PEKALONGAN, WARTA DESA – Banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu dini hari, 17 Januari 2026, memicu respons cepat dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan. Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, secara resmi meminta seluruh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) untuk bergerak maksimal bersama Kantor Layanan Lazismu di wilayah masing-masing. Instruksi ini disampaikan melalui pesan singkat yang disebarluaskan oleh Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, H. Riyanto, pada Ahad, 18 Januari 2026.
Dalam upaya penanganan di lapangan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan PCM Wuled dan PRM Samborejo di Kecamatan Tirto untuk membantu warga yang terdampak. Berdasarkan laporan dari KH. Arifin Arghubi melalui ranting Samborejo, kebutuhan mendesak bagi para penyintas saat ini meliputi logistik pangan seperti mie instan, telur, hingga makanan siap saji. Langkah pemenuhan bantuan ini terus diupayakan agar distribusi bantuan logistik dapat menjangkau warga yang terisolasi maupun yang berada di posko pengungsian.
Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pekalongan, H.M. Rofiansa Sulthon, juga telah menginstruksikan timnya untuk segera melakukan asesmen di berbagai titik bencana. Hingga saat ini, laporan asesmen telah masuk dari wilayah Sragi dan Rowoyoso Wonokerto, di mana terdapat puluhan hingga ratusan warga yang mengungsi di Masjid At-Taqwa Sragi dan Masjid Asy-Syifa Rowoyoso. Saat ini, prioritas utama relawan MDMC bersama Tim SAR Gabungan adalah melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, warga yang sedang sakit, serta warga dengan keterbatasan gerak.
Dukungan operasional juga ditegaskan oleh Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, yang mendesak seluruh Kantor Layanan Lazismu untuk sigap mendata jumlah dan lokasi pengungsi. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat dengan pusat jika wilayah terdampak membutuhkan pasokan Rendangmu untuk keperluan dapur umum. Dengan sinergi antara struktur organisasi Muhammadiyah dan lembaga zakat ini, diharapkan penanganan dampak banjir di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan terukur bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. ***
Kontributor: Nanang Fahrudin Editor: Redaksi Warta Desa










