close
Layanan PublikSosial Budaya

Jatah BPNT Susilowati dirapel, Pendamping PKH permasalahkan

ewarung

Bojong, Wartadesa. – Susilowati, warga Rt 09 Desa Wiroditan, Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Sabtu (13/06) menerima paket sembako dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara rapel yakni dari bulan Januari hingga Juni 2020.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Susilowati baru mendapatkan kartu BPNT dibulan Juni dan menurut pendamping PKH itu bukan wewenangnya. Namun kami mendapatkan informasi bahwa yang menyerahkan kartu BPNT tersebut adalah pendamping PKH.

Kami mencoba konfirmasi ke rumah Kepala Desa Wiroditan, namun beliau sedang tidak di rumah dan kami ditemui oleh istrinya. Kami mencoba menanyakan siapa yang menyerahkan kartu BPNT ke Ibu Susilowati, “Pendamping e mas, saya yang mengantar” menurut Ibu Kades.

Penulusuran kami lanjutkan ke Ketua Kelompok yang rumahnya samping Kepala Desa, saat kami temui membenarkan bahwa sembako sudah diambil ibu Susilowati. Kemudian kami tanya biasanya siapa yang mendampingi pada saat pengambilan sembako, “Ya ibu pendamping mas” menurut Ketua Kelompok.

Rasa penasaran kami menuntun kami untuk mengecek ke e-warung tempat pengambilan sembako Program BPNT, berada di Desa Bojonglor kami berhasil menemui pemilik e-warung Abadi. Kami menanyakannya perihal sembako milik ibu Susilowati yang menurutnya sudah disalurkan melalui ketua kelompok. Kemudian pemilik e-warung menyuruh putrinya untuk menelpon seseorang yang menurutnya kalau ada yang bertanya tentang program BPNT agar dia yang menjawab.

Selang beberapa saat orang tersebut datang tidak lain dan tidak bukan adalah pendamping PKH tersebut. Kami langsung mengkonfirmasi perihal yang menyerahkan kartu BPNT ke Ibu Susilowati, menurutnya bahwa pengertiannya adalah ibu Susilowati Rt. 12 yang sudah mengundurkan diri dari PKH. Menurutnya kalau ada yang tanya-tanya tentang BPNT harus melalui dia yang menjawab padahal sebelumnya dalam klarifikasi berita awal dia mengatakan bahwa BPNT bukan wewenangnya.

Masih menurutnya bahwa e-warung adalah milik PKH, padahal sesuai Permensos RI No. 20 tahun 2019 bahwa e-warung adalah kelompok usaha bersama yang dibina dan dikembangkan oleh Kemensos.

Selanjutnya pendamping menyanyangkan pemberitaan awal yang menurutnya tanpa konfirmasi, padahal kami sudah berusaha konfirmasi dua kali namun tidak ketemu. Bahkan menurutnya kalau berita tersebut tidak diklarifikasi mau mempermasalahkannya.­

Sebelum kami berpamitan pulang, pendamping tersebut berpesan agar dalam berita tidak menulis namanya tanpa seijin dinas sosial. (Tim Liputan: Buono/Eva Abdullah)

Berita terkait:

Ini penjelasan Pendamping PKH terkait Susilowati penerima bansos di Wiroditan

 

 

Terkait
Ini penjelasan Pendamping PKH terkait Susilowati penerima bansos di Wiroditan

Bojong, Wartadesa. - Setelah sebelumnya, Kamis (04/06) Wartadesa dua kali, tidak bisa bertemu langsung dengan Pendamping PKH Kecamatan Bojong untuk Read more

500 paket bantuan PKH diterima warga Kelurahan Sugihwaras

Pemalang, Wartadesa. - 500-an warga Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan/Kabupaten Pemalang menerima bantuan beras dan sembako Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan didistribusikan Read more

OPD dan Camat se Kota Santri diminta selesaikan Basis Data Terpadu

Kajen, Wartadesa. - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se Kota Santri (Kabupaten Pekalongan) diminta untuk segera menyelesaikan validasi data Read more

Mekanisme penyaluran BPNT dinilai kurang tertata baik

Kajen, Wartadesa. - Mekanisme penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dinilai kurang tertata dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai masalah pada Read more

Tags : bpntPKHwiroditan