close
EkonomiSosial Budaya

900 pekerja di Batang dirumahkan imbas pandemi Korona

buruh kayu
Ilustrasi aktivitas buruh perusahaan pengolahan kayu.

Batang, Wartadesa. –  Kepala Disnakertarans Kota Berkembang, Tulyono, mengungkapkan bahwa 900 buruh di Batang dirumahkan  akibat beberapa perusahaan mengalami goncangan imbas pandemi Korona.

“Empat perusahaan yang telah melaporkan itu bergerak disektor kayu, pariwisata, hotel, dan kuliner atau makanan,” ujar Tulyono.

Menurut Tulyono, perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kayu merumahkan karyawannya lantaran keran eksport kayu olahan ditutup. Sedang perusahaan kuliner dan hotel sepi akibat kebijakan pembatasan sosial/fisik.

“Perusahaan yang bergerak di bidang hotel dan kuliner. Akibat sepinya daya kunjung dan beli pada masa wabah Covid-19 ini, membuat mereka mengambil kebijakan yang sama,” lanjut Tulyono

Namun, masih menurut Tulyono, saat ini dua dari empat perusahaan kembali mempekerjakan  karyawannya. Hingga tersisa 400 karyawan yang dirumahkan. “Untuk dua perusahaan di sektor kayu mengatakan, bahwa sebelum puasa nanti akan ada aktifitas produksi lagi. Sehingga bisa kembali mempekerjakan para karyawannya,” pungkasnya. (*)

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : buruh pabrik kayudirumahkan