Warta Desa, Pekalongan — Kondisi jalan dan jembatan penghubung Desa Trajumas dan Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, selama bertahun-tahun memprihatinkan. Padahal, akses tersebut merupakan jalur vital bagi pelajar, petani, dan pergerakan perekonomian warga setempat.
Keunikan sekaligus potret kepedulian terlihat dalam proses pembangunan jembatan yang kini tengah berlangsung. Anggota Polres Pekalongan tampak menggendong anak-anak sekolah saat berangkat ke sekolah karena kondisi jembatan lama membahayakan dan menjadi satu-satunya lintasan yang tersedia.
Jembatan dan jalan tersebut sebelumnya belum tersentuh pembangunan dari pemerintah. Kondisi ini memaksa masyarakat tetap menggunakan jalur rawan demi memenuhi kebutuhan pendidikan dan ekonomi sehari-hari.
Sejak Minggu lalu, perhatian mulai datang setelah Polres Pekalongan turun langsung menangani pembangunan jembatan. Pantauan di lapangan menunjukkan personel kepolisian bersama warga bahu-membahu dalam kegiatan gotong royong, mulai dari persiapan material hingga pengerjaan konstruksi.
Kehadiran aparat kepolisian disambut positif oleh masyarakat. Selain membantu mengatasi keterbatasan akses, keterlibatan polisi dinilai memberi rasa aman dan harapan baru bagi warga, khususnya bagi anak-anak sekolah dan petani yang sehari-hari bergantung pada akses tersebut.
Warga berharap adanya pembangunan jembatan ini dapat menjadi solusi jangka panjang, sehingga akses pendidikan, jalur distribusi hasil pertanian, dan aktivitas perekonomian di Desa Trajumas dan Desa Bodas dapat berjalan lebih lancar dan aman. (Rohadi)










