close
jasad bayi
Ilustrasi otopsi jasad bayi. Foto: Semarang Post

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pihak kepolisian masih memburu ibu pembuang bayi di areal kebun percobaan milik Universitas Pekalongan di Slamaran, Rabu (14/03) lalu.

Kapolres Pekalongan, AKBP Ferry Sandy Sitepu mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui siapa ibu, ataupun pelaku yang membuang dan mengubur bayi tersebut. Jajarannya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya. “Pelakunya siapa, masih berusaha kita ungkap. Kita masih melakukan penyelidikan,” tuturnya. Kamis (22/03)

Menurut Kapolres, pihaknya mendatangkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bid Dokkes Polda Jateng untuk melakukan autopsi.  Autopsi telah dilakukan pada Rabu (21/3) di kamar mayat RSUD Bendan. Adapun beberapa hasil autopsi, antara lain diketahui bahwa bayi tersebut dilahirkan oleh sang ibu ketika si jabang bayi sudah berusia sembilan bulan dalam kandungan.

“Artinya, bayi tersebut memang sudah waktunya untuk dilahirkan. Kelahirannya bukan karena proses aborsi ataupun dipercepat untuk lahir maupun operasi. Saat ditemukan, bayi tersebut juga masih ada ari-arinya,” lanjut Kapolres.

Kapolres menambahkan bahwa kemungkinan bayi tersebut dikubur karena pelaku malu, “Kemungkinan besar, sang ibu mungkin malu, sehingga dia melakukan tindakan seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Agus Riyanto mengatakan bahwa jenazah bayi yang kemudian diberi nama Suci Kinasih telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Beji kelurahan Panjang Kecamatan Pekalongan Utara hari Kamis 22 Maret pukul 11.30 WIB.

Agus Riyanto menambahkan hingga saat ini pelaku pembuang bayi blum ditemukan. Namun pihaknya sudah berupaya dan kerjasama dengan dokter setempat dalam pendataan ibu hamil, bidan dan dukun bayi. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : bayi dibuang di slamaranjasad bayi slamaran