close
Sosial Budaya

Desa Manggungsari, Siap Jadi Desa Tangguh Bencana

3

Kabupaten Kendal termasuk salah satu wilayah yang rawan bencana alam. Selain letak geografisnya yang diapit laut di sisi Utara, dan pegunungan di sisi Selatan, bentang alam yang mulai rusak juga menyumbang beberapa kejadian bencana di Kendal. Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan, gempa bumi, angin puting beliung, dan banjir bandang silih berganti mencuri perhatian banyak pihak. Pemerintah Daerah tentu tidak bisa tinggal diam  melihat berbagai kejadian yang membuat warganya menderita.

Melalui BPBD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, beberapa desa rawan bencana dibentuk DESTANA atau Desa Tangguh Bencana. Tujuan dibentuknya DESTANA adalah agar desa bisa lebih mandiri dalam menghadapi ancaman bencana di wilayahnya. Akhir tahun 2022 ini sudah terbentuk enam Desa Tangguh Bencana di Kendal, salah satunya Desa Manggungsari Kecamatan Weleri.

Selama 3 hari, 8-10 Desember 2022 bertempat di gedung serba guna Desa Manggung sari Kecamatan Weleri, BPBD melakukan fasilitasi pembentukan DESTANA. Banyak materi tentang  kebencanaan yang dipelajari peserta selama kegiatan berlangsung.

Setiap tahun Desa Manggung sari selalu mengalami bencana banjir, yang terparah akhir tahun 2022 ini. Kondisi hutan di atas desa yang mulai rusak, terdapat alih fungsi lahan menjadi salah satu penyumbang air permukaan ketika terjadi hujan lebat di wilayah hulu karena resapan tidak maksimal. Serta pembangunan jalan tol yang kurang memperhatikan saluran air sehingga laju air hujan yang menggenangi desa lambat sampai ke hilir.

Dusun Traju merupakan daerah terparah yang terdampak. Hampir 10 jam terendam dengan ketinggian air setinggi dada orang dewasa membuat warga harus mengungsi. Akses jalan lumpuh karena kendaraan tidak bisa menembus air yang terlalu dalam, hanya prau karet yang bisa diandalkan.

Den gan pembentukan DESTANA, warga dibekali ketrampilan dalam memanajemen kebencanaan di wilayah mereka sendiri sebelum adanya bantuan dari pihak luar wilayah maupun pemerintah. Sehingga apa yang dilakukan sebelum, ketika, dan sesudah kejadian bencana akan lebih efektif.

Diakhir kegiatan, tim yang terbentuk melakukan paparan tentang kesiapsiagaan bencana yang sudah dipelajari selama 3 hari. Dilanjutkan dengan penyerahan SK forum Pengurangan Risiko Bencana dan tim relawan oleh BPBD dan Pemdes. (Andi Gunawan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more