close
Sosial Budaya

Kasus bunuh diri di Pekalongan meningkat, kenali tanda-tandanya

ilustrasi bunuh diri
ilustasi

Kajen, Wartadesa. – Kasus bunuh diri di Kabupaten Pekalongan cenderung meningkat. Data terakhir, pihak kepolisian mencatat 21 kasus sejak 2015 hingga Januari 2019. Antisipasi tindak bunuh diri sebetulnya bisa dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Sabtu (16/02), warga Dukuh Kodol Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan kasus bunuh diri yang dilakukan oleh SK (43), perempuan paruh baya, ditemukan oleh putranya, Nurdin (23), tergantung lehernya di pintu belakang rumah.

Nurdin yang sore kemarin sekitar pukul 17.00 WIB mendapati ibunya melakukan aksi nekad bunuh diri, tak kuasa menahan kesedihan. Selepas pulang dari ladang, ia mendapati tubuh ibunya sudah terbujur kaku. Iapun berterliak meminta pertolongan warga.

Warga yang datang, langsung memotong tali yang menjerat jasad sang Bunda, mengevakuasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh kesimpulan bahwa tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan dan kematian korban dipastikan karena memang gantung diri.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom mengatakan bahwa Korban mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di pintu ruang belakang dengan menggunakan Jarik sepanjang dua meter yang di slempang (dililitkan) di kusen pintu.

Keterangan pihak keluarga bahwa korban sudah berulangkali di Rukiyah dan sering mengamuk tanpa sebab.

Kenali tanda-tandanya

Orang-orang terdekat dapat mencegah aksi bunuh diri dari tanda-tanda keseharian korban. dr. Kevin Adrian dikutip dari laman ala dokter mengungkapkan tanda-tanda tersebut.

Ada beberapa tanda yang mungkin diperlihatkan atau ditunjukkan oleh seseorang yang memiliki kenginginan untuk bunuh diri, misalnya:

  1. Sering membicarakan tentang kematian.
  2. engutarakan keputusasaannya dalam menjalani hidup seperti berkata, “Buat apa saya hidup di dunia?”
  3. Perilaku menyakiti diri sendiri.
  4. Mengancam ingin bunuh diri seperti berkata, “Jika kau memilih dirinya, saya akan bunuh diri.”
  5. Menyimpan obat-obatan yang bisa disalahgunakan.
  6. Menjadi pemakai narkoba atau pemabuk.
  7. Sering marah secara tiba-tiba.
  8. Sembrono dan terlibat dalam aktivitas yang mempertaruhkan nyawa.
  9. Menarik diri dari orang-orang di sekitarnya.
  10. Sering terlihat merasa cemas.
  11. Mulai membuat surat wasiat.
  12. Berat badan berkurang karena perubahan selera makan.
  13. Kehilangan minat pada banyak hal.
  14. Mengalami kesulitan tidur dan kerap merasa gelisah.

Ketika ada orang terdekat yang menampakkan tanda-tanda tersebut atau mengalami kondisi yang bisa memicu bunuh diri, Kevin menyarankan agar keluarga terdekat harus waspada. Sebisa mungkin berikan perhatian ekstra kepadanya, rangkul dia atau ajak dia berkonsultasi dengan dokter. Amati pula gerak-geriknya jangan sampai dia berbuat hal-hal yang bisa membahayakan nyawanya, terutama ketika sedang sendiri.

Kevin menyarankan untuk menjauhkan obat-obatan yang bisa disalahgunakan untuk melakukan bunuh diri. Selain itu, ajaklah ia untuk berolahraga secara teratur, setidaknya tiga kali per minggu. Aktivitas fisik dapat merangsang otak untuk memproduksi zat kimia yang dapat membuatnya merasa lebih rileks dan bahagia. (WD dengan tambahan sumber ala dokter).

Tags : bunuh dirikenali tanda bunuh diri

Leave a Response