close

Layanan Publik

Layanan PublikSosial Budaya

Warga Bikin Film Ruas Jalan Wonokerto Bandar Tak Kunjung Diperbaiki

motor

Batang, Wartadesa. – Ruas jalan rusak di Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah membuat Sony John BMC membuat film pendek berjudul “Detik-Detik Bapak Tergeletak Akibat Rem Mendadak, Untung Ga Sampai Terinjak”. Video berdurasi tiga menit 20 detik yang diunggah pada Rabu (22/06/2022) dan diunggah pada kanal Youtube itu telah ditonton lebih dari 11.238 penonton dan mendapat respon 86 komentar.

Video dimulai dari perjalanan seorang bapak yang berangkat ke kantor. Dalam perjalanan di ruas Desa Wonokerto yang penuh lubang, ia terjatuh saat mendadak menginjak rem, menghindari lubang jalan. Ia terjatuh, nyungsep ke kubangan air. Dibelakang Sang Bapak, melaju truk. Beruntung ia tidak terlindas truk yang melintas.

Dalam detil video, Sony menuliskan deskripsinya “Film Pendek Tentang jalan desa wonokerto kecamatan Bandar kabupaten Batang yang tidak pernah di Aspal bagus dari jaman dahulu kala sampai sekarang. biasakan baca diskripsi dan tonton vidio sampai akhir.edukasi vidio sindiran keras agar cepat terealisasi. bukan komentar tlunyar tlunyur tetapi lupa ngga ngaca. krearif/skill kita sampai dimana”.

Ide kreatif memprotes jalan yang rusak bukan sekali ini saja. Sebelumnya banyak dilakukan oleh warga di beberapa wilayah. Kesemuanya merupakan upaya pembentukan opini publik agar pemerintah cepat tanggap keluhan warga.

Apakah dengan diluncurkan video pendek oleh Sony akan cepat direspon oleh Pemkab Batang? (Buono)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Tanggul Jebol, Rob di Tegaldowo dan Mulyorejo Kian Parah

tanggul jebol
  • Banjir Rob Rendam Wilayah Utara Kota Pekalongan

Tirto, Wartadesa. – Rob yang terjadi di Desa Mulyorejo dan Tegaldowo makin parah, usai tanggul Kali Meduri jebol, Ahad (22/05/2022) sore kemarin. Akibatnya air dari kali meluap masuk perkampungan dan ruas jalan di wilayah itu.

Menurut penuturan warga, jebolnya tanggul tanah Kali Meduri akibat rob yang tinggi dan tanggul tidak kuat menahan aliran sungai. Selain menggenangi perkampungan Tegaldowo dan Mulyorejo, air juga menggenang Desa Karangjompo dengan ketinggian sekira 30 centimeter.

Sore itu juga, ratusan warga Tegaldowo langsung menggelar aksi menutup tanggul dengan bergotong-royong menutup lubang tanggul dengan karung berisikan pasir.

Sekretaris Desa Mulyorejo, Nurul Huda menyebut bahwa sudah satu pekan wilayah di bagian Utara tenggelam akibat rob. Dan puncaknya pada Senin sore Pukul 17.00 WIB dengan jebolnya tanggul di Tegaldowo.

Tingginya rob juga dialami warga Kota Pekalongan akibat tingginya volume air di Kali Bremi dan Kali Loji.

Air menggenang kawasan Jetayu, Bugisan, Klego, Krapyak dan wilayah di pesisir Kota Pekalongan dengan ketinggian air bervariasi 10 centimeter hingga 35 centimeter.

Sebelumnya, akunFay Rafa dalam grup media sosial PEKALONGAN INFO   menulis agar Walikota Pekalongan segera mencari solusi banjir rob yang sudah bertahun-tahun dialami warga.

“Kepada yg terhormat Bp walikota pekalongan dan wakil walikota pekalongan.sudah bertahun – tahun kt merasakan genagan atau banjir rob tiap sore apakah tdk ada tindakan yg berarti untuk menggantisipasi bencana ini setiap sore selama ber tahun2lamanya.jl jlamprang krapiak mohon di tinjau untuk dinas terkait mohon solusinya.” Tulis Rafa, Kamis (19/05/2022). (Buono)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Prihatin Jalan Rusak di Pemalang, Ampera Gelar Demo

demo pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Prihatin dengan kondisi ruas jalan di Kota Ikhlas yang rusak, massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Pemalang Raya (Ampera) menggelar demonstrasi, aksi digelar dengan longmarch di Kantor Bupati Pemalang dan Gedung DPRD. Senin (23/05/2022).

Orator dalam aksinya menyebut bahwa kondisi jalan rusak di Pemalang adalah realita. Mereka melakukan aksi jalan kaki dengan membawa spanduk tuntutan demo. Aksi juga dilakukan dengan livestreaming (siaran langsung) melalui kanal media sosial.

Menurut Koordinator aksi, Andi Rustono, ruas jalan yang rusak di Kabupaten Pemalang sebanyak 333,29 KM atau 43 persen dalam kondisi rusak. Hal tersebut sangat memprihatinkan, ujar Andi. Sesuai dengan janji politik Bupati Pemalang, seharusnya perbaikan jalan sudah dilakukan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian.

“Kerusakan jalan saat ini telah menimbulkan kecelakaan yang merenggut korban warga. Perbaikan infrastuktur jalan sudah krusial dan kian mendesak. Apalagi ini juga menjadi janji politik Mukti Agung Wibowo saat kampanye Pilkada lalu.” Tutur Andi Rustono.

Aksi diakhiri dengan pembakaran ban sebagai simbol perlawanan rakyat. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

‘Ibu-Ibu Sering Njeglong’, Jalur Bawah Rel Sepacar Berulang Kali Sebabkan Kecelakaan

sepacar

Tirto, Warta Desa – Jalur rusak underpass (bawah rel) di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, terungkap telah menyebabkan berbagai kecelakaan lalu lintas.

Jalan bawah rel sepacar tersebut merupakan area paling rawan dalam jalur dari kecamatan Tirto menuju jalan raya Pantura.

Kurang lebih sepanjang 30 meter, aspal di bawah perlintasan kereta api terlihat mengelupas dan menciptakan lubang menganga di sana sini.

Pihak yang berwenang sejatinya telah menambal aspal tersebut pada awal bulan Maret mengingat permukaan jalan sempat “habis” pada musim hujan.

Baca : Diterjang Rob Tiap Malam, Jalur Underpass Sepacar Makin Bahayakan Pengguna

Namun, menurut penuturan Khotijah, warga setempat, aspal hasil perbaikan tersebut hanya bertahan lima hari.

“(Waktu itu) selesai diaspal jam 4 (sore), nah jam 5 sudah terkena rob,” tutur Khotijah kepada Warta Desa (3/4/2022).

“Setelah itu tidak ada seminggu, lima hari malah, jalan rusak lagi,” sambungnya.

Jalan berlubang tentu sangat berbahaya bagi pengguna jalan, terlebih lalu lintas Sepacar merupakan jalur yang tiap hari dilewati siswa sekolah, pekerja, bahkan pegawai kecamatan.

Baca juga : Belum Sebulan Aspal Ditambal, Jalan Underpass Sepacar Kembali Berlubang

Khotijah lantas menjelaskan, kecelakaan berulang kali terjadi di jalan itu, dengan korban terbesar yaitu ibu-ibu.

“Sering ibu-ibu njeglong di situ,” ucap Khotijah.

“Pernah katanya ada yang meninggal, bukan di sini (tkp), tapi pas dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Jalan underpass Sepacar kemungkinan akan terus bertambah kerusakan, mengingat banjir rob selalu melanda pada sore hari. (M. Najmul Ula)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Gempar Bakal Gelar Demo 21 April 2022

gempar

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Gerakan Masyarakat Pekalongan Raya (Gempar) bakal menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Kota Pekalongan, Jl. Mataram No.3, Podosugih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Kamis (21/04/2022). Demikian sesuai dengan leaflet yang kami terima Senin (18/04/2022).

Demontrasi Gempar mengambil gerakan besar “Perkuat Gerakan Rakyat, Lawan Rezim Oligarki” dengan titik kumpul di Universitas Pekalongan (Unikal) pada pukul 13.00 WIB. Kemudian massa akan melakukan longmarch (perjalanan) ke gedung DPRD Kota Pekalongan melalui Jl. Sriwijaya – KHM Mansur – Ponolawen – Lapangan Mataram dan berakhir di gedung DPRD Kota Pekalongan.

Leaflet aksi Gempar tanggal 21/04/2022.

Seperti aksi yang bakal digelar serupa di seluruh Indonesia, selain isu-isu nasional seperti Turunkan Harga BBM, Turunkan Harga Sembako, Tolak Kenaikan Pajak dan Evaluasi Pemindahan Ibukota, massa aksi juga mengusung isu lokal seperti Tuntaskan Banjir dan Rob di Kota Pekalongan serta Selesaikan Persoalan Pasar Banjarsari.

Tuntutan massa aksi yang akan digelar pada 21/04/2022.

Berikut 11 tuntutan massa aksi Gempar yang akan dihelat pada 21 April 2022 mendatang,

  1. Cabut Omnibuslaw beserta Peraturan Turunannya
  2. Batalkan RUU P3 (Peraturan Pembentukan Perundang-undangan)
  3. Batalkan RUU Sisdiknas
  4. Tolak Upah Murah
  5. Cabut SK Gubernur Jateng tentang UMK 2022
  6. Usut Tuntas Pelanggaran HAM
  7. Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM
  8. Tolak Kenaikan Pajak
  9. Evaluasi Pemindahan Ibukota Negara Nusantara (IKN)
  10. Tuntaskan Persoalan Banjir dan Rob Kota Pekalongan
  11. Tuntaskan Persoalan Pembangunan Pasar Banjarsari.

Demikian tuntutan yang akan diusung pada gelaran demonstrasi serentak seluruh Indonesia pada 21 April 2022 mendatang. (Buono)

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial BudayaTekno

[Video] Wujudkan Desa Digital, Dispermasdes Pemalang Gelar Pelatihan Sidekem

sidekem

Pemalang, Wartadesa. – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Pemalang menggelar pelatihan Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang (Sidekem) di Kantor Puspindes (Pusat Informasi Pedesaan) 23-31 Maret 2022 yang diikuti oleh seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Pemalang. Berikut liputannya.

 

Video ini telah tayang di Facebook pada 28 Maret 2022. https://www.facebook.com/wartadidesa/videos/393192608934302/

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Video Tutorial Pakai Sarung Bupati Pemalang Banjir Komentar Warganet, Tutorial Memperbaiki Jalan Rusak

tutorial sarung

Pemalang, Wartadesa. – Video tutorial cara mengenakan sarung khas Pemalang oleh Bupati Mukti Agung Wibowo di laman media sosial Headline News Pemalang dibanjiri komentar warganet Kota Ikhlas. Video berdurasi 1,42 menit tersebut berisi bupati sedang memperagakan cara memakai sarung, diunggah pada Kamis (07/04/2022), pun banjir komentar “tutorial memperbaiki jalan yang rusak”.

“Tuttorial jalan jadi halus coba pak…pasti bapak langsung terkenal dan di panggil ke hitam putih atau mister tukul jalan jalan” tulis Sony mv dalam sebuah komentar pada postingan Headline News Pemalang.

Teddy Bee dalam komentarnya menulis, “Ora penting, sing penting pie cara e dalan alus pak. Dalan pemalang bodol kabeh kaya janji e politik,” (Tidak penting, yang penting bagaimana caranya jalan halus pak. Jalan Pemalang rusak semua seperti janji politikmu).

Inung Alkaf menganggap bahwa tutorial mengenakan sarung ‘tidak’ penting (ketimbang memperbaiki jalan yang rusak. “kayong penting nemen ya tutorial nganggo sarung” (sepertinya penting banget ya tutorial mengenakan sarung).

Komentar senada dilakukan oleh Naily Hasbi, “Owalah kok ngurusi carane nganggo sarung…. tobat… tobat… urusi iku lho pa dalanne sing do rusak kyk kali asat …” (oh alah kog ngurusi cara mengenakan sarung … tobat … tobat … urusi itu lho pak jalan yang rusak seperti kali asat).

Hingga Jum’at (08/04/2022) postingan video tutorial mengenakan sarung oleh Bupati Pemalang tersebut dikomentari oleh 235 netizen warga Kota Ikhlas.

Keresahan warga Pemalang pada kerusakan jalan sering dilontarkan pada komentar postingan kegiatan pemkab setempat. Seperti postingan Headline News Pemalang sebelumnya pada gelaran penganugerahan desa wisata. Hampir seluruh komentar mempertanyakan kapan perbaikan jalan yang rusak akan dilakukan. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Diterjang Rob Tiap Malam, Jalur Underpass Sepacar Makin Bahayakan Pengguna Jalan

sepacar

Tirto, Warta Desa – Jalur underpass (bawah rel) di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, terus membahayakan pengguna jalan lantaran kondisi lubang yang makin parah.

Jalan bawah rel Sepacar tersebut merupakan jalur terpenting dari dan menuju Sepacar (Pacar), ibukota Kecamatan Tirto.

Jalur itu menjadi akses utama menuju kantor Kecamatan Tirto, serta menjadi jalur pulang-pergi siswa SMP N 1 Tirto dan SMK Maarif NU Tirto.

Hanya “sak untuk” dari jalan raya nasional Pantura yang megah, pengguna jalan akan mengemui kondisi aspal yang amat kontras.

Warta Desa sebelumnya melaporkan aspal yang baru ditambal pada awal Maret telah mengelupas dan kini berlubang, dengan lubang terdalam terdapat di lajur timur.

Warta Desa kembali menyambangi jalan tersebut pada malam hari, untuk menyaksikan hampir sepanjang 50 meter jalan tergenang air rob.

Banjir rob tersebut menjadi penyebab jalan yang baru sebentar ditambal menjadi langsung berlubang.

Khotijah, warga setempat yang tiap hari menunggui warung di tepi jalan, menerangkan hanya butuh lima hari bagi air rob untuk merusak jalan penting tersebut.

“(Waktu itu) selesai diaspal jam 4 (sore), nah jam 5 sudah terkena rob,” tutur Khotijah kepada Warta Desa (3/4/2022).

“Setelah itu tidak ada seminggu, lima hari malah, jalan rusak lagi,” sambungnya.

Khotijah juga menerangkan, jalan selalu tergenang banjir rob sejak sore hari hingga malam hari.

“Rob datang jam 5, kadang kalau airnya dalam malah cepet surut,” ujarnya.

“Surutnya rata-rata jam sekarang (sekitar pukul 10 malam),” tambahnya.

Jalan tersebut memang terlihat berada di permukaan lebih rendah dibanding sekitarnya, sehingga lebih rawan tergenang banjir (air hujan maupun rob).

Warga mau tak mau tetap harus memilih jalan tersebut, lantaran tak ada jalur lain di Kecamatan Tirto menuju jalan raya Pantura. (mnu)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Kongregasi Suster-Suster Santa Bunda Maria Menangkan PK Sengketa Lahan RSUD Kraton

kraton

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Kongregasi Suster-Suster Santa Bunda Maria memenangkan upaya hukum luar biasa, Peninjauan Kembali (PK) Pemkab Pekalongan atas sengketa lahan RSUD Kraton seluas 11 ribu meter persegi. Dan biaya sewa sejak tahun 1970 hingga sekarang, sebesar Rp 403 juta.

Sebelum Pemkab Pekalongan mengajukan Peninjauan Kembali pada 11 Januari 2021, Yayasan Santa Maria telah memenangkan gugatan atas lahan RSUD Kraton, di Jalan Veteran Kota Pekalongan.

Soeurs De Notre Dame menggugat Presiden cq Mendagri cq Gubernur Jateng cq Bupati Pekakongan, serta Direktur RSUD Kraton sejak tahun 2014. Kemudian muncul putusan sela dari PN Pekalongan.

MA yang memeriksa menyatakan perkara a quo merupakan sengketa kepemilikan sebidang tanah berdasarkan bukti kepemilikan SK Mendagri Nomor SK.1/HM/DA/78 dan SHM Nomor 200 seluar 30.810 m2 atas nama Yayasan Santa Maria di Pekalongan.

Atas putusan tersebut, akhir 2017 perkara sengketa lahan RSUD Kraton kembali dibuka dan disidangkan di PN Pekalongan. Hasilnya pengadilan mengabulkan gugatan Kongregasi Suster-Suster Bunda Santa Maria. Dan tergugat/Pemkab Pekalongan mengajukan banding. Putusannya, Pengadilan Tinggi Semarang menguatkan putusan tersebut. Pihak Tergugat tidak puas dan mengajukan kasasi ke MA dan kembali kalah. Kemudian dilakukan PK pada 2021.

Pakar Hukum Universitas Semarang (USM) Dr. Muhammad Junaedi, S.Hi.,MH. menegaskan bahwa seharusnya kasus sengketa lahan tersebut bisa dihindari sejak awal, dengan memastikan kepemilikan lahan. Menurutnya negara telah lalai.

“Negara harusnya secara administrasi, mengecek apakah tanah rampasan atau okupasi. Milik Hindia Belandda yang diambil alih atau tidak. Mendagri harusnya mengecek data mengklarifikasi di lapangan, kronologis historisnya. Para pihak harusnya membuktikan secara autentik, fisik yang menjelaskan sebagai pihak berhak serta berwenang,” mengutip pernyataan Junaedi dari Infoplus (12/01/2021).

Junaedi menambahkan, Pemkab Pekalongan harus menyerahkan tanah tersebut kepada Penggugat.

Sementara itu, Fadia, Bupati Pekalongan mengatakan bahwa dengan kekalahan PK, hak atas tanah milik Yayasan Santa Maria, sedangkan gedung bangunannya milik Pemkab Pekalongan. Pemda akan melakukan komunikasi dengan Yayasan Santa Maria agar memberikan waktu untuk merelokasi RSUD Kraton.

“Saya mau 2023 salah satu fokus utama kita adalah bangun RSUD Kraton yang baru di Wiradesa. Yang bagus dan layak. Itu fokus kita. Bangunnya di tanah milik pemda. Tanpa beli tanah. Yang ada saja kita manfaatkan. Langsung bangun supaya terwujud RSUD Kraton yang baru,” katanya. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Fadia: Kondisi Keuangan Pemkab Pekalongan Memprihatinkan

fadia

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Fadia menyebut bahwa kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Pekalongan memprihatinkan sejak pandemi, sehingga anggaran harus dibagi berdasar skala prioritas. Demikian disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (29/3).

“Pemkab melaksanakan kegiatan dengan mengedapankan skala prioritas, karena keuangan pemerintah sejak pandemi Covid-19 cukup memprihatinkan sehingga anggaran harus dibagi untuk berbagai program dan kegiatan sesuai skala prioritas,” kata Fadia dilansir dari website resmi Pemkab Pekalongan.

Fadia menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan telah melaksanakan program kesehatan gratis dengan KTP. “Walaupun masih ada batasan-batasannya, namun menurut saya, ini merupakan hal yang luar biasa,” ujarnya.

Program lainnya yaitu, penunggu rumah sakit pasien kurang mampu yang dirawat di Puskesmas Rawat Inap dan rumah sakit milik Pemkab Pekalongan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 50 ribu per hari. “Ini sudah sudah berlaku per 1 Januari lalu. Kita terus evaluasi kekuarangan program ini,” imbuh bupati.

Selain itu, di bidang pendidikan, pemkab juga memberikan bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucapnya

Terkait infrastruktur, pada tahun 2022, Pemkab Pekalongan menganggarkan peningkatan infrastruktrur jalan, jembatan dan saluran menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar, dari tahun 2021 yang anggarannya Rp. 50 Miliar. “Mudah-mudahan, pada 2023, bisa lebih ditingkatkan lagi anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan, jembatan dan saluran irigasi yang PR nya cukup banyak,” lanjut Fadia.

Selain itu, tahun ini, masih menurut Fadia, Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 60,8 miliar untuk infrastruktur di Kabupaten Pekalongan. “Mudah-mudahan dari Pusat juga nanti ada bantuan dan tahun 2023 lebih banyak lagi,” harapnya.

Fadia menyebut akan menata Alun-Alun Kajen dan mempercantik dengan mengusung ikon Kabupaten Pekalongan pada tahun ini. Selain itu, kegiatan lainnya yaitu pemkab akan mengembangkan wisata di Kota Santri, antara lain di Objek Wisata Linggo Asri, Kajen pada tahun 2022 dan 2023.

Dalam waktu dekat, Fadia akan meresmikan Pasar Wiradesa dan Pasar Kedungwuni.  Ia juga berharap adanya pembangunan hotel, agar wilayahnya lebih ramai dan banyak dikunjungi tamu atau wisatawan sehingga perekonomian warga Kabupaten Pekalongan meningkat. “Kami juga akan memanfaatkan atau memfungsikan aset-aset milik Kabupaten Pekalongan yang mangkrak agar lebih bermanfaat,” kata Fadia. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya