close
Hukum & Kriminal

Kasus khitanan massal fiktif di Batang, satu orang diamankan

khitanan masal
Petugas kepolisian menunjukkan undangan khitanan massal yang dibagikan oleh oknum LSM

Batang, Wartadesa. – S (inisial) warga Tirto, oknum LSM Barata RI yang diduga menjadi dalang dalam acara khitanan massal fiktif pada Ahad (23/02) di Gedung Korpri Batang akhirnya ditangkap Polres Batang.

Seperti diketahui, belasan anak peserta khitanan massal yang digelar oleh pihak yang mengatasnamakan ormas/LSM di Gedung Korpri hampir batal dikhitan, akibat panitia tak satupun yang menampakkan batang hidungnya.

Setelah diinisiasi oleh pihak kepala sekolah, PGRI Batang dan Camat Batang, khitanan pun dilangsungkan dengan kondisi seadanya.

Kejadian tersebut membuat Kapolsek Batang Kota, AKP Asfauri kaget lantaran tidak ada pemberitahuan dan pengajuan ijin yang masuk.  Ia mengungkapkan akan memproses kasus tersebut karena sudah mengantongi sejumlah nama yang terlibat.

Dan akhirnya, pihak kepolisian menangkap tersangka S di rumahnya, dibilangan Tirto, Ahad sorenya. “Alhamdulillah, sudah kita amankan satu orang tersangka atas inisial S di rumahnya kemarin. Tersangka merupakan otak dibalik kegiatan Khitan Massal yang gagal digelar pada hari Minggu kemarin,” ujar Asfauri.

Asfauri menambahkan, tersangka saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan di Mako Polsek Batang Kota.  “Saat ini kita sedang mintai keterangan pada yang bersangkutan. Anggota kami juga masih mengumpulkan barang bukti yang ada,” lanjutnya.

Saat diperiksa, ujar Asfauri, tersangka mengaku bahwa dirinya telah  menggunakan nama LSM Barata RI untuk meggelar kegiatan Khitan Massal dan meminta sejumlah uang kepada ratusan donatur di wilayah Kabupaten Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan.

“Terduga tersangka atas inisial S ini mengatakan, bahwa dirinya hanya meminjam nama LSM Barata RI ini saja. Namun demikian, kita tidak mudah percaya begitu saja, kita masih akan mendalaminya. Kita juga akan cek legalitas dari LSM Barata RI ini sendiri, apakah LSM ini terdaftar di Kesbangpol atau tidak,” terang Asfauri.

S menyebut bahwa kegiatan khitanan massal tesebut telah direncanakan sejak lama, bahkan ia mencetak undangan kehormatan yang dibagikan ke ratusan donatur.

“Jadi yang bersangkutan mengatakan, bahwa dia sudah merencanakan kegiatan itu hampir kurang lebih 3 bulan lamanya. Dia telah membuat undangan kehormatan sebanyak 500 lembar di salah satu toko percetakan di Kota Pekalongan,” ungkap Asfauri.

Adapun ratusan undangan kehormatan itu selanjutnya disebar oleh tersangka dengan dibantu kelompoknya (LSM Barata RI) kepada para donatur di wilayah Kabupaten Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan.

Donatur yang disasar meliputi sekolah, dinas, dan perusahaan (dealer motor). Di mana dalam satu undangan itu tersangka meminta dana sebesar Rp 100 ribu. Dan saat itu, dari 500 undangan yang telah dibuat, sudah keluar sebanyak 180 lembar, sehingga terkumpul uang sebasar Rp 9 juta. Jelas Asfauri.

Total uang yang masuk digunakan tersangka untuk keperluan pribadi hingga kegiatan khitanan tersebut batal. (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

Tags : khitanan massal batanglsm