close
KesehatanLayanan Publik

Pemkot Pekalongan siapkan rumah singgah untuk isolasi

gedung diklat

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pemerintah kota Pekalongan tengah menyiapkan 22 kamar untuk ruang isolasi tambahan berupa rumah singgah bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menyebut bahwa rencana rumah singgah tersebut akan dipusatkan di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Jalan Merbabu Pekalongan Barat.

“Rumah Singgah yang rencanannya disiapkan Pemkot ini akan menggunakan Gedung Diklat Kota Pekalongan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Pekalongan,” ucap Slamet.

Rumah singgah, menurut Slamet diperuntukkan untuk  ODP atau yaitu orang yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit dan memiliki gejala klinis ringan maupun Orang Tanpa Gejala (OTG), “untuk tempat isolasi secara mandiri agar menghindari penularan Covid-19 di Kota Pekalongan secara meluas,” ujarnya Rabu(08/04).

Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi pemudik yang setelah dicreening masuk kategori ODP dan OTG yang  tidak mampu mengisolasikan diri dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, “kami sarankan bisa masuk di rumah singgah, daripada nanti kami biarkan di rumah yang kemungkinan akan menularkan kepada oranglain baik keluarga maupun tetangga sekitar.” lanjut Slamet.

Slamet menambahkan bahwa rumah singgah tersebut mulai dapat digunakan hari ini. “Mulai Kamis sudah bisa ditempati. Total ada 22 kamar yang diperuntukkan bagi OPD dan juga 24 tempat tidur yang bisa digunakan untuk OTG. Bagi ODP yang diisolasi, memang akan menempati kamar masing-masing sedangkan OTG per kamar terdiri dari 2 sampai 4 tempat tidur,“ tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi C, M Bowo Leksono memberikan masukan kepada Dinas Kesehatan agar juga melengkapi fasilitas untuk hiburan baik bagi pasien ODP, OTG, maupun para relawan dan petugas medis yang bertugas. “Ini perlu diberi televisi sekedar untuk hiburan mereka. Kan ada perawat juga di sini. Kasihan kalau tidak ada hiburan apapun. Kemudian kami juga usulkan kalau bisa diberi free wifi yang bisa diakses di sini,” katanya. (Eva Abdullah)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : covid-19rumah singgah