close
Hukum & KriminalLayanan PublikPendidikan

MIRIS! Mau Pipis Saja Susah, Siswa SMPN 2 Wiradesa Dipalak Rp150 Ribu Buat Bangun Toilet

IMG-20251220-WA0019

Warta Desa, PEKALONGAN – Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan kembali tercoreng. Bukannya fokus belajar, ratusan siswa di SMPN 2 Wiradesa justru pusing tujuh keliling lantaran dibebani biaya pembangunan sarana prasarana (sarpras) sekolah. Tak tanggung-tanggung, duit sebesar Rp150 ribu perak ditarik dari kantong siswa cuma buat bangun urusan “belakang” alias toilet.

​Dugaan pungutan liar (pungli) ini pun langsung jadi buah bibir warga. Informasi yang dihimpun di lapangan, bagi siswa yang belum melunasi iuran pembangunan tersebut, pihak sekolah menagih agar segera dibayar pada Desember 2025 ini.

KOMITE JADI TAMENG?

Salah satu pihak sekolah yang minta namanya dirahasiakan mengakui adanya tarikan tersebut. Menurutnya, iuran maut ini sudah berjalan sejak program tahun ajaran 2024/2025. Bagi kelas VII dan VIII yang tahun kemarin “ngutang”, tahun ini dipaksa melunasi.

​”Teknisnya siswa setor ke wali kelas, terus hasilnya diserahin ke komite sekolah. Pihak sekolah mah terima beres aja, yang nanganin pembangunannya komite,” ungkap sumber tersebut dengan nada enteng, Sabtu (20/12).

​Bayangkan saja, dengan jumlah total siswa mencapai sekitar 700 anak, uang yang terkumpul dari keringat orang tua siswa ini bisa mencapai angka yang bikin melongo, yakni sekitar Rp105 juta rupiah! Padahal, sekolah negeri seharusnya sudah disokong dana pemerintah.

KEPSEK MENGHILANG

Ironisnya, saat hendak dikonfirmasi untuk meminta penjelasan, sang kepala sekolah justru seolah “buang badan”. Rustam, Kepala Sekolah SMPN 2 Wiradesa, tidak berada di tempat saat disambangi ke sekolah.

​Setali tiga uang, saat dihubungi via telepon selulernya, sang kepsek pun mendadak susah dikontak. Teleponnya mati total, seolah enggan menjawab keluhan wali murid yang tercekik iuran toilet tersebut.

​Warga dan orang tua siswa kini hanya bisa mengelus dada. Mereka berharap dinas terkait segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pungli ini. “Jangan sampai sekolah negeri rasa swasta, apa-apa bayar, padahal cuma buat bangun WC,” cetus salah satu warga dengan nada geram. (Rohadi)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Pungli