Pemalang, Wartadesa. – Dua pekan terakhir, jumlah pemudik yang datang ke Kota Ikhlas mencapai 46.717 orang. Kepala Dinas Perhubungan Pemalang, Fatah menyebut bahwa sebagian besar para mudikers ini berasal dari Jakarta. Sebagian besar para pemudik ini berasal dari daerah Belik.
Fatah mengungkapkan bahwa pihaknya membuka posko gabungan di beberapa titik perbatasan masuk Pemalang untuk mengantisipasi penyebaran wabah Korona. Masing-masing posko dijaga petugas yang akan mengecek kesehatan para pemudik.
“Setiap pemudik kita periksa di posko, seperti kemarin kita menerima kepulangan santri dari Lirboyo, Kediri berjumlah 93 orang dengan dua bus AKAP. Kita turunkan jadi satu di Terminal Randudongkal karena kita data dan cek kesehatan dari puskesmas setempat,” terang Fatah, Kamis (09/04)
Adapun posko yang telah disiapkan meliputi wilayah jalur pantura Pemalang, exit tol, perbatasan Pemalang Selatan di Belik, Ulujami, Pagaran dan Lawangrejo.
Sebelumnya, puluhan ribu mudikers warga Pemalang telah melakukan pulang kampung. Kapolres Pemalang, AKBP Eddy Suranta Sitepu terus menghimbau warga Pemalan untuk tidak pulang kampung terlebih dahulu. “Kita sudah mengimbau agar masyarakat di perantauan untuk tidak pulang kampung dulu. Tapi kita juga tidak bisa memaksa mereka untuk tetap bertahan di kota perantauan dan tidak pulang ke kampungnya di Pemalang,” ujarnya, Selasa kemarin.
Saat ini langkah prefentif yang dilakukan, lanjut Eddy, adalah melakukan pendataan pemudik. “Pada saat pemudik datang, polisi bersama TNI, aparat kecamatan dan desa/kelurahan, langsung melakukan pendataan dan pemeriksaan medis. Apalagi sebagian besar pemudik datang dari Jakarta yang merupakan zona merah pandemi Korona,” imbuhnya.
Dari data yang dikumpulkan oleh 14 Kecamatan di Pemalang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes), Tetuko Rahardjo mengatakan bahwa selama kurun waktu 27 – 30 Maret 2020, tercatat 27.809 orang perantau pulang kampung.
Data tersebut paling banyak di Kecamatan Belik, yakni sebanyak 3.543 pemudik, Randudongkal 3.447 pemudik dan 12 kecamatan lainnya berkisar seribu hingga dua ribu orang. (Eva Abdullah)










