Lebakbarang, Wartadesa. – Longsor susulan di Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan menjadi lonsor terparah sejak 17 tahun terakhir, 100 meter lebih jalan utama desa Sidomulyo tertutup material longsor dengan ketebalan material 1-2 meter, hingga memutuskan rantai transportasi desa.
Longsor terjadi lagi di wilayah Kec. Lebakbarang Kab. Pekalongan akibat guyuran hujan, Rabu (04/10). Tepatnya di blok Makirah Dk. Sido Lor Rt.01/01 Ds. Sidomulyo Kec. Lebakbarang setelah sebelumnya pada pada Ahad (24/9) petang, minggu lalu peristiwa yang sama, tarjadi.
Baca: Longsor, Lebakbarang terisolir
“Saya 17 tahun hidup di Lebakbarang tapi kali ini longsor yang paling parah, biasanya cuma longsor kecil dan bisa ditangani cukup dengan kerja bakti warga,” ujar ibu Eni Sayekti, warga Sidolor Desa Sidomulyo.
Longsor yang diakibatkn oleh cuaca ekstrim hujan yang mulai mengguyur dari pukul 13.00-15.00 WIB. Hujan lebat selama dua jam tersebut membuat tebing yang diatasnya merupakan tanah pertanian (sawah) mengalami longsor sehingga mengakibatkan matrial tanah longsor berupa tanah dan batu menutup badan jalan desa penghubung antara desa Sidomulyo ke desa Tembelanggunug, Pamutuh, Timbangsari, Depok dan Wonosido.
Tidak ada korban jiwa dalam longsor susulan tersebut, kerugian meteriil berupa lahan sawah milik warga, Rusdianto dan sawah milik Edi Suroso terbawa longsor.
Pantauan di lapangan, anggota Polsek Lebakbarang, Koramil dan BPBD serta DPU Kabupaten Pekalongan sedang melakukan pembersihan material longsor agar jalan desa yang terisolasi bisa dilalui. (Budi)










