close
demo lokalisasi ngasengan

Pemalang, Wartadesa. – Puluhan ibu-ibu berunjuk rasa, menolak dibukanya kembali lokalisasi Ngesengan, Kelurahan Pelutan, Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Senin (13/11) pukul 09.00 WIB.

Pengunjuk rasa yang  sebagian besar dilakukan oleh ibu-ibu, karena mereka  khawatir jika lokalisasi Ngesengan beroperasional akan mempengaruhi suami dan anak-anak akan rusak  moralnya.

“Kami menolak tegas rencana lokalisasi yang akan dibangun ini,” jelas Sunarti, seorang warga.

Unjuk rasa ini dikawal Kapolsek Pemalang AKP Tarkhim bersama unsur muspika dan memberikan penjelasan kepada ibu-bu agar tetap tenang. Kapolsek menjelaskan bahwa rencana pembukaan kembali lokalisasi tersebut belum pasti. “Unsur muspida Kabupaten Pemalang juga tidak memberikan izin,” tegasnya.

Setelah diberi pengarahan oleh Kapolsek, ibu-ibu yang berunjuk rasa akhirnya dapat memahami dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak berwenang. Kemudian ibu-ibu membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing. (Eva Abdullah)

 

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : lokalisasi ngesengan