close

Lingkungan

BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Drainase buruk, Buaran hingga Ambokembang kebanjiran

banjir pekajangan

Kedungwuni, Wartadesa. – Peninggian jalan dengan pengecoran setinggi 50 centimeter disepanjang jalan Podo hingga Buaran, tanpa memperbaiki saluran drainase tersebih dahulu sebelum pengerjaan jalan, kini dampaknya dirasakan oleh warga sepanjang jalan tersebut. Beberapa kali warga yang berada di sebelah timur ruas jalan Ambokembang hingga Sapugarut terendam banjir saat hujan turun. Seperti terjadi semalam, Kamis (01/02) dinihari, warga kebanjiran.

Pagi ini, Wartadesa memantau beberapa wilayah banjir di wilayah Tangkilkulon-Kedungwuni, Buaran, Sapugarut, Bligo-Buaran, Pekajangan, Ambokembang-Kedungwuni. Disepanjang jalan Buaran hingga Ambokembang, banjir masih menggenangi rumah warga.

Purwono Aji, warga Pekajangan mengungkapkan bahwa pagi ini seluruh gang di Kelurahan Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan terutama di bagian timur, rumah warga terendam dengan ketinggian antara 50 centi hingga satu meter.

“Mengawali Berita Pagi ini, Saudara Setelah Semalam Kita Saksikan bersama fenonena langka tentang BLUE BLOOD MOON, maka pagi ini kita dibikin tercengang dengan kemunculan tambak secara tiba2, di hampir semua gg di kelurahan pekajangan terutama bagian timur, digenangi air rata2 ketinggian air mencapai 500 – 1000 mm,” tulisnya dalam sebuah status di media sosial.

Purwono melanjutkan, bahwa fenomena tersebut akan dimanfaatkan dengan menebar bibit ikan oleh sebagian warga, “Melihat fenomena yang demikian, rencana akan ditebar bibit ikan oleh sebagian warga, salah seorang mengatakan bahwa jika saluran pembuangan air tidak pernah ditangani, maka suatu saat seluruh kediaman warga akan tergenang selayaknya waduk dadakan, sampai berita ini diturunkan, pihak kelurahan belum ada yang bisa memberi penjelasan karena saya yakin mereka masih tidur pulas, demikian sekilas info,” tulisnya.

Sementara itu, akibat hujan deras sejak semalam hingga pagi hari tadi, beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan bagian atas juga mengalami banjir. Bajir terjadi di perempatan lampu merah Sibedug arah Kajen-Kesesi akibat buruknya drainase.

Hal yang sama juga terjadi di Bojongminggir Kecamatan Bojong dan Desa Purwodadi Dukuh Bulaktunggak kecamatan Sragi. Puluhan rumah terendam di wilayah tersebut.

Bahkan, SMA Negeri Sragi, pagi ini tidak melakukan aktivitas belajar mengajar, akibat sekolah tersebut terendam. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Rusak parah, jalan raya Bojong-Wiradesa musti buka tutup

macet bojong

Bojong, Wartadesa. – Dampak buruk pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang semakin dirasakan oleh warga. Meski berkali-kali warga melakukan aksi turun jalan untuk menuntut perbaikan jalan rusak dan dampak lainnya kepada warga, namun selesai aksi, jalan hanya ditambal patah-patah, tidak menyeluruh. Akibatnya jalan masih saja rusak, berlubang dalam dan berlumpur ketika diguyur hujan.

Penampakan pagi ini, Kamis (01/02) di jalan raya Bojong-Wiradesa, akibat hujan deras sejak semalam hingga pagi tadi, terjadi kemacetan total pada kedua arah ruas jalan tersebut. Jalan yang rusak, berlubang dan penuh dengan kubangan lumpur menjadikan ruas jalan tersebut macet parah. Bahkan dilakukan rekayasa jalan berupa buka-tutup pengguna jalan, agar kemacetan tidak semakin parah.

Bahkan, kemacetan parah tidak hanya terjadi pagi ini saja, sehari sebelumnya, akun media sosial Kecamatan Bojong mengunggah foto kemacetan ruas jalan Bojong-Wiradesa, Rabu (31/01) sore. “Macet di jalan raya bojong lor, buka tutup karena jalan sebagian rusak parah #hatihatisoreini,” tulis akun tersebut.

Menurut Sakdullah, warga Wiradesa, warga mesti melakukan aksi besar-besaran agar pelaksana jalan tol tahu kepedihan warga, “Mari demo besar-besaran biar pelaksana tol tahu kepedihan masyarakat yang mereka tidak tahu atau tidak mau tahu,” tulisnya.

Warga Bojong, Zaki, pun merasakan dampak buruk pembangunan tol berkepanjangan, utamanya bagi warga yang mempunyai usaha di sepanjang jalan tersebut, “Polusi udara,..kotor berdebu…Tembok do retak-retak opo meneh yo akeh pokoe. Sengsoro wes pokoe,.” tulisnya.

Sementara itu, Didiek Harahap, warga Ketitang berharap agar pihak terkait memperhatikan kebutuhan warga, “Bapak Bupati Asip Kholbihi pipun niki….
Bapak Gubernur Ganjar Pranowo pipun niki…
Bapak Presiden Jokowi pipun niki….
Yang punya gawe Waskita Karya, tolong diperhatikan kebutuhan masyarakat. Masyarkat butuh akses transportasi yang lancar untuk beraktifitas.
Slogan #Jalan_Halus_Rejeki_Mulus tdk bisa terwujud di wilayah Kecamatan Bojong.
#Jalan_Rusak_Rejeki_???????” Tulisnya.  (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLingkungan

Tanah bengkok dijadikan galian C, ratusan warga geruduk balaidesa

demo bengkok desa

Pemalang, Wartadesa. – Ratusan warga Desa Purana Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menggeruduk balaidesa setempat, Senin (29/01). Kedatangan mereka untuk berunjuk rasa menolak tanah bengkok desa yang dikelola oleh Kades dan perangkat desa dijadikan tambang galian C.

“Sekitar lima hektar sawah bengkok dijadikan galian C,” jelas salah satu peserta aksi. Seratus orang yang berunjuk rasa di balaidesa setempat menuntut agar galian C tanah bengkok desa ditutup.

“Dan segera dilakukan Reklamasi tanah yang terkena galian. Transparansi terhadap hasil penjualan kandungan tanah bengkok desa,” tuntut mereka.

Mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat didampingi enam personel dan empat anggota koramil Bantarbolang dan Kades Desa Purana Mas’anah dan Perwakilan unjuk rasa, Khodori.

“Setelah tercapai kesepakatan, warga membubarkan diri kerumah masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan aman hingga selesai,” ucap AKP Sriyanto, Kapolsek Bantarbolang. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Aparat-warga bahu membahu bantu korban longsor Kandangserang

tembok jebol

Kandangserang, Wartadesa. – Hujan deras menyebabkan longsor terjadi di Desa Gembong Rt. 02/06 Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Tebing belakang rumah milik Suyatno tertimpa longsor, akibatnya tembok bagian dapur jebol dan material longsor menimbun dapur. Senin (29/01).

Menurut warga, hujan deras sejak pukul 12.30-14.30 WIB disusul dengan hujan sedang hingga ringan hingga pukul 17.00 WIB. Tiba-tiba terjadi tebing longsor, pas dibelakang rumah Suyatno. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun hasil panen dan perabot dapur tertimbun material longsor.

Gotong-royong. Warga bersama aparat Koramil Kandangserang bergotong-royong mengevakuasi material longsor di Desa Gembong, Kandangserang, Selasa (30/01). Foto: Kodim 0710 Pekalongan.

Kejadian pada sore hari, membuat warga memutuskan untuk bergotong-royong membantu evakuasi material longsor dilakukan esok hari, Selasa (30/01).

Kami mengirimkan Babhinsa untuk membantu waga yang rumahnya terkena longsor, setelah menerima laporan dari Danramil 14 Kandangserang, Kapten Inf Imam Subechi, terkait adanya longsor di Kandangserang. Tutur Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Ridha.

Selanjutnya Danramil kandangserang kapten Imam subechi langsung bergerak cepat mengumpulkan babinsanya untuk segera ke lokasi dan membantu warga yang terdampak longsor tersebut.

“Mendengar adanya kejadian tanah lonsor tersebut saya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Komandan Kodim. Dan sesuai arahan dari Komandan Kodim maka kami langsung berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan aparat desa untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan gotong-royong membersihkan material lonsor tersebut,”jelas Danramil. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Kontraktor tol akan penuhi tuntutan warga Wiradesa

musyawarah tol

Wiradesa, Wartadesa. – Kontraktor pelaksana tol ruas Pemalang-Batang, PT SMJ akhirnya bersedia memenuhi tuntutan warga Wiradesa. Pihak kontraktor bersedia untuk menginventarisir kerugian warga akibat beban kendaraan truk dam dan menggantinya secara proporsional.

Rapat musyawarah Warga Desa Wiradesa dan PT SMJ dilaksanakan hari ini, Senin (29/1) di Balaidesa Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, dipimpin langsung oleh kepaladesa setempat,  Supono. Turut hadir pula pihak Muspika Kec Wiradesa yang diwakili langsung Toharno, selaku sekcam dan AKP Yorisa Prabowo selaku Kapolsek Wiradesa dan perwakilan Koramil setenpat.

Baca: Warga ancam aksi lebih besar jika kesepakatan dilanggar

Salah satu warga setempat, Sakdullah mengatakan, musyawarah penyelesaian penggantian kerugian akibat jalan rusak di Desa Wiradesa dicapai kesepakatan, bahwa PT SMJ selaku salah satu pelaksana proyek tol bersedia menginventarisir kerugian yang diderita langsung akibat beban kendaraan dump truck yang berlebihan dan mengganti secara proporsional.

“Dilanjutkan dengan perbaikan jalan besok hari Selasa 30 januari 2018, bersama warga untuk kondusifitas dan terlaksananya janji PT SMJ terhadap dampak kerusakan,” imbuh Sakdullah.

Kades Desa Wiradesa, Supeno, ketika dikonfirmasi, mengaku sudah menemukan kesepakatan bersama.
“Sudah clear, warga sudah menerima apa yang menjadi permasalahan, saya selalu kepaladesa, karena warga sudah menerima ya…saya setuju,” sebut Supeno.

Seperti diketahui, puluhan warga Wiradesa, sebelumnya, Jum’at (26/01) malam memblokade jalan untuk menuntuk ganti rugi akibat proyek pembangunan tol. Mereka akan melakukan aksi lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.   (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tumpukan sampah di pinggir jalan Lebakbarang-Karanganyar dikeluhkan warga

sampah lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. – Tumpukan sampah di sepanjang jalan perbatasan Lebakbarang-Karanganyar Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan warga. Pasalnya, sampah yang dibuang oleh orang tidak dikenal tersebut makin menumpuk dan merusak ekologi lingkungan.

Pantauan pewarta Wartadesa di sepanjang jalan perbatasan Karanganyar-Lebakbarang, sampah seperti dibuang secara sengaja. Menurut Rojali, warga Lebakbarang, tumpukan sampah terlihat sejak Jum’at (26/01) dalam jumlah yang banyak, “Kali pertama, saya melihat tumpukan sampah pada Jum’at lalu, sepertinya sengaja dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dalam jumlah yang banyak, disepanjang jalan perbatasan Lebakbarang-karanganyar,” tuturnya saat ditemui Wartadesa. Ahad (28/01).

Sampah yang dibuang tidak pada tempatnya tersebut dikeluhkan oleh Rojali, “Sebagai warga asli sini (Lebakbarang), kami merasa resah dengan tumpukan sampah tersebut, bau dan tidak sedap dipandang mata,” lanjutnya.

Hal senada diungkapkan oleh Haryo Sobihin (27), karyawan outsourching Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan bidang persampahan. Dia menyayangkan hal tersebut. “Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut (membuang sampah sembarangan), kami dengan sukarela membersihkan sampah tersebut hari ini (Ahad 28/01) untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri,” ujar pria yang sering disapa Haryo ini.

Menurut Haryo, pihaknya prihatin dengan sikap oknum masyarakat yang sengaja membuang sampah sembarangan tersebut.

“Mudah-mudahan ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk sosialisasi tentang pembuangan sampah untuk warga kecamatan Lebakbarang dan sekitarnya.” Harap Haryo.

Haryo juga berharap agar pemerintah desa setempat membuat peraturan desa terkait dengan pengelolaan sampah. (Budi Rahayu Setiawan)

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Pengusaha tambang dikumpulkan, ada apa?

pengusaha tambang

Wiradesa, Wartadesa. – Bertempat di aula Kantor Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/01) puluhan pengusaha tambang dikumpulkan, dalam pertemuan tersebut turut hadir pula dari Dinas Perhubungan, Perijinan, Dinas PU Taru, dan Satpol PP.

Kabid Amdal dan Perijinan, Dinas Perlim dan LH Kabupatan Pekalongan, Yarochim menjelaskan, pertemuan tetsebut dalam rangka sosialisasi dan pembahasan permasalahan pertambangan mineral batuan.

“Kami berharap para pengusaha bisa mengikuti aturan baku penambangan, potensi masalah sosial juga harus diperhatikan, tak hanya di lingkungan terdampak saja, akan tetapi di daerah yang agak jauh juga harus diperhatikan dampak sosialnya, jangan sampai terjadi masalah dikemudian hari,” ujar Yarochim.

Salah satu pengusaha tambang, Casuri (Boled) mengatakan acara tersebut sangat bermanfaat,
“Acara ini tentu penting dan bermanfaat bagi kami, bisa semakin menambah wawasan dan pengatahuan khususnya didunia usaha pertambangan,” kata Boled. (Eva abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

‘Melirik’ perizinan pertambangan di Pekalongan

tambang galian C

Kajen, Wartadesa. – Kerapnya aksi unjuk rasa warga terkait penolakan penambangan (galian C_red) di lingkunganya, layak mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait, sedianya pemerintah juga memperhatikan proses keberadaan suatu aktivitas penambangan tidak dari segi fisik saja, akan tetapi sehatnya proses munculnya perijinan juga patut diperhatikan serius. Supaya sehatnya proses aktivitas penambangan juga bisa dicapai.

Kabid Amdal dan Perijinan Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Yarochim, ketika ditemui paska Rapat dengan beberapa instansi menindaklanjuti pembahasan di Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan (12/01) tentang tuntutan warga Desa Kutosari, Karanganyar, menyebut dirinya akan mengeluarkan ‘Kartu truf’ terkait pembuatan perizinan.

“Saya akan mengeluarkan ‘kartu truf’ dalam arti setiap calon pengusaha pertambangan harus datang sendiri, jangan menyuruh orang lain, kalau lewat orang lain tidak akan saya layani!” Tegas Yarochim.

Proses perijinan pertambangan, menurut Yarochim, sangat panjang. Pihaknya khawatir bila tidak dilakukan oleh calon pengusaha langsung, banyak informasi yang terlewat. “Kalau datang sendiri calon pengusaha akan lebih tahu peris jelas dan detail baik aturan maupun prosesnya, karena proses perijinan penambangam ini sangat panjang, kalau lewat orang lain yang kami khawatirkan tidak semua informasi tersampaikan, yang bisa menimbulkan permasalahan dibelakang hari,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua LSM Lingkungan Forlindo, Islah, ketika dikonfirmasi, Ahad (14/01) terkait pernyataan Yarochim mengaku sangat sependapat.

“Saya sepakat dengan rencana pak Yarochim, memang seharusnya seperti itu, jangan memakai ‘Calo’ karena belum tentu ‘Calo’ tersebut membantu sepenuh hati, bisa jadi dia hanya mementingkan dapat duit saja. Calon pengusaha pertambangan rata-rata awam tentang penambangan, ini bisa menjadi pintu masuk percaloan.” Tutur Islah.

Menurut Islah, penggunaan calo dalam perijinan pertambangan akan memunculkan masalah dikemudian hari. “Informasi dan ketentuan sederhana yang kadang justru berpotensi masalah kadang terabaikan, kalau ada apa-apa pasti cuci tangan, akhirnya terjadi konflik. Kan yang rugi kedua-belah pihak (warga dan pengusaha),” lanjutnya.

Islah yakin pengusaha pertambangan di Kabupaten Pekalongan mau menjalankan usahanya dengan baik, “Saya masih yakin pengusaha tentu mau dan harus menjalankan usahanya dengan baik, sesuai dengan aturan yang ada, dengan membuat ijin sendiri tentu segala sesuatunya akan lebih jelas dan paham,” katanya.

Menurut Islah, instansi terkait juga harus melakukan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan. “Instansi terkait juga harus rutin melaksanakan pengawasan terhadap aktivikas pertambangan, jadi jika ada penyelewengan bisa terdeteksi sejak awal, untuk menghindari gesekan di bawah,” jelas Islah.  (Eva abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Laut pasang, Pantaisari terendam

laut pasang

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga jalan Pantaisari Kota Pekalongan. Ahad (14/01).

Tingginya air pasang hingga wilayah Pasirsari menyebabkan seluruh wilayah langganan banjir rob di Pekalongan Kota terendam. Bahkan perumahan di belakang Puskesmas Tirto Jl. KH Ahmad Dahlan Pekalongan Barat terendam hampir satu meter, sejak semalam.

“Ketinggian banjir di perumahan Tirto semalam mencapai satu meter, air tidak bisa mengalir ke muara kali Bremi, bahkan air dari Utara (muara kali Bremi) malah masuk ke Selatan,” tutur Yulianto (37), warga setempat.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang pagi ini meninjau langsung Pantaisari mengungkapkan bahwa kondisi gelombang laut sudah relatif turun dibandingkan semalam.

“Semoga tidak kembali naik,” turut Saelany didampingi Camat Pekalongan Utara dan anggota BPBD Kota.

Walikota berharap agar warga tetap waspada dan siaga mencermati kondisi air pasang. Saelany juga memerintahkan seluruh jajarnnya untuk siaga terhadap kondisi pantai dan kemungkinan banjir rob susulan.

Hingga saat ini, baru satu keluarga di wilayah Pantaisari yang mengungsi ke Kantor Kecamatan Pekalongan Utara. Sementara warga lainnya masih bertahan. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLingkungan

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

galian c rapat

Wiradesa, Wartadesa. – Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan dilakukan pembahasan (masalah tersebut) oleh perwakilan masyarakat dan DPR di Ruang Komisi C DPRD. Hari ini Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan mengadakan rapat dengan beberapa instansi terkait,  Bapeda, Polres, Satpol PP, Dinas Perizinan dan LSM Kab. Pekalongan, ESDM, PSDA Taru Provinsi Jawa Tengah di Aula Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Jum’at (12/02).

Ketika dikonfirmasi, Kabid Amdal dan Ijin Lingkungan Hidup, Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Yarochim, mengatakan  bahwa kegiatan galian C di Pododadi sudah berijin, namun sosialisasi di desa terdampak tidak dilakukan.

“Untuk sosialisasi di desa terdampak seharusnya dilakukan sehingga masukan dari masyarakat sekitar bisa tertampung sejak awal,” sebut Yarochim.

Menurut Yarochim, permasalahan galian C di Pododadi Karanganyar akan diputuskan Senin depan, “Senin (15/01) akan di putuskan, dihentikan sementara atau tidak aktifitasnya,” terangnya.

Altivis dari LSM Lingkungan Forlindo, Sakdullah memaparkan, pertambangan selalu tidak lepas dari bagaimana kewajiban pemerintah dalam pelindungan, penggunaan, pengendalian, dan penegakan hukum.

“Dalam perlindungan lingkungan, pemegang IUP OP memiliki hak melekat dalam kegiatan pertambangan tapi tidak boleh lepas dari kepatuhan terhadap norma hukum maupun norma sosial, Dinas PERKIM LH melalui bidang pengawasan lingkungan hidup sepakat akan lebih ketat dalam peninjauan kembali ijin lingkungan yang sudah diterbitkan maupun yang sedang proses. Muaranya bisa kepada pencabutan ijin apabila tahapan pengawasan tidak diperhatikan pemegang ijin,” kata Sakdullah.

Sakdullah berharap, Bappeda Kabupaten Pekalongan membuka masukan berbagai pihak dalam review Perda RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) untuk lebih spesifik (khusus) menata dan mengendalikan tata ruang dan pemanfaatannya, karena Perda tersebut masih perlu disesuaikan dengan program daerah,  provinsi maupun nasional tetapi harus mengandung prinsip pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan.

“Rekomendasi teknis yang dikeluarkan PSDA maupun ESDM terhadap ijin pertambangan akan dilakukan lebih ketat dalam pengawasan dan pembinaannya, untuk terciptanya keseimbangan lingkungan hidup,” Kata Sakdullah.

Menurut aktivis lingkungan tersebut, penggunaan sumber daya alam harus dikaji kembali, “Penggunaan sumber daya alam maupun teknologi kedepan akan dikaji kembali bersama dinas terkait dengan adanya pelanggaran-pelanggaran pemegang ijin untuk dilakukan review ijinnya dan dilakukan penghentian sementara kegiatan pertambangan di beberapa tempat,  yang selanjutnya akan diterbitkan rekomendasi baru atau perubahan kalau diperlukan pekan depan,” lanjut Sakdullah.

Sakdullah berharap agar dibentuk tim terpadu yang mengawasi kegiatan pertambangan galian C, “Pengendalian kegiatan pertambangan diharapkan terbentuk tim terpadu yang selalu mengawasi bersama-sama semua kegiatan pertambangan di Kabupaten Pekalongan,” harapnya.

Pekan depan, masih menurut Sakdullah, akan serentak dimulai inventarisasi lokasi pertambangan galian C Kab. Pekalongan, baik yang berijin maupun tidak berijin untuk terciptanya keseimbangan lingkungan hidup dan potensi sengketa dengan masyarakat terdampak langsung yang akhir-akhir ini terjadi.

“Setelah inventarisasi, akan dilakukan pembinaan yang muaranya kepada penegakan hukum secara restorasi maupun retroaktif oleh pihak kepolisian dan Satpol PP. LSM dan masyarakat akan mendorong dinas terkait melakukan fungsinya dengan baik dan tidak berpihak kepada kelompok tertentu, demi tercapainya ketertiban di masyarakat.” Pungkas Sakdullah. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya