Kedungwuni, Wartadesa. – Peninggian jalan dengan pengecoran setinggi 50 centimeter disepanjang jalan Podo hingga Buaran, tanpa memperbaiki saluran drainase tersebih dahulu sebelum pengerjaan jalan, kini dampaknya dirasakan oleh warga sepanjang jalan tersebut. Beberapa kali warga yang berada di sebelah timur ruas jalan Ambokembang hingga Sapugarut terendam banjir saat hujan turun. Seperti terjadi semalam, Kamis (01/02) dinihari, warga kebanjiran.
Pagi ini, Wartadesa memantau beberapa wilayah banjir di wilayah Tangkilkulon-Kedungwuni, Buaran, Sapugarut, Bligo-Buaran, Pekajangan, Ambokembang-Kedungwuni. Disepanjang jalan Buaran hingga Ambokembang, banjir masih menggenangi rumah warga.
Purwono Aji, warga Pekajangan mengungkapkan bahwa pagi ini seluruh gang di Kelurahan Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan terutama di bagian timur, rumah warga terendam dengan ketinggian antara 50 centi hingga satu meter.
“Mengawali Berita Pagi ini, Saudara Setelah Semalam Kita Saksikan bersama fenonena langka tentang BLUE BLOOD MOON, maka pagi ini kita dibikin tercengang dengan kemunculan tambak secara tiba2, di hampir semua gg di kelurahan pekajangan terutama bagian timur, digenangi air rata2 ketinggian air mencapai 500 – 1000 mm,” tulisnya dalam sebuah status di media sosial.
Purwono melanjutkan, bahwa fenomena tersebut akan dimanfaatkan dengan menebar bibit ikan oleh sebagian warga, “Melihat fenomena yang demikian, rencana akan ditebar bibit ikan oleh sebagian warga, salah seorang mengatakan bahwa jika saluran pembuangan air tidak pernah ditangani, maka suatu saat seluruh kediaman warga akan tergenang selayaknya waduk dadakan, sampai berita ini diturunkan, pihak kelurahan belum ada yang bisa memberi penjelasan karena saya yakin mereka masih tidur pulas, demikian sekilas info,” tulisnya.
Sementara itu, akibat hujan deras sejak semalam hingga pagi hari tadi, beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan bagian atas juga mengalami banjir. Bajir terjadi di perempatan lampu merah Sibedug arah Kajen-Kesesi akibat buruknya drainase.
Hal yang sama juga terjadi di Bojongminggir Kecamatan Bojong dan Desa Purwodadi Dukuh Bulaktunggak kecamatan Sragi. Puluhan rumah terendam di wilayah tersebut.
Bahkan, SMA Negeri Sragi, pagi ini tidak melakukan aktivitas belajar mengajar, akibat sekolah tersebut terendam. (Eva Abdullah)










