close
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Masuk zona merah, kegiatan keramaian di Tangkilkulon dihentikan hingga akhir bulan

semprot
Petugas Tim Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Desa Tangkil Kulon melakukan penyemprotan disinfektan di balai desa setempat, beberapa waktu lalu

Kedungwuni, WartaDesa. – Paska terpaparnya tiga orang warga Desa Tangkil Kulon, Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah, positif Covid-19, pemerintah desa setempat mengeluarkan edaran penghentian kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengundang keramaian warga. Surat Edaran (SE) dibuat setelah dilakukan rembug warga yang digelar pada Rabu (21/10) malam, dengan dihadiri tokoh masyarakat dan jajaran pemerintahan desa.

Dalam rembug warga yang dihadiri oleh ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, ustadz, imam masjid dan musala, Bhabinkamtibmas dan jajaran pemerintah desa, diputuskan untuk menghentikan sementara kegiatan jama’ah tahlil, jama’ah barzanji, pengajian, pendidikan TPQ, pertemuan ibu-ibu (PKK, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah), kegiatan olahraga, kesenian dan aktivitas lain yang mengundang keramaian.

Rapat yang dibuka oleh M. Khusnan dan dipimpin oleh Sekretaris Desa Tangkil Kulon, Muhammad Rifda Ujza tersebut secara aklamasi memutuskan penghentian sementara aktivitas keramaian terhitung  23-30 Oktober 2020.

Surat Edaran Pemerintah Desa Tangkil Kulon terkait penghentian sementara kegiatan yang mengundang keramaian. Foto: Pemdes Tangkil Kulon

Dalam rembug warga tersebut disebutkan bahwa Desa Tangkil Kulon ditetapkan masuk zona merah Covid-19. “Desa Tangkil Kulon masuk zona merah setelah tiga orang positif Covid-19. Ketiganya masih satu keluarga,” ujar Rifda saat memimpin rapat.

Rifda menambahkan bahwa ada empat orang yang sudah menjalani tes swab, “hasil swab menyebutkan tiga orang positif dan satu orang negatif, ketiganya merupakan OTG (orang tanpa gejala)” lanjutnya.

Rapat juga memutuskan Tim Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Desa Tangkil Kulon untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada wilayah terpapar Korona dan menyiapkan kebutuhan makan, dan minuman untuk keluarga yang terpapar.

Pantauan di lapangan, hari ini, Jum’at (23/10) ketua RT setempat menggalang donasi dari warga. Donasi dihimpun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terpapar Covid-19. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : covid-19tangkil kulonzona merah