakin peduli terhadap kesehatannya. Kami harap dengan adanya pemeriksaan gratis ini, masyarakat lebih termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Warga Desa Karangsari menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat rutin diadakan di desa mereka. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

IMG-20250713-WA0003

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang dinilai membingungkan dan kurang komunikatif.

Menurut keterangan keluarga, Teguh sempat dirawat selama tiga hari oleh dr Mansyur di RSUD Kajen. Namun, saat pulang, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas terkait diagnosa penyakit yang diderita Teguh.

“Setelah pulang dari rumah sakit, kami tidak tahu pasti sakitnya apa. Dua hari di rumah kondisi Teguh malah semakin lemah, akhirnya kami bawa lagi ke RSUD Kajen,” ungkap salah satu anggota keluarga saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (12/7/2025).

 

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kebingungan keluarga semakin bertambah. Pasalnya, dokter jaga justru menyarankan agar Teguh dirawat jalan dan mengutarakan bahwa kamar penuh serta diperbolehkan pulang, padahal keluarga berharap pasien dapat dirawat inap agar kondisinya segera pulih.

“Kami mohon agar Teguh dirawat inap biar sembuh total. Akhirnya sekarang Teguh dirawat di Ruang Alamanda 01,” tambah keluarga dengan nada cemas.

 

Saat dikonfirmasi oleh keluarga pada pukul 18.20 WIB, perawat jaga menjelaskan dengan sopan dan ramah bahwa dokter memang tidak memberikan penjelasan diagnosa di ruang perawatan. Pihak keluarga disarankan untuk langsung menemui dokter guna menanyakan keterangan diagnosa pasien.

Direktur RSUD Kajen, dr Imam, saat dikonfirmasi awak media mengatakan akan segera mengkroscek kronologinya dan mengundang awak media ke bagian pengaduan untuk kejelasan lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Kajen belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien tersebut. Warga berharap pelayanan rumah sakit dapat lebih komunikatif dan transparan dalam menyampaikan diagnosa serta tindakan medis kepada keluarga pasien, agar tidak menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kemudian hari. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Read more

Mahasiswa UIN Alami Kecelakaan di Pertigaan Wangandowo Bojong, Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan – Sebuah kecelakaan terjadi di pertigaan Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (10/3/2024). Insiden ini melibatkan dua Read more

PT Kanza Sejahtera Belum Selesaikan Upah Pekerja Proyek Gedung Kartini RSUD Kajen

Warta Desa, Kajen – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Gedung Kartini RSUD Kajen mengeluhkan belum dibayarkannya sisa upah mereka oleh PT Read more

Pemuda Asal Desa Kalipancur Hajar Pria di Kos-Kosan karena Cemburu, Korban Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan, 9 Januari 2025 – Seorang pemuda bernama DN, warga Desa Kalipancur, tersulut emosi setelah memergoki pacarnya, DS, Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatan

Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

IMG-20250630-WA0009

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Winoto, yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Kajen, dilaporkan sempat hidup kembali sesaat setelah jenazahnya tiba di rumah duka di RT 03 RW 02.

Kejadian langka ini terjadi pada Sabtu (28/6) sekitar pukul 14.20 WIB. Suryo Winoto dinyatakan meninggal oleh tim medis IGD RSUD Kajen, yang menerbitkan surat keterangan kematian bernomor /023/SKK-IGD-VI/2025. Dalam surat tersebut, penyebab kematian berdasarkan diagnosis rekam medis dikategorikan sebagai penyakit khusus sesuai ICD-10, dengan penyebab langsung tertulis “DOA” (Dead on Arrival). Waktu kematian tercatat pukul 14.30 WIB.

Jenazah kemudian dipulangkan oleh keluarga untuk prosesi perawatan dan pemakaman di rumah duka. Namun, suasana duka mendadak berubah menjadi heboh ketika keluarga mendapati tubuh Suryo menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Detak jantung dan pernapasannya kembali terdeteksi sesaat sebelum prosesi perawatan jenazah dimulai.

“Kami sangat terkejut. Saat kami menyambut jenazah di rumah, ada gerakan kecil, lalu napasnya seperti kembali. Kami tidak ingin menyerah, dan langsung membawanya ke RSI Pekajangan,” ujar salah satu anggota keluarga.

Rohman, warga yang mendampingi Suryo di mobil, juga mengatakan bahwa ia sempat melihat detak jantung Suryo berdetak dan nafasnya berhembus, meski sangat lemah, saat dalam perjalanan menuju RSI Pekajangan.

Keluarga yang panik dan berharap pada keajaiban segera membawanya ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, hingga berita ini diturunkan, Suryo Winoto dilaporkan meninggal dunia di RSI Pekajangan setelah sempat mendapat penanganan intensif.

RSI Pekajangan menerbitkan surat keterangan kematian kedua pada pukul 16.15 WIB, tanggal 28 Juni 2025, dengan nomor 19/RSIP/SKPK/IGD/VI/2025. Dalam surat tersebut, penyebab kematian tercatat sebagai penyakit tidak menular berdasarkan diagnosis rekam medis. Jenazah kemudian diantar pulang menggunakan ambulans rumah sakit.

Kewenangan dan Prosedur Penetapan Kematian Pasien

Pernyataan meninggal dunia secara medis merupakan kewenangan dokter, melalui pemeriksaan klinis mendalam yang meliputi:

1. Pengecekan tanda vital seperti nadi, pernapasan, dan respon pupil mata.

2. Jika tidak ada tanda-tanda kehidupan, dokter akan menyatakan pasien meninggal dunia dan menerbitkan surat keterangan kematian.

3. Setelah pernyataan meninggal, jenazah ditangani sesuai prosedur fasilitas kesehatan, termasuk pemindahan ke kamar jenazah dan pengurusan administrasi.

4. Untuk kasus Dead on Arrival (DOA), meskipun pasien datang dalam kondisi tidak bernyawa, dokter tetap melakukan pemeriksaan medis sebelum menetapkan status kematian.

Empati dalam Penyampaian Kematian

Dokter atau petugas medis wajib menyampaikan berita kematian dengan empati, dilakukan di ruang tertutup, serta memberi kesempatan keluarga untuk mengekspresikan emosi. Hal ini menjadi bagian penting dalam standar pelayanan kesehatan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
PT Kanza Sejahtera Belum Selesaikan Upah Pekerja Proyek Gedung Kartini RSUD Kajen

Warta Desa, Kajen – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Gedung Kartini RSUD Kajen mengeluhkan belum dibayarkannya sisa upah mereka oleh PT Read more

Pemuda Asal Desa Kalipancur Hajar Pria di Kos-Kosan karena Cemburu, Korban Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan, 9 Januari 2025 – Seorang pemuda bernama DN, warga Desa Kalipancur, tersulut emosi setelah memergoki pacarnya, DS, Read more

RSUD Kajen Tagih Pemkab Pekalongan Rp.9,2 M

Warta Desa, Pekalongan, 18/11/2024- Program berobat gratis cukup dengan KTP yang diluncurkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq adalah terobosan yang sangat Read more

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

Karanganyar, WartaDesa. - Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani Read more

selengkapnya
Kesehatan

Puskesmas Karanganyar Gelar Kegiatan Jumat Bersih, Seluruh Jajaran Ikut Berpartisipasi

puskesmas1

Warta Desa, Pekalongan, 13 Juni 2025. – Dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pelayanan, Puskesmas Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan Jumat Bersih pada Jumat pagi, 13 Juni 2025. Seluruh jajaran staf dan pegawai puskesmas turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Kepala Puskesmas Karanganyar, Bowo Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan bagian dari komitmen Puskesmas untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, baik bagi petugas maupun pasien yang datang berobat.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk memastikan lingkungan puskesmas tetap bersih, tertata, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bowo.

Ia menambahkan bahwa Jumat Bersih dimulai pukul 07.00 WIB, dilakukan sebelum waktu pelayanan dibuka pada pukul 07.30 WIB. Dengan semangat gotong royong, seluruh jajaran puskesmas bekerja sama membersihkan area dalam dan luar gedung.

“Selain sebagai upaya menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kekompakan dan kedisiplinan seluruh tim,” tambahnya.

Puskesmas Karanganyar terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kenyamanan, serta profesionalitas dalam melayani pasien. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Kepala Puskesmas Karanganyar Klarifikasi Soal Waktu Pelayanan, Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Layanan

Warta Desa, Pekalongan, Jumat, 13 Juni 2025. - Kepala Puskesmas Karanganyar, Bowo Prasetyo, memberikan klarifikasi terkait waktu pelayanan dan sistem Read more

Viral! Keluhan Warga terhadap Pelayanan Puskesmas Wiradesa, Istri Hamil Nomor Antrian Pertama Tak Kunjung Dilayani

Warta Desa, Wiradesa – Keluhan seorang warga terhadap pelayanan Puskesmas Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial setelah mengaku kecewa lantaran Read more

Viral Oknum Ormas Teriak di Puskesmas Kajen 1, Pihak Puskesmas Beri Klarifikasi

Warta Desa, Pekalongan, 14 Maret 2025. - Sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum ormas berteriak-teriak kepada perawat di Puskesmas Kajen Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kepala Puskesmas Karanganyar Klarifikasi Soal Waktu Pelayanan, Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Layanan

IMG-20250614-WA0002

Warta Desa, Pekalongan, Jumat, 13 Juni 2025. – Kepala Puskesmas Karanganyar, Bowo Prasetyo, memberikan klarifikasi terkait waktu pelayanan dan sistem antrean, khususnya pada layanan poli gigi, menyusul beredarnya informasi yang dinilai kurang tepat di masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga mutu pelayanan demi kepentingan masyarakat.

Menurut Bowo, pelayanan gigi memang memiliki waktu standar sekitar 30 menit per pasien. Karena itu, jumlah pasien gigi dalam satu hari dibatasi dengan kuota rata-rata 15 hingga 17 pasien. Bahkan dalam praktiknya, jumlah ini seringkali melebihi target harian.

“Jika tidak dibatasi, waktu pelayanan tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, kami mohon pengertian dari masyarakat,” ujarnya.

Selain antrean langsung di tempat (offline), Puskesmas Karanganyar juga menyediakan layanan antrean secara daring melalui aplikasi Antrol Mobile JKN (MJKN). Antrean daring bisa diakses sejak sehari sebelumnya, sedangkan antrean offline untuk layanan gigi dibuka mulai pukul 06.00 WIB.

“Namun, bagi pasien yang terlambat mengambil antrean—baik daring maupun langsung—kami mohon maaf, karena akan kami arahkan ke pelayanan hari berikutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bowo menjelaskan bahwa pintu pelayanan dibuka tepat pukul 07.30 WIB sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menghindari penumpukan pasien di dalam area puskesmas. Penutupan pintu sebelum jam buka juga dilakukan untuk menjaga privasi pasien, mengingat ruang pelayanan dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC).

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan ini. Semua langkah ini kami ambil untuk menjaga mutu dan ketertiban pelayanan di Puskesmas Karanganyar,” tutup Bowo. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Viral! Keluhan Warga terhadap Pelayanan Puskesmas Wiradesa, Istri Hamil Nomor Antrian Pertama Tak Kunjung Dilayani

Warta Desa, Wiradesa – Keluhan seorang warga terhadap pelayanan Puskesmas Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial setelah mengaku kecewa lantaran Read more

Viral Oknum Ormas Teriak di Puskesmas Kajen 1, Pihak Puskesmas Beri Klarifikasi

Warta Desa, Pekalongan, 14 Maret 2025. - Sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum ormas berteriak-teriak kepada perawat di Puskesmas Kajen Read more

Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Kesesi 1 Digelar

Warta Desa, Kesesi, 25 Februari 2025. - Puskesmas Kesesi I menggelar lokakarya mini lintas sektor di Pendopo Kecamatan Kesesi. Kegiatan Read more

selengkapnya
Berita DesaKesehatan

Desa Kwasen Basmi Nyamuk Demam Berdarah

kwasen

Warta Desa, Pekalongan, 16 Mei 2025 – Pemerintah Desa Kwasen mengadakan kegiatan fogging di setiap dukuh sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran penyakit demam berdarah.

Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias karena fogging dinilai efektif untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah.

Kepala Desa Kwasen, Edi, mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan sampah serta botol dan ember yang tidak terpakai agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Harapannya kegiatan fogging ini bisa rutin dilaksanakan ke depannya sebagai langkah pencegahan yang berkelanjutan,” ujar Kades Edi. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Ketua DPRD Pekalongan Dukung Penuh RS Ki Ageng Sedayu, Dorong Keunggulan Kompetitif dalam Pelayanan Kesehatan

IMG-20250423-WA0006

Warta Desa,  Wonopringo, Kabupaten Pekalongan — Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Munir, menyatakan dukungan penuhnya terhadap keberadaan Rumah Sakit (RS) Ki Ageng Sedayu yang terletak di Kecamatan Wonopringo. Dalam wawancara yang dilakukan baru-baru ini, Munir menegaskan pentingnya rumah sakit tersebut untuk menjadi institusi layanan kesehatan yang unggul dan kompetitif di tengah persaingan antar rumah sakit.

“Meski masih tergolong baru dan terus dalam proses pengembangan, saya berharap RS Ki Ageng Sedayu bisa menjadi pilihan utama masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Munir. Ia menambahkan bahwa RS Ki Ageng Sedayu harus terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan, melengkapi sarana dan prasarana, serta memperkuat tim medisnya demi memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Munir juga menyoroti pentingnya aksesibilitas layanan. “Kami berharap rumah sakit ini dapat memberikan akses kesehatan yang mudah dan cepat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Visi dan Misi RS Ki Ageng Sedayu

RS Ki Ageng Sedayu hadir dengan visi menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat pengguna jasa layanan medis. Misinya mencakup pelayanan kesehatan secara menyeluruh, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta pengembangan profesionalisme dan kenyamanan kerja bagi seluruh karyawan.

Layanan dan Fasilitas

Rumah sakit ini memiliki total kapasitas 104 tempat tidur yang tersebar di berbagai instalasi rawat inap seperti Almond, Kurma, Anggur, Delima, Zaitun (VIP), hingga ruang khusus obstetri dan isolasi. Untuk penanganan kasus berat, RS ini juga dilengkapi dengan ruang intensif seperti ICU, PICU, dan NICU.

Fasilitas penunjang medis mencakup radiologi (CT Scan, X-Ray, USG), laboratorium lengkap, dan instalasi bedah sentral dengan empat ruang operasi. IGD 24 jam, ambulans, serta layanan PONEK menjadi bagian penting dari sistem kegawatdaruratan yang siap melayani kapan pun.

Di sisi layanan rawat jalan, RS Ki Ageng Sedayu menyediakan berbagai klinik spesialis seperti penyakit dalam, bedah umum, anak, serta kandungan dan kebidanan.

Dengan dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Pekalongan dan komitmen dalam pengembangan layanan, RS Ki Ageng Sedayu diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar utama pelayanan kesehatan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya