Warta Deaa, Pekalongan — Kepala Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, H. Karyono, turun langsung ke lapangan membersihkan lumpur yang mengotori badan jalan akibat aktivitas penebangan kayu pinus oleh Perhutani. Lumpur tersebut membuat kondisi jalan menjadi becek dan licin, sehingga dikeluhkan warga serta para pengguna jalan.
Penebangan kayu pinus tersebut dilaksanakan oleh Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah KPH Pekalongan Timur BKPH Paninggaran dalam kegiatan Tebang A Tahun 2025, berdasarkan SPK Nomor 14/Teb A/2025. Lokasi penebangan berada di wilayah Desa Botosari, tepatnya di Petak 480-1, RPH/BKPH Paninggaran/Paninggaran, dengan luas rencana 10,60 hektare dan jumlah pohon pinus sebanyak 473 batang.
Akibat aktivitas tersebut, material tanah dan lumpur terbawa ke jalan utama yang selama ini dikenal sebagai jalur aktif menuju kawasan wisata, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Botosari bersama perangkat desa dan warga bergerak cepat melakukan pembersihan lumpur agar jalan kembali bisa dilalui dengan aman.
“Walaupun ini bukan jalan desa, melainkan jalan kabupaten, tapi kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi. Kita rawat bersama-sama supaya jalan ini awet dan bisa terus dinikmati manfaatnya,” ujar H. Karyono di sela kegiatan pembersihan.
Ia menambahkan, kepedulian bersama terhadap fasilitas umum sangat penting, terlebih jalan tersebut memiliki peran vital sebagai akses ekonomi dan jalur wisata. Pemdes Botosari berharap ke depan ada perhatian dan koordinasi lebih lanjut agar aktivitas penebangan tidak kembali berdampak pada infrastruktur jalan dan kenyamanan masyarakat.
Warga setempat pun mengapresiasi langkah cepat kepala desa yang dinilai responsif terhadap keluhan masyarakat serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. (Rohadi)










