Pekalongan, Warta Desa. – Hujan lebat yang mengguyur selama kurang lebih enam jam pada Jumat malam telah memicu banjir di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan, termasuk Desa Karangjompo di Kecamatan Tirto.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air merendam jalan utama desa dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa serta menggenangi gang-gang, pemukiman warga, hingga fasilitas publik seperti sekolah dan taman pendidikan Al-Qur’an. Kondisi genangan air ini bervariasi di setiap titik, di mana wilayah Dusun Damyak Kulon tercatat mengalami dampak cukup parah dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
Salah satu warga Desa Karangjompo, Anwar, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya seolah telah menjadi agenda tahunan setiap kali musim hujan tiba. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terus-menerus dinormalisasi karena merupakan bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi warga.
Anwar berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih serius memprioritaskan penanggulangan pada tahap pra-bencana, mengingat salah satu penyebab utama banjir adalah tidak berfungsinya sistem drainase dan saluran air yang tersumbat sampah atau mengalami kerusakan permanen. Ia mendesak pemangku kebijakan untuk segera membenahi tata ruang perkotaan dan sistem pengairan agar air dapat mengalir dengan lancar.
Selain masalah teknis di wilayah hilir, pengelolaan lahan di wilayah atas yang tidak terkendali, seperti penggundulan hutan dan perubahan tutupan lahan, dinilai menjadi faktor pemicu meningkatnya debit air menuju dataran rendah.
Menurut Anwar, pemerintah yang memiliki modal, akses, dan kewenangan harus mampu memprioritaskan penyelesaian masalah banjir yang setiap tahun wilayah terdampaknya semakin meluas. Warga berharap setidaknya ada langkah nyata untuk meminimalisir risiko agar mereka tidak terus dihantui rasa khawatir setiap kali hujan turun.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sahrul Khanafi, warga Pacar, yang menyatakan bahwa banjir kali ini membuat warga sangat menderita karena sulit menjalankan aktivitas untuk mencari nafkah. Di dalam rumahnya sendiri, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa, yang tentu saja lebih dalam jika dibandingkan dengan kondisi di jalan raya.
Masyarakat kini sangat membutuhkan solusi konkret dan jangka panjang dari pihak pemerintah agar persoalan menahun ini tidak terus berulang dan merugikan ekonomi warga desa. (M. Najmul Ula)










